
Kabar kehancuran perguruan langit biru dan tewas nya semua ketua tersebar dengan sangat luas.
Shen yang mendengar nya hanya bisa menutup telinga dan berpura pura tidak mendengar nya.
Di sampingnya xieyu mei masih terus menangis sambil menutup matanya.
" Apa yang sebenarnya kamu tangisi, ketua menyuruh kita untuk pergi bukan semata karena untuk kamu menangis.
saat ini kita masih belum tahu kebenarannya , kalau memang perguruan dan ketua sudah tidak ada ini satu kewajiban kita untuk tetap bertahan dan membalaskan dendam mereka " Shen mengepalkan tangan nya.
Xieyu mei langsung terdiam dan mengusap air matanya.
" Aku bersumpah demi ketua dan perguruan. aku akan menjadi lebih kuat dan membalaskan dendam mereka " teriak xieyu mei.
Shen menepuk pundak Xieyu mei dan kembali melanjutkan perjalanan nya.
" Tuan kita pergi kemana sekarang " Tanya chiktan.
" Pergi kemana saja asal menjauh dari wilayah kekuasan tiga perguruan yang sudah menghancurkan perguruan langit biru "
Chiktan hanya mengangguk kan kepalanya dan kembali berjalan.
" Mereka sangat keterlaluan, sengaja menyerang di saat kekuatan kedua ketua mu belum pulih. sunggh sangat licik " Kata sheng.
" Benar benar sangat licik, aku berjanji akan membalas mereka sepuluh kali lipat " jawab shen.
" Kalau begitu kamu menunggu apa lagi, kenapa kamu tidak mempelajari kitab itu "
" Aku hampir saja lupa, untung kamu mengingatkan ku "
Shen meminta chiktan untuk menjaga xieyu mei di saat dia mempelajari kitab pemberian ketua xu long in.
Tidak ada tulisan di sampul kitab membuat shen penasaran kitab apa itu sebenarnya.
Shen membuka kitab itu dan menutup matanya.
Sebuah lingkaran cahaya putih tepat berada di depannya. Perlahan seorang wanita keluar dari Lingkaran itu dan berjalan menghampirinya.
" Kamu " Shen merasa sangat heran wanita yang kemarin menolongnya kini berada di depannya.
" Tidak perlu takut . aku sangat bersyukur jurus ini tidak jatuh di tangan yang salah " wanita itu tersenyum ke arah shen.
Shen terdiam dia tidak tahu harus berkata apa dan memulainya dari mana.
wanita itu Menarik tangan shen dan membaca sebuah mantra.
Dari dalam tubuh wanita itu keluar Cahaya yang sangat terang dan perlahan berpindah memasuki tubuh shen.
Shen merasa tubuh nya sangat dingin hingga menusuk ke dalam tulang nya.
" Tahan sebentar lagi " kata wanita itu.
Shen menutup mata dan berusaha menahan rasa dingin di dalam tubuh nya .
semakin lama rasa dingin membuat seluruh aliran darah nya seperti membeku.
Cukup lama shen menahan dan akhirnya
perlahan badan nya kembali seperti semula.
" pergunakan jurus Embun salju itu sebaik mungkin " Kata wanita itu.
Ternyata jurus itu bernama embun salju, pantas saja sangat dingin sekali " dalam hati shen.
" Terimakasih " Shen menatap wanita itu yang perlahan memudar dan menghilang.
Shen membuka mata nya dan melihat hari sudah malam . Shen melihat xieyu mei tertidur tepat di sampingnya.
" Dari pada kamu memegang wanita itu, kenapa tidak kamu cari tahu jurus apa yang kamu pelajari tadi " Kata sheng.
" aku sudah tahu nama jurus nya. nama jurus itu embun salju "
" Kamu tahu fungsi jurus itu? " tanya sheng.
" Bukannya itu jurus untuk menyerang "
" Aku sudah tidak tahu lagi harus apa menghadapi mu.
Jurus embun salju bukan jurus untuk menyerang bukan juga jurus pertahanan "
" Kalau begitu jurus embun salju termasuk jurus apa "
" Jurus embun salju termasuk jurus penyembuhan, dan itu satu satunya jurus penyembuhan yang kamu miliki saat ini "
" Jurus penyembuhan , bukannya itu jurus yang hanya di miliki alchemist "
" Kamu pikir siapa wanita yang kamu tolong dan membantu mu membuat penawar racun pencabut nyawa "
" Tidak tahu "
" wanita itu alchemist tingkat dewi jauh lebih tinggi dari alchemist tingkat sembilan "
" Kalau dia alchemist tingkat dewi kenapa dia bisa mati bukannya dia bisa menyembuhkan penyakit nya sendiri "
" Walaupun dia alchemist tingkat dewi dia juga masih manusia, tidak bisa hidup kekal abadi "
" Alchemist saja bisa mati bagaimana kita yang bukan apa apa " kata shen.
Xieyu mei terbangun dan memperhatikan shen yang sedang duduk melamun.
" Bagaimana, apa kamu sudah berhasil " Tanya xieyu mei.
" Sudah " jawab shen.
" Baguslah "
Xieyu mei terus menatap shen. Entah kenapa Xieyu mei merasa shen terlihat sangat tampan di tengah Sinar api yang menerangi malam.
" Kenapa terus menatap ku seperti itu " kata shen yang membuat xieyu mei tersipu malu.
Xieyu mei hanya diam dan membaringkan kembali badannya.bShen menghampirinya dan berbaring di sampingnya.
Shen mengangkat tangannya seolah memetik bintang dan menggenggam nya.
" Apa yang kamu lakukan " Tanya xieyu mei.
" Memetik harapan untuk diri sendiri "
" Oh ya apa harapan mu "
" Membalas semua kehancuran yang mereka berikan untuk perguruan langit biru "
Xieyu mei langsung terdiam dan terus menatap shen.
Xieyu mei tidak menyangka ternyata Shen juga merasa Kehilangan sama seperti nya.
tapi shen tidak menyimpan sedikit pun kesedihan di wajah nya.
" Kamu dan aku. kita berdua akan bisa mengembalikan kejayaan perguruan langit biru dan menghancurkan semua lawan kita " kata shen.
Xieyu mei tersenyum dia merasa shen memang pantas menjadi murid pribadi ketua Xu ling