Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 139


" Sudah di putuskan pertandingan kali ini di menangkan perguruan langit biru, sebagai hadiah kedua pemenang mendapat izin berendam di mata air surga milik perguruan negeri awan kami" ucap wiung ku.


" Kedua pemenang silahkan mengikuti kami " sahut hing ku.


" Ketua kami pergi dulu " ucap shen dan xieyu mei.


" Pergilah segeralah pulang jika sudah menyelesaikannya " sahut ketua xu ling sambil tersenyum.


" Baik ketua " ucap shen sambil menganggukkan kepalanya.


Tiga kereta terbang berhenti di depan wiung ku dan hing ku, xieyu mei yang baru pertama kali melihat kereta terbang merasa sangat takjub.


" Bagaimana bisa ada kereta terbang seperti itu" ucap xieyu mei.


" Kalian berdua silahkan naik, kita akan berangkat menuju perguruan negeri awan " ucap hing ku yang langsung menaiki kereta terbang di barisan kedua.


" Baik " sahut shen yang langsung menarik tangan xieyu mei menaiki kereta terbang di sampingnya.


" Kamu kenapa tidak terkejut, sebelumnya apa kamu sudah pernah menaikinya? " tanya xieyu mei.


" Belum " ucap shen dengan santai.


" Huuu, ku kira kamu pernah menaikinya " sahut xieyu mei.


" Oh ya, sebenarnya apa kegunaan mata air surga itu?" tanya shen.


" Aku juga tidak banyak tahu, yang ku tahu berendam di dalam mata air surga pelatihan kita akan meningkat dengan sangat cepat" sahut xieyu mei.


Emmmmmm...


Shen hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap xieyu mei.


Kereta terbang yang membawa shen dan xieyu mei semakin melaju, rasa nyaman membuat keduanya tertidur saling bersandar satu sama lain.


Shen dan xieyu mei yang tidak menyadari kereta telah berhenti tiba-tiba di bangunkan seorang wanita berpakaian serba putih, shen yang terbangun lebih dulu merasa sangat terkejut.


" Kamu siapa?" tanya shen.


" Kalian telah sampai di perguruan negeri awan, jika ingin beristirahat kami akan menyediakan kamar yang berbeda " sahut wanita itu sambil tersenyum.


Shen yang mendengarnya merasa sangat malu bagaimana bisa dia tertidur pulas di perjalanan menuju perguruan negeri awan.


" Xieyu mei bangunlah kita sudah sampai " ucap shen sambil menggoyangkan badan xieyu mei.


Xieyu mei yang perlahan membuka matanya merasa kaget melihat seorang wanita sedang menatapnya.


" Silahkan ikuti aku " ucap wanita itu dengan suara pelan.


Shen yang melihat wanita itu berjalan meninggalkannya langsung turun dari kereta terbangnya.


" Kenapa kamu tidak membangunkan ku lebih awal " ucap xieyu mei yang merasa sangat kesal.


" Aku saja terbangun setelah dia datang " sahut shen dengan suara pelan.


Wanita yang mendengar pembicaraan shen dan xieyu mei hanya tersenyum, pertengkaran kecil seperti itu mengingatkannya pada masa lalunya.


" Silahkan masuk " ucap wanita itu yang berdiri di depan sebuah pintu ruangan.


" Terima kasih " sahut shen sambil menundukan kepalanya.


Shen yang di ikuti xieyu mei dari belakang perlahan berjalan memasuki sebuah ruangan, shen sempat menghentikan langkahnya ketika melihat adanya pesta perjamuan di depannya.


Apa mungkin wanita itu salah membuka pintu ruangan " dalam hati shen.


" Kedua murid perguruan langit biru silahkan duduk, pesta perjamuan sengaja di adakan untuk kalian sebelum memulai berendam di mata air surga " ucap hing ku yang duduk sejajar dengan wiung ku.


" Terima kasih " ucap shen yang lagi-lagi menundukan kepalanya.


Shen dan xieyu mei langsung berjalan ke arah tempat yang sudah di siapkan untuk mereka, xieyu mei yang duduk di samping shen merasa sedikit heran kenapa ada satu tempat duduk yang tersisa bahkan posisinya lebih tinggi dari wiung ku dan hing ku.


" Terima kasih untuk semua yang sudah menghadiri perjamuan kecil kami " ucap suara wanita dari balik pintu ruangan.


" Salam hormat ketua besar mingzi ku " ucap semua yang berada di dalam ruangan.


Shen yang melihat wanita itu merasa tidak percaya bagaimana bisa wanita yang menjemputnya tadi adalah ketua besar perguruan negeri awan.


" Negeri awan sudah sangat lama tidak kedatangan tamu murid perguruan lain, jika kedua murid perguruan langit biru berkenan bisakah memberi sedikit pelajaran pada muridku " ucap mingzi ku.


" Maaf ketua besar bukan maksud kami menolak, sebenarnya kemampuan kami tidak berbeda dengan yang lainnya kami tidak pantas " sahut shen dengan suara sedikit pelan.


" Tidak masalah jika kalian menolak tapi maafkan kami karena kami tidak bisa mengizinkan kalian berendam di mata air surga kami " ucap mingzi ku sambil tersenyum.


" Tapi kami menjadi pemenangnya " ucap xieyu mei yang langsung berdiri.


" Baiklah karena ketua besar yang memintanya, apa yang bisa kami lakukan " sahut shen yang langsung menarik tangan xieyu mei kembali duduk.


" Keputusan yang bijak, kalau begitu besok kita akan memulai pertandingan kecilnya. Untuk saat ini silahkan di nikmati perjamuannya maaf aku tidak bisa menemani hingga akhir " ucap mingzi ku yang langsung berjalan pergi.


" Kenapa kamu menerimanya, kita sudah menjadi pemenangnya untuk apa kita menurutinya lagi " ucap xieyu mei.


" Kamu tenanglah, jika kita tidak menerima kita akan kembali dengan tangan kosong bukankah itu akan mengecewakan ketua xu ling " sahut shen.


" Huuuu " ucap xieyu mei yang merasa sangat kesal.


Tidak terasa perjamuan yang sangat membosankan sudah berakhir, hing ku yang di beri perintah memberikan kamar berbeda untuk shen dan xieyu mei bergegas melaksanakannya.


" Sikahkan ikuti aku, aku akan mengantar kalian ke ruang istirahat " ucap hing ku.


Shen dan xieyu mei mengikuti hing ku yang berjalan di depannya, hing ku menghentikan langkahnya di depan dua pintu kamar yang bersebelahan sambil menatap shen dan xieyu mei.


" Kalian mendapatkan tempat istirahat masing-masing, silahkan beristirahat besok kalian harus bangun lebih awal " ucap hing ku.


" Baik terima kasih " sahut shen.


Shen yang melihat hing ku berjalan menjauh langsung membuka pintu kamar di depannya.


" Shen kenapa harus pisah kamar, bukannya kamu juga tidak mungkin melakukan apapun padaku " ucap xieyu mei.


" Mereka berpikir tidak baik jika wanita dan pria menjadi satu ruangan, kita harus menghargainya cepatlah masuk besok kita masih harus bersiap " sahut shen yang langsung masuk ke dalam kamar di depannya.


" Haaaaah " xieyu mei hanya bisa menghela nafas lalu masuk ke dalam kamarnya.


Shen yang berada di dalam kamar langsung membaringkan badannya di atas ranjang yang terbuat dari bambu, shen yang menutup matanya berusaha untuk tidur tiba-tiba merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.


" Apa yang membuatmu tetap terjaga? " tanya mo yang duduk di samping shen.


" Aku sendiri juga tidak tahu kenapa perasaanku tiba-tiba menjadi tidak tenang " sahut shen yang langsung duduk sambil menatap mo.


" Lebih baik kamu tenangkan pikiranmu, jangan sampai pertandingan besok membuatmu menjadi tidak fokus " ucap mo.


" Sebenarnya aku masih penasaran kenapa aku harus bertanding lagi besok, bukannya aku dan xieyu mei sudah resmi menjadi pemenangnya " ucap shen.


" Mungkin saja itu hanya percobaan, walau begitu kamu tetap harus berhati-hati " sahut mo.


" Emmmm... " ucap shen yang langsung menutup matanya.


Tok, tok, tok...


Tok, tok, tok...


Suara ketukan pintu terdengar berulang kali, shen yang mendengarnya bergegas berdiri dan berjalan membuka pintu kamarnya.


" Aku telah mengetuk pintu dari tadi lama sekali kamu membukanya " ucap xieyu mei dengan kesal.


" Ada apa?" tanya shen sambil mengucek matanya.


" Kamu sudah di tunggu, wanita itu memintamu untuk segera pergi ke lapangan " sahut xieyu mei.


" Oh kalau begitu mari kita pergi ke sana " ucap shen dengan santai.


" Shen " panggil xieyu mei yang melihat shen berjalan melewatinya.


" Ada apa?" tanya shen yang langsung menghentikan langkahnya sambil menatap xieyu mei.


" Bagaimana jika semua ini jebakan, lebih baik kita pergi saja dari sini " sahut xieyu mei.


" Sudahlah jangan terlalu banyak berpikir " ucap shen yang langsung kembali melangkah pergi.


Shen berjalan ke arah lapangan yang semalam di lewatinya, sampai di lapangan mingzi ku menatap shens sambil tersenyum.


" Perkenalkan namanya gis ku dia putriku sekaligus murid perguruan negeri awan ini " ucap mingzi ku.


" Salam namaku shen dan ini temanku xieyu mei " sahut shen.


" Gis ku " ucap sang gadis yang berdiri di samping mingzi ku.


" Sebenarnya soal kemampuan bela diri kalian wiung ku dan hing ku telah menceritakannya padaku, untuk sekarang aku tidak akan memintamu bertanding fisik dengan gis ku " ucap mingzi ku.


" Lalu pertarungan seperti apa yang kamu mau?" tanya shen.


" Kamu pasti tahu hampir setiap orang di dunia ini memiliki hewan spiritual yang menjadi satu di badannya bukan " ucap mingzi ku.


" Ya aku mengatahuinya " sahut shen.


" Pertarungan yang ingin ku lihat adalah pertarungan spiritual, jika kamu tidak keberatan aku meminta spiritualmu melawan spiritual gis ku " ucap mingzi ku sambil tersenyum penuh arti.


Kenapa harus pertarungan spiritual sheng sepertinya masih belum selesai, haruskah aku mengganggunya " dalam hati shen.


" Siapa yang bilang aku belum selesai menyerap inti hati yang hanya beberapa biji itu " sahut sheng.


" Jadi kamu sudah menyelesaikannya " ucap shen.


" Tentu saja sudah, terima saja tentangannya aku akan memberikannya pelajaran yang mungkin akan mereka ingat selamanya " sahut sheng.


" Baiklah aku menerima tantangan ketua tapi dengan satu syarat, jika spiritualku menang ketua tidak akan menyulitkan kami lagi " ucap shen.


" Tentu saja " sahut mingzi ku sambil tersenyum.


" Gis ku perlihatkan padanya spiritualmu yang menjadi kebanggaan perguruan negeri awan " ucap mingzi ku sambil menatap gis ku yang berdiri di depannya.


" Baik " sahut gis ku yang langsung menutup matanya berusaha mengeluarkan spiritualnya.