Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 175


" Silahkan masuk anggap saja seperti rumah sendiri " ucap ketua ba qi yang menghentikan langkahnya di depan pintu gerbang.


" Ya, terima kasih " sahut shen sambil berjalan memasuki perguruan Baise.


Shen yang berjalan sesekali melihat ke arah sekitar pergurun Baise, suasana di perguruan Baise mengingngatkan shen dengan perguruan Langit biru yang di tinggalinya cukup lama.


" Ada apa, kenapa hanya berdiri di situ saja " ucap ketua ba qi sambil menatap shen.


" Tidak ada apa-apa " sahut shen yang bergegas kembali berjalan.


Ketua Ba qi yang ingin mengambil hati shen tanpa banyak berpikir langsung mengirim pesan suara ke seluruh muridnya, tidak hanya ke muridnya ketua ba qi juga mengirim pesan suara meminta para ketua berkumpul untuk menyambut kedatangan shen.


" Mari ikut denganku " ucap ketua ba qi sambil berjalan di depan shen.


Shen yang menghargai ketua ba qi hanya diam sambil mengikutinya dari belakang.


" Perguruan ini tidak jauh berbeda dari perguruan langit biru " bisik mo.


" Benar, hampir semua terlihat sama " sahut shen.


Ketua ba qi yang melihat shen seperti sedang menikmati pemandangan di perguruannya merasa sangat senang, ketua ba qi berpikir jika shen menyukai perguruannya bisa saja langsung berubah pikiran dan berpihak padanya.


" Silahkan masuk " ucap ketua ba qi sambil membuka sebuah pintu di depannya.


Shen terdiam menatap banyaknya makanan yang sudah tersusun rapi di depannya, belum sempat bertanya dua ketua perguruan Baise lainnnya langsung menghampiri shen.


" Anggap saja di rumah sendiri " ucap seorang ketua wanita sambil menatap shen.


" Terima kasih " sahut shen yang langsung berjalan mencari tempat duduk.


" Ketua ba qi aku hanya mampir sebentar saja kamu tidak perlu melakukan semua ini " ucap shen sambil menatap ke arah ketua ba qi yang duduk di depannya.


" Tamu adalah raja, sudah seharusnya kami menyambutmu " sahut ketua ba qi sambil tersenyum.


" Tidak perlu merasa segan ketua ba qi selalu melakukan hal seperti ini pada tamu " ucap ketua wanita sambil menatap shen.


" Kalau begitu terima kasih " sahut shen.


" Boleh ku tahu siapa namamu?" tanya ketua wanita yang masih terus menatap shen.


" Namaku shen " ucap shen dengan santai.


" Biasanya ketua ba qi selalu menghormati tamu yang lebih tua tapi kali ini kenapa berbeda, aku melihat jelas ketua ba qi seperti menghormatimu " sahut ketua wanita sambil tersenyum sinis.


" Kalau itu boleh langsung di tanyakan pada ketua ba qi, kalau boleh tahu siapa nama kedua ketua ini" ucap shen mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Namaku ban li dan namanya ba si " sahut ketua pria yang duduk tepat di samping ketua ba qi.


" Baik karena perkenalan diri sudah selesai aku pamit sekarang, aku tahu seseorang tidak menyukaiku " ucap shen yang langsung berdiri.


" Tunggu, bukan seperti itu ketua ba si orangnya suka asal bicara tolong jangan di masukan ke hati " sahut ketua ba qi.


" Tidak masalah tapi aku tetap harus pergi " ucap shen.


" Kita lebih tua darinya untuk apa seperti ini, ketua ba qi seharusnya tahu apa maksudku " sahut ketua ba si sambil berdiri.


" Ketua ba si tolong jaga perkataanmu, aku yang membawanya kemari seharusnya kamu menghargaiku " ucap ketua ba qi yang terlihat sangat marah.


" Tidak masalah ketua ba qi aku tidak ingin ada perselisihan di sini aku permisi dulu " sahut shen sambil berjalan pergi.


" Ada apa?" tanya shen.


" Aku ingin menantangmu jika kamu menang aku akan berlutut meminta maaf padamu, tapi jika kamu kalah kamu harus pergi dari sini tanpa menggunakan pakaianmu " ucap ketua ba si.


" Ketua ba si jaga mulutmu jangan keterlaluan seperti itu " teriak ketua ba qi.


" Aku tidak tertarik " sahut shen yang kembali melanjutkan langkahnya.


" Dasar lemah, perguruan yang pernah menampungmu pasti akan malu melihatmu " ucap ketua ba si sambil tersenyum.


" Tidak masalah kamu menghinaku tapi aku tidak berharap kamu mengatakan seperti itu, untuk kali ini aku tidak akan membuat perhitungan denganmu karena aku menghargai ketua ba qi " sahut shen.


" Itu kenyataannya, aku tidak mungkin berbicara seperti itu jika aku tidak meyakininya " ucap ketua ba si.


" Walaupun auramu kuat tingkat pelatihanmu sangat tidak jelas, aku yang sudah berada di tingkat langit tahap tiga saja tidak bisa melihat sampai mana pelatihanmu " sambung ketua ba si.


Ini pasti perbuatan mo " dalam hati shen.


" Aku sudah bilang kamu harus merendah, aku sengaja menyembunyikan pelatihanmu " bisik mo.


" Ketua ba si aku kecewa padamu, selama ini aku selalu menghormatimu walau tingkatanmu di bawahku. Aku tidak percaya kamu mempermalukanku " ucap ketua ba qi.


" Aku bukan ingin mempermalukan ketua ba qi hanya saja dia memang lemah untuk apa di hormati " sahut ketua ba si.


" Lemah lemah lemah, telingaku sakit mendengarnya karena kamu bersikeras melawan ku kalau begitu majulah " ucap shen.


Benar-benar tidak sadar diri kalau begitu jangan salahkan aku, jika aku berhasil mengalahkanmu ketua ba qi akan tahu bagaimana rasanya kehilangan rasa hormat " dalam hati ketua ba si.


" Jangan di sini, Mari kelapangan " ucap ketua ba si yang langsung melesat dengan sangat cepat.


Walau dia lebih tua darimu kekuatannya masih di bawahmu " bisik mo.


" Tidak masalah, lagipula dia yang menantangku " sahut shen.


Shen yang tidak ingin menunjukan langsung kekuatannya sengaja berjalan santai ke lapangan, ketua ba si yang melihat shen berjalan dengan sangat santai langsung tersenyum licik sambil menatap shen.


" Lihatlah apa yang perlu di hormati terbang saja dia tidak bisa " ucap ketua ba si.


Ketua ba si memiliki keegoisan sangat tinggi, aku takut dia yang akan kalah dan mempermalukan dirinya sendiri " dalam hati ketua ba qi.


Shen yang berada di tengah lapangan langsung menatap ketua ba si, rasa kesal yang di rasakan shen membuat dirinya berpikir untuk memberikan pelajaran pada ketua ba si.


" Apa kamu sudah siap, tapi ku harap kamu sudah siap aku tidak ingin di bilang menindas yang lemah " ucap ketua ba si.


" Tidak perlu beromong kosong, langsung saja katakan pertarungan seperti apa yang kamu inginkan " sahut shen.


" Karena kamu bertanya aku akan langsung menjawabnya, kamu harus bisa menahan atau menangkis dua seranganku setelah itu aku akan membiarkanmu menyerangku tiga kali. Bagaimana itu adil bukan" ucap ketua ba si.


" Tentu saja itu tidak adil " sahut shen.


" Bagaimana bisa tidak adil, walau aku menyerangmu terlebih dulu aku juga melebihkan satu seranganmu " ucap ketua ba si.


" Aku tidak bilang itu tidak adil untuk ku, aku merasa itu malah tidak adil untukmu " sahut shen.


Kurang ajar dia meremehkanku " dalam hati ketua ba si sambil mengepalkan tangannya.