
Shen yang mendapat kesempatan bertarung terakhir hanya menatap kedua perwakilan dari bawah arena, shen mencoba memperhatikan setiap gerakan dari kedua perwakilan yang sedang bertarung.
" Menyerahlah kalian bukan lawanku " ucap niung er.
" Siapa yang menang masih belum bisa di pastikan " sahut zhu xio.
" Ingat jangan pernah mengeluarkan bom peledak itu jika bukan karena hal yang mendesak " bisik niung an.
" Emmmm " sahut niung er sambil menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu jangan salahkan kami " teriak niung er yang langsung menarik pedangnya.
Niung an yang melihat adiknya sangat serius langsung mengeluarkan dua belati di kedua tangannya.
Zhu hu dan zhu xio tidak tinggal diam mereka yang melihat musuh mulai mengeluarkan senjata langsung menarik pedangnya masing-masing.
Wheeeeeeeeeessssssss...
Niung er yang tidak ingin membuang waktu langsung berlari dengan sangat cepat ke arah zhu hu sambil bersiap mengayunkan pedangnya.
Treeeeeeengggggg...
Treeeeeeeeenggggg....
Suara tangkisan pedang terdengar, zhu hu yang bisa melihat pergerakan niung er langsung menangkis dengan pedangnya.
Pertarungan berlangsung dengan sengit, kekuatan dan kecepatan niung an dan niung er mampu di imbangi dengan zhu xio dan zhu hu.
Niung an dan niung er yang mulai kelelahan langsung menelan pil pembangkit kekuatan penuh, setelah selesai menelan pil aura berbeda keluar dari dalam tubuh mereka.
" Bahaya aura mereka berbeda sepertinya mereka baru saja menelan sesuatu " ucap zhu hu.
" Aku juga merasakannya " sahut zhu xio.
Niung an dan niung er yang berhasil memaksa mengeluarkan kekuatan penuh langsung berjalan ke arah zhu hu dan zhu xio.
Wheeeeeeeeeeeesssssssee...
Bruuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaakkkk...
Satu ayunan tangan membuat zhu hu dan zhu xio terlempar keluar dari arena pertandingan.
Niung giu yang melihat muridnya menelan pil pembangkit kekuatan penuh merasa sangat bangga apalagi perwakilan perguruan mata angin terlempar hanya dengan satu serangan.
" Hahahaha, itu baru muridku " teriak niung giu dari bawah arena.
Shen yang melihatnya hanya menggelengkan kepala tidak habis pikir, bagaimana bisa ketua perguruan batu berapi bangga pada muridnya yang menggunakan jalan pintas menelan pil penambah kekuatan untuk menang.
" Shen apa yang kamu pikirkan?" tanya xieyu mei yang berbisik di telinga shen.
" Tidak ada, coba kamu lihat di atas sana setelah menelan sesuatu aura mereka sangat berbeda, tidak hanya itu hanya dengan satu gerakan kedua murid perguruan mata angin itu sampai terlempar ke bawah " ucap shen.
" Ya aku melihatnya memangnya kenapa?" tanya xieyu mei.
" Sebentar lagi kita akan melawannya kekuatan paksaan sebesar itu pasti ada batas waktunya, apapun yang mereka lakukan lebih baik kamu menghindarinya saja " sahut shen.
" Baiklah " ucap xieyu mei sambil menganggukkan kepalanya.
Teeeeeeeeeeeeeng...
Suara lonceng yang di pukul menandakan pertandingan berakhir, pengurus pertandingan tanpa banyak berbicara langsung menjadikan perwakilan perguruan batu berapi yang akan melawan shen dan xieyu mei.
" Perwakilan perguruan langit biru silahkan menaiki arena pertandingan " teriak wiung ku.
Ketua xu ling yang berdiri tidak jauh dari shen terus memperhatikan kedua anak muridnya itu.
Kalian pasti menang, aku percaya pada kalian " dalam hati ketua xu ling.
Shen dan xieyu mei berjalan menaiki tangga arena pertandingan dengan sangat pelan, banyaknya ketua perguruan lain yang memperhatikan shen dan xieyu mei berjalan pelan sambil terlihat lemas mulai saling berbisik bahkan ada di antara mereka yang langsung meneriaki shen dan xieyu mei.
" Ini pertandingan besar apa perguruan langit biru tidak memiliki perwakilan lain, lihatlah kedua perwakilannya itu yang sangat tidak bertenaga. Hahahah. " teriak seorang ketua sambil tertawa sangat keras.
Ketua xu ling yang mendengarnya hanya tersenyum sambil terus memperhatikan shen dan xieyu mei yang berdiri di atas arena.
Teeeeeeeeeeeeng...
Suara lonceng kembali terdengar, pengurus yang berdiri di tengah arena pertandingan langsung turun dengan cepat.
Niung an dan niung er yang masih dalam pengaruh pil pembangkit kekuatan langsung berlari ke arah shen dan xieyu mei.
Niung an yang tahu shen sasaran adiknya langsung mengarahkan pukulannya ke xieyu mei.
Wheeeeeeeesssssssss...
Wheeeeeeesssssssssssss....
Serangan yang begitu cepat mengarah ke xieyu mei, xieyu mei yang mendengarkan perkataan shen sebelumnya langsung menghindarinya berulang kali tanpa mengeluarkan cambuknya.
Di satu sisi niung er dengan dendam yang membara langsung berlari ke arah shen, kakinya yang masih dalam pengaruh kekuatan penuh di arahkannya ke wajah shen.
Wheeeeeeeeeessssss...
Wheeeeeeeeeeessssssss...
Sama seperti xieyu mei shen terus menghindari serangan niung er tanpa menangkis ataupun membalasnya.
Shen yang terus menghindari serangan niung er tiba-tiba merasa aura niung er tidak seperti sebelumnya, shen juga merasakan serangan yang di keluarkan niung er semakin lambat.
" Sepertinya pengaruh dari pil itu telah hilang, ini kesempatan bagus untuk menyerang " ucap shen dengan suara pelan.
Niung er yang merasa pengaruh pil telah menghilang sepenuhnya langsung mengambil pedangnya, niung er yang mengira kekuatan shen telah menghilang tanpa berpikir panjang langsung berlari ke arah shen sambil bersiap menebas kepala shen.
Wheeeeeeeesssssssss...
Treeeeeeeeeeeng...
Shen yang melihat pergerakan niung er langsung menarik pedangnya menangkis pedang niung er yang mengarah ke lehernya.
" Kenapa dia masih memiliki kekuatan, bukannya ketua bilang dia akan segera kehilangan kekuatannya " ucap niung er dengan suara pelan.
Bruuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaakkk...
Shen yang melihat niung er terdiam mematung menatapnya langsung menendang perutnya hingga membuat niung er terlempar ke belakang.
Cheeeeeeeeeetttttaaaaaaaaarrrrr....
Cheeeeeeeeeeetttttaaaaaaaaarrrrrr....
Suara cambukan xieyu mei terdengar menggelegar, xieyu mei yang melihat shen telah menangkis bahkan berhasil menendang niung er tanpa banyak bicara langsung mengambil cambuknya dan mengayunkan cambuknya ke arah niung an.
Uhuuuuk, uhuuuuk...
" Bagaimana bisa dia masih memiliki kekuatan, bukannya dia terlihat lemas tidak bertenaga tadi " ucap niung an yang terus terbatuk.
Xieyu mei yang melihat niung er tidak mampu lagi berdiri bersiap mengayunkan kembali cambuknya.
" Berhenti pertandingan ini tidak adil " teriak ketua niung giu yang bersiap menaiki arena pertandingan.
" Apa maksud ketua perguruan batu berapi ?" tanya hing ku.
" Kalian semua apa tidak merasa curiga bagaimana kedua murid perguruan langit biru bisa kembali bertenaga, bukannya mereka tadi terlihat lemas " teriak niung giu.
" Hemmm, benar juga apa yang di katakannya bagaimana bisa yang lemas tidak bertenaga bisa memiliki kekuatan menggunakan senjata dengan sangat cepat " bisik para ketua perguruan lain.
" Apa maksud ketua niung giu, apa ketua berpikir kita sama. Maaf aku tidak meminum pil peningkat kekuatan seperti yang muridmu lakukan " teriak shen.
" Tidak benar, muridku kuat dari awal untuk apa mereka menelan pil itu " sahut ketua niung giu mencoba membela muridnya.
Ketua xu ling yang sedari tadi hanya diam perlahan berjalan menaiki tangga arena pertandingan dan masuk ke dalam arena pertandingan dengan santai.
" Apa maksud ketua niung giu, apa ketua niung giu masih berpikir kami sama sepertimu melakukan semua cara agar menang " ucap ketua xu ling.
" Apa maksud ketua xu ling, jangan memfitnah tanpa bukti " sahut niung giu.
" Shen keluarkan " teriak ketua xu ling.
Shen menganggukkan kepalanya sambil mengambil kotak ruangnya, shen membuka kotak ruangnya dan mengeluarkan makanan semalam yang terlihat telah basi.
" Makanan ini sebagai buktinya, seorang pelayan memberikan kami makan malam dengan alasan telah di siapkan oleh pengurus pertandingan. Aku tidak bodoh hingga aku harus memakan makanan yang beracun ini " ucap ketua xu ling.
" Apa maksudmu menuduhku seperti itu?" tanya ketua niung giu.
" Pengurus pertandingan tidak memberikan makanan apapun, ketua xu ling tidak bisa menuduh sembarangan " sahut wiung ku.
" Lihatlah seseorang yang berpakaian pelayan di bawah sana, dia yang mengantarkan kami makanan itu pengurus pertandingan pasti merasa dia bukan pelayan pengurus pertandingan bukan " ucap ketua xu ling.
" Maka dari itu sudah bisa di pastikan pelayan itu adalah orang dari perguruan batu berapi " sambung ketua xu ling.
Ternyata dia sudah tahu semuanya, kalau begitu terima ini" dalam hati niung giu.
Duuuuuuuuaaaaaaaaaaaaarrrrrr...
Bom peledak di lemparkan ketua niung giu di tengah-tengah para pengurus pertandingan dan ketua xu ling.
Ketua xu ling yang mengetahui senjata rahasia bom peledak milik perguruan batu berapi langsung mengeluarkan kekuatan pelindung tiga titik untuk melindungi semua orang yang berada di arena pertandingan.
Asap yang perlahan menghilang membuat semua orang mencari keberadaan ketua niung giu beserta muridnya, hilangnya ketua perguruan batu berapi beserta muridnya membuat para ketua yang lainnya mempercayai ketua xu ling.
" Terima kasih, ketua xu ling telah menyelamatkan kami " ucap hing ku.
" Hemm, sudah menjadi tugasku menjaga muridku " sahut ketua xu ling.
" Di karenakan kecurangan yang di buat ketua perguruan batu berapi kami pengurus pertandingan menyatakan perguruan batu berapi di anggap kalah dan tidak di perbolehkan lagi mengikuti pertandingan di lain waktu" ucap wiung ku.
" Perwakilan perguruan mata angin kami persilahkan menaiki arena untuk melanjutkan pertandingan " sahut hing ku.
Ketua perguruan mata angin yang merasa muridnya tidak akan menang melawan shen dan xieyu mei langsung naik ke atas arena.
" Sepertinya pertandingan ini sudah bisa di tentukan pemenangnya, kedua muridku tidak mungkin mampu melawan perwakilan perguruan langit biru " ucap ketua perguruan mata angin.
" Baiklah, karena ketua perguruan mata angin berbicara seperti itu kami sebagai pengurus menyatakan perwakilan perguruan langit biru menjadi pemenangnya " teriak wiung ku.
Ploooooook, ploooooook, plooooook...
Suara tepukan tangan terdengar sangat keras dari bawah arena pertandingan.
Beberapa ketua yang sempat berpikiran jelek tentang shen dan xieyu mei langsung meminta maaf pada ketua xu ling sebagai ketuanya.
" Tidak perlu ada permintaan maaf kita semua tidak bersalah " ucap ketua xu ling sambil tersenyum.