
" Hahahahaha, hahahahaha " Suara seseorang tertawa berputar mengelilingi shen.
" Kamu siapa tunjukan wujud mu " Shen berulang kali memutar badannya mencari asal suara tertawa itu.
" Anak muda, aku sudah melihat kemampuan mu di ruang sebelumnya. aku tidak menyangka akan bertemu seorang jenius seperti mu. Tapi sayang sekali kamu bukan berasal dari dunia ini "
" Bagaimana kamu bisa tau "
" Anak muda yang terjadi tadi itu masa lalu mu, semua tidak bisa kamu sembunyi kan dari ku "
" Iya itu masa lalu ku tapi tidak sepenuh nya yang terjadi tadi benar "
" Tenang saja aku tau itu, kamu berada di ruang pengendali pikiran tentu saja aku dengan mudah mengendalikan pikiran mu "
" Kamu ingin bermain main dengan ku " shen merasa sangat kesal
" Sebenarnya aku masih ingin bermain dengan mu, tapi semua sudah tidak seru kamu memiliki tekat yang kuat seberapa besar aku mengendalikan pikiran mu cepat atau lambat kamu bisa menangani nya kembali "
" Siapa kamu sebenarnya dan apa mau mu "
" Baik aku akan memberi tahu. Aku penjaga setiap ruangan di dalam pagoda dewa ini dan yang ku mau sangat mudah dan menguntungkan untuk mu "
" Langsung katakan saja "
" Aku mau kamu mengambil Sebuah kotak berwarna hitam yang berada di dalam tingkat dasar inti, dan yang perlu kamu ingat tidak hanya aku yang menginginkan kotak itu "
" Itu mudah, tapi apa untung nya bagi ku "
" Keuntungan nya ku berikan di muka. kamu bebas memilih sepuluh kitab yang berada di dalam ruangan yang panjang ini "
Shen baru sadar sejak kapan ruangan yang tadi nya hanya persegi tidak terlalu besar, berubah menjadi ruangan yang panjang dan lebar.
" Kenapa hanya bisa memilih sepuluh" tanya shen.
" Jangan terlalu serakah anak muda, harus nya kamu bersyukur bisa memilih dengan bebas sepuluh kitab ilmu Bela diri "
" Baiklah Baiklah , aku akan memilih sepuluh kitab itu kamu jangan menganggu ku "
Suara tiba tiba menghilang , shen berjalan menelusuri ruangan yang panjang itu dan perlahan mencari kitab yang cocok untuk nya.
Shen mencari dengan perlahan dan membaca satu persatu nama jurus yang cocok untuk nya.
Shen memilih dengan sangat teliti entah sudah berapa lama dia memilih sepuluh kitab dan akhirnya kembali duduk ke tempatnya semula.
Perlahan ruangan tadi kembali seperti asal nya.
*Halilintar
*Api suci Putih
*Api suci hitam
*Tulang Besi
*Pertahanan bintang
*Pedang Tanpa wujud
*Pedang seribu langkah
*Tinju sembilan dewa
*Tinju pembelah Samudra
Shen membuka kitab jurus Halilintar dan menutup matanya.
Tiba tiba shen berada di atas gunung tertinggi dengan kabut hitam yang mengelilingi nya.
Duaaarrr, Duuaaarrrr.... suara petir bersahut sahutan.
Tepat di atas kepalanya Seluruh awan hitam berkumpul menjadi satu, Shen mempersiapkan dirinya.
*Jeduuaaaaarrrr.
jeduuaaaaarrr.
Jeduuaaaaarrr.....
Halilintar menyambar shen tiga kali beturut turut.
" Arrrrrkkkkkhhhhhh " shen berteriak.
Seluruh badan shen seperti tersengat aliran listrik yang begitu dahsyat.
Cukup lama shen mencoba menahannya.
Shen membuka mata nya, walau seperti mimpi tapi rasa sakit dari sambaran Halilintar masih terasa di tubuh nya.
Tangan shen masih bergetar , dengan perlahan dan keyakinan penuh shen membuka kitab api suci Putih dan kembali menutup matanya.
Shen berdiri di tengah kerumunan orang yang berlari tidak tentu arah.
" Api suci mengamuk " Teriak seseorang berlari melewati shen.
Shen mencoba maju ke depan dan mendekati api suci putih.
Api suci Putih Berbentuk bunga Teratai berwarna putih berkobar kobar melahap apa saja yang berada di sekitarnya.
aarkkkkhhhh. Arrrkkkkkkhhhhh.... suara teriakan terus terdengar dari dalam api suci putih.
Shen berhenti dia merasa ragu haruskah dia melanjutkan langkah nya, dan bagaimana jika nasib nya akan sama seperti lainnya yang di telan api suci putih.
" Tidak boleh ragu, demi menjadi yang terkuat semua pasti bisa ku hadapi " shen melangkah dengan penuh keyakinan.