Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 26


" Maafkan chiktan tuan, chiktan sangat lemah tidak bisa membantu tuan " ucap chiktan.


" Bukan salah mu, kita akan berusaha menjadi kuat bersama sama " sahut shen sambil mengelus kepala chiktan.


" Terimakasih tuan " ucap chiktan.


" Kamu selalu saja mencari masalah baru, kamu tidak tau siapa wanita iblis itu sebenarnya " mo berdiri di samping shen.


" Aku tidak mencari masalah, dia yang duluan membunuh kaum manusia bahkan dia juga ingin membunuh chiktan " sahut shen.


" Intinya kamu akan mendapat masalah besar, wanita iblis itu putri kesayangan raja dan ratu iblis. Karena kamu sudah membunuhnya kaum iblis tidak akan melepaskan mu " sahut mo lagi.


" Sebenarnya yang membunuhnya bukan aku tapi spiritual naga yang bersatu merasuki badan ku, kalau kaum iblis ingin balas dendam suruh saja naga sialan itu yang mengurusnya " ucap shen dengan santai.


" Enak saja kamu manusia tidak berguna, aku membunuhnya mengunakan tubuh mu kenapa harus aku yang mengurus semua kaum iblis yang ingin membalas dendam pada mu " suara spiritual naga shen tiba tiba terdengar.


" Dasar naga sialan yang tidak bertanggung jawab, kalau aku mati maka kamu juga akan mati bersama ku " sahut shen yang merasa kesal.


Shen terus berjalan dia tidak ingin berlama lama di desa Dong nan.


Shen memperhatikan suasana desa Dong nan yang sudah kembali seperti semula, shen juga melihat para warga yang beraktifitas seperti biasanya.


Dari kejauhan shen melihat para warga yang berjalan ke arahnya, shen yang berpikir para warga tidak menyukai dirinya memutuskan untuk diam menunggu apa yang akan di katakan para warga padanya.


" Terima kasih anak muda, karena bantuan mu desa kami kembali seperti semula " seluruh warga berlutut di depan shen.


" Tidak perlu seperti ini, kalian semua silahkan berdiri " ucap shen.


" Terima kasih anak muda " sahut para warga serentak.


" Desa Dong nan sudah aman, kalian semua tidak perlu takut lagi. Kalau begitu aku akan pergi melanjutkan perjalanan " ucap shen.


Dari barisan belakang seorang anak perempuan berjalan ke arah shen sambil menarik celana shen dan menatapnya.


" Terima kasih kakak, aku mau bertanya nama kakak siapa? " ucap anak perempuan itu dengan wajah polosnya mengulurkan tangannya ke shen.


Shen berjongkok dan mengelus kepala anak perempuan itu.


" Nama kakak Shen, nama adik cantik siapa? " tanya shen.


" Nama ku lili, kakak hebat bisa membunuh iblis yang kejam itu. Nanti kalau besar lili ingin menjadi seperti kakak " sahut anak perempuan itu.


" Kalau begitu lili harus berlatih bersungguh sungguh agar menjadi kuat, tapi lili tidak boleh hanya berpikir menjadi kuat saja lili juga harus menjadi pintar juga " ucap shen.


" Emmmm " lili menganggukkan kepalanya.


" Aku harus pergi sekarang " ucap shen sambil berjalan meninggalkan kerumunan warga yang masih terus menatapnya.


Shen menoleh kebelakang di lihatnya anak perempuan tadi terus menatapnya sambil meneteskan air matanya.


" Bahkan anak kecil saja tertarik pada mu " mo memperhatikan shen yang terus menoleh kebelakang.


" Aku merasa anak kecil itu memililki tekat yang kuat, aku berharap dia bisa menjadi wanita hebat nantinya " sahut shen.


" Lupakan tentang anak itu, sekarang bagaimana kamu menghadapi iblis yang ingin membalas dendam pada mu. kekuatan mu yang sekarang belum cukup untuk melawan iblis tingkat jendral, apa lagi sampai melawan raja dan ratu iblis " ucap mo lagi.


" Terus aku harus bagaimana?" tanya shen.


" Kita terus saja berjalan, jauh di depan sana ada pagoda kembar untuk kamu meningkatkan kekuatan mu " jawab mo.


" Pagoda kembar itu seperti apa? kenapa aku baru mendengarnya " sahut shen.


" Pagoda kembar terdiri dari dua pagoda yang tidak berjauhan, yang satu bernama pagoda dewa dan yang satu bernama pagoda iblis "


" Pagoda dewa??... Apa mungkin dewa turun ke bumi dan tinggal di dalam pagoda itu " tanya shen.


Mo menepuk jidatnya, kenapa dia harus memiliki murid yang sangat bodoh seperti shen.


" Namanya pagoda dewa tapi bukan berarti dewa yang berada di dalam pagoda itu,


semua hanya manusia biasa tapi berlatih kekuatan yang bisa menjadikan dirinya mempunyai sedikit kekuatan dewa "


" Lalu bagaimana dengan pagoda iblis, apa di dalam pagoda iblis juga hanya manusia yang berlatih kekuatan iblis " sahut shen.


" Pagoda dewa berbeda dengan pagoda iblis, di dalam pagoda iblis memang di tempati semua iblis manusia tidak ada yang berani masuk kedalamnya " ucap mo menjelaskan.


" Berarti aku hanya perlu masuk ke dalam pagoda dewa saja untuk berlatih " sahut shen.


" Tidak bisa, kamu juga harus masuk ke dalam pagoda iblis " sahut shen dengan sangat cepat.


" Itu sama saja aku mengantar nyawa kesana" ucap shen.


" Maka dari itu sebelum kamu masuk ke dalam pagoda iblis kamu harus masuk ke dalam pagoda dewa untuk meningkatkan kekuatan mu, perlu kamu ingat di pagoda dewa tidak berarti tidak ada manusia yang jahat dan berhati kejam " ucap mo mencoba mengingatkan.


" Ya aku akan mengingat nya, berapa lama lagi kita sampai di pagoda kembar?" tanya shen.


" Tidak lama ,mungkin hanya lima jam lagi jika kamu tidak berhenti beristirahat berulang kali " sahut mo