Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 209


Shen yang baru saja menghabisi sembilan puluh prajurit khusus yang terus bergegas pergi menghampiri sheng, sheng yang berjaga tidak jauh dari kerajaan bara membuatnya dengan mudah mengawasi sekitar kerajaan tersebut.


" Bagaimana?" tanya sheng yang melihat shen berjalan mendekatinya.


" Tentu saja sudah ku selesaikan " sahut shen.


" Bagaimana, apa di dalam masih ada pergerakan?" tanya shen balik.


" Sepertinya tidak ada, mungkin saja di dalam tinggal raja itu seorang diri " sahut sheng.


" Heeh baguslah, lagi pula mau seorang diri atau tidak aku akan tetap menghabisinya dan menghancurkan istananya itu " ucap shen.


" Biarkan kami ikut denganmu " sahut putri shie.


" Tidak perlu, aku bisa menyelesaikannya sendiri " ucap shen yang langsung berjalan pergi.


" Kenapa dia tidak ingin kita membantunya " sahut putri yun lie.


" Heeeh, apa kalian masih tidak mengerti juga tugas seorang pria adalah melindungi wanitanya bukan malah sebaliknya " ucap sheng.


" Sudahlah kalian para wanita lebih baik diam saja, lagi pula pertarungan yang sebenarnya belum terjadi " sambung sheng.


" Pertarungan apa lagi maksudmu?" tanya putri shie.


" Nanti juga kalian mengetahuinya " sahut sheng.


Disisi lain raja li ung yang menunggu cukup lama namun tidak ada kabar membuatnya merasa sedikit tenang, raja li ung berpikir panglima perang utamanya berhasil mengalahkan shen dan saat ini dirinya aman.


" Siapa yang kamu tunggu?" tanya shen.


" Apa kamu menunggu penghinatmu itu " sambung shen.


" Kamu bagaimana bisa masuk, di mana prajurit khususku dan panglima perang utamaku " sahut raja li ung yang langsung berdiri.


" Kamu tenang saja aku sudah menghabisi mereka saat ingin melarikan diri, tidak perlu berterima kasih padaku " ucap shen.


" Melarikan diri, tidak itu tidak mungkin, mereka semua setia padaku mereka tidak mungkin menghianatiku dan ingin meninggalkanku sendiri " sahut raja li ung yang tidak percaya perkataan shen.


" Hahahaha, setia, apa kamu berpikir mereka yang sudah tahu kematianmu sudah dekat masih setia padamu, pemikiranmu terlalu naif untuk seorang raja " ucap shen sambil terus tertawa.


" Itu tidak mungkin " sahut raja li ung.


" Sudahlah lupakan prajuritmu yang sudah mati itu, sekarang kematianmu sudah berada di depan mata apa yang akan kamu lakukan " ucap shen.


Benar, apa yang akan ku lakukan sekarang" dalam hati raja li ung.


" Begini saja, biarkan aku hidup maka aku akan menobatkanmu menjadi raja kerajaan bara " sahut raja li ung.


" Aku tidak tertarik menjadi raja, kalau begitu pergilah ke neraka sekarang " ucap shen yang bersiap menarik pedangnya.


" Tunggu, aku bisa memberitahumu siapa yang merencanakan ini semua " sahut raja li ung dengan cepat.


" Aku sudah tahu, perguruan darah di balik ini semua " ucap shen.


" Memang benar perguruan darah, ketua perguruan darah telah menyiapkan sambutan besar untuk menyambut kedatanganmu " sahut raja li ung.


" Sambutan seperti apa?" tanya shen.


" Yang pasti semua sambutan itu untuk menangkapmu, karena anak ketua perguruan darah itu menginginkanmu hidup-hidup " sahut raja li ung.


" Hemmm, aku sudah bisa menduganya tapi semua itu tidaklah penting bagiku " ucap shen.


Wheeeeeeeeeeessssssss...


Shen yang tidak ingin membuang waktu langsung mengayunkan pedangnya, darah yang mengalir dari mata pedangnya membuat shen bergegas pergi.


Shen yang melihat sheng masih di tempat sebelumnya kembali menghampirinya, putri shie dan putri yun lie yang melihat shen kembali bergegas turun menghampirinya.


" Apa benar ini bukan pertarungan sebenarnya?" tanya putri shie.


" Benar " sahut shen.


" Kemungkinan besar iya, maka dari itu kalian berdua harus kembali ke kerajaan aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian " ucap shen.


Wheeeeeeeessssssss...


Angin yang tiba-tiba mengarah padanya membuat shen terdiam, dirinya menyadari angin yang baru saja berhembus bukanlah sembarang angin.


" Ada masalah sebesar ini kamu tidak memberitahuku " ucap suara wanita yang terdengar tidak asing.


Shen yang mendengar suara itu bergegas memutar badannya.


" Ketua xu ling " ucap shen.


" Aku tahu kamu hebat hingga tidak lagi membutuhkan bantuan ku dan semua yang berada di perguruan, tapi apa kamu tahu jika kami semua mengkhawatirkanmu " sahut ketua xu ling.


" Sebenarnya ini hanya masalah kecil, aku bisa menghadapinya ketua tidak perlu khawatir " ucap shen.


" Apa ini sudah selesai?" tanya ketua xu ling.


" Sudah " sahut shen.


" Bohong " ucap putri shie dan putri yun lie serentak.


" Dia akan pergi melanjutkan pertarungannya" ucap putri shie.


" Dia bahkan menyuruh kami pulang karena itu terlalu berbahaya " sambung putri yun lie.


Buuuuuug...


" Sepertinya kamu sudah merasa dirimu hebat ya " ucap ketua xu ling yang langsung memukul pundak shen.


" Bukannya seperti itu ketua " sahut shen yang bingung bagaimana cara menjelaskannya.


" Sepertinya dia sudah tidak menghargai kita " teriak seseorang yang memimpin puluhan murid di belakangnya.


" Go giong kenapa kamu juga kemari?" tanya shen.


" Aku tahu kamu lebih hebat dariku, tapi aku tidak selamah yang kamu pikirkan hingga tidak bisa membantumu " sahut go giong.


" Iya, aku tahu itu tapi aku tidak ingin kalian terlibat karena ini pertarungan pribadi " ucap shen.


" Pertarungan pribadi, apa maksudmu?" tanya ketua xu ling.


" Aku akan pergi ke perguruan darah untuk menyelesaikan semuanya, aku mengambil darah dari pancuran perguruan mereka untuk membangkitkan nagaku, bukannya ketua xu ling juga tahu kalau kesembuhan xieyu mei bergantung sama darah dan sisik naga asli " sahut shen.


" Tapi perguruan darah tidak mudah di hadapi, aliran sesat yang biasa mereka gunakan bisa saja menyakitimu bahkan membunuhmu " ucap ketua xu ling.


" Aku tahu itu ketua tenang saja, lagi pula jika aku tidak menyelesaikannya sekarang mereka tidak akan berhenti, bisa saja mereka nanti mengajak kerajaan lain untuk menyerang atau mungkin mereka juga mengajak perguruan sesat lainnya untuk melawan perguruan langit biru " sahut shen.


" Itu bukan masalah bagiku, intinya aku akan tetap ikut bersamamu " ucap ketua xu ling.


" Maafkan aku ketua xu ling aku tidak bisa membiarkan kalian mengikutiku, tolong kawal mereka sampai ke kerajaan masing-masing aku pergi dulu " sahut shen yang langsung menaiki sheng.


" Keras kepala, bagaimanapun juga aku pasti akan menyusulmu " ucap ketua xu ling.


" Biarkan kami ikut ketua, kmai juga ingin membantunya " sahut putri shie.


" Ini sangat berbahaya, perguruan darah tidak bisa di remehkan aku merasa yang di katakan shen ada benarnya lebih baik kalian pulang saja " ucap ketua xu ling.


" Tidak, kami tidak akan pulang kami akan ikut jika ketua tidak mengajak kami, kami akan mencari jalan sendiri " sahut putri yun lie.


" Haaaah, kalian sama keras kepalanya aku tidak mungkin membiarkan kalian pergi sendiri, baiklah kalian bisa ikut setidaknya masih ada yang menjaga kalian jika pergi bersama ku " ucap ketua xu ling.


" Terima kasih ketua " ucap putri shie dan putri yun lie serentak.


" Go giong tugasmu terus mengawasi istri shen, yang lain kalian harus bisa menjaga diri sendiri jangan sampai terpisah " ucap ketua xu ling yang langsung berjalan pergi.


" Baik ketua " sahut semua murid yang berada di belakang go giong.


Perjalanan yang memang lumayan jauh harus di lewati ketua xu ling dan lainnya, ketua xu ling sengaja mencari jalan yang menurutnya lebih jauh karena sudah pasti mengurangi resiko jebakan musuh yang sangat tinggi.