Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 60


Shen dan xieyu mei melanjutkan perjalanan yang tanpa tujuan.


" Kita akan pergi ke mana " Tanya xieyu mei.


" Aku sendiri masih belum tahu " jawab shen.


Dari jauh shen melihat ada kereta kuda yang berjalan ke arahnya dan menghalangi jalannya.


" Siapa kalian, kenapa menghalangi jalan kami" Shen terlihat sangat kesal.


Seorang wanita turun dari kereta kuda dan menghampiri shen.


" Putri Shie " shen merasa sangat terkejut melihat Putri shie mendatangi nya.


Putri shie merasa tidak senang melihat Xieyu mei berdiri di samping shen.


" Ehem. siapa dia " tanya putri shie sambil menunjuk xieyu mei.


" Nama nya xieyu mei dia teman seperguruan ku " Jawab shen.


xieyu mei tersenyum dan menundukan kepalanya. putri shie terpaksa membalas senyuman xieyu mei untuk menghargai shen.


" kamu mau kemana " tanya putri shie sambil memegang tangan shen.


" Hanya terus berjalan mengikuti langkah kaki ku " jawab shen.


" Apa kamu akan pergi dengan nya terus " putri shie menunjuk Xieyu mei.


" Iya dia akan ikut dengan ku, kemana pun aku pergi " sahut shen.


" Haaah " putri shie menarik nafas dan membuangnya.


Putri shie merasa tidak senang melihat ada wanita lain di samping shen apa lagi sampai mengikutinya kemana pun dia pergi.


" Bisakah kamu mengabulkan satu Permintaan ku sebelum kamu melanjutkan perjalanan mu "


Shen berfikir sejenak, dan menyetujuinya.


" Apa Permintaan tuan putri shie "


" Bisakah kamu menemani ku hingga ke tempat tujuan ku, setelah itu kamu bisa melanjutkan perjalanan mu "


" Baiklah " Jawab shen sambil tersenyum.


Siapa sebenarnya wanita ini, kenapa shen seperti menghormati nya bahkan menuruti kemauan nya " Xieyu mei bicara dalam hati.


" Shen bukan kah kita masih ada tujuan yang yang harus kita selesai kan " xieyu mei menarik tangan shen.


" Xieyu mei ini mungkin tidak butuh waktu lama, kita hanya perlu menemani tuan putri Shie ke tempat tujuan nya setelah itu kita kembali melanjutkan perjalanan "


Xieyu mei merasa sedikit kecewa tapi dia tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya bisa mengikuti kemana pun shen pergi.


Putri shie tersenyum melihat Shen menolak Xieyu mei yang mengajak nya pergi.


" Ayo naik " putri shie menarik tangan shen.


" Xieyu mei kamu naik duluan " shen menarik tangan xieyu mei.


Putri shie mengepalkan tangannya sendiri yang merasa sangat kesal.


Shen duduk di tengah antara xieyu mei dan putri shie yang keduanya memegang tangannya dengan erat.


" Haaaah " Shen hanya bisa menarik nafas dan membuangnya.


Shen tidak tahu kemana tujuan putri shie, shen merasa sedikit menyesal kenapa dia menyetujuinya begitu saja.


Kereta kuda akhirnya berhenti putri shie menarik tangan shen untuk turun dari kereta kuda.


Shen berdiri dan melihat sekeliling nya, istana yang pernah dia datangi tapi kenapa putri shie ke Istana itu dan mengajak nya.


Xieyu mei tidak tahu dia berada di mana, tapi lebih bagus kalau dia dan shen segera meninggalkan tempat itu.


" Kita sudah menemaninya, bisakah sekarang kita pergi " xieyu mei menarik tangan shen.


" ya kita bisa pergi sekarang "


Shen menghampiri putri shie dan berpamitan padanya.


Putri shie tidak tahu harus bagaimana untuk menghentikan shen dia terpaksa membiarkan shen pergi dengan xieyu mei.


Shen dan Xieyu mei berjalan keluar dari istana.


" Apa kamu segitunya tidak ingin bertemu dengan ku " Suara seorang wanita yang tidak asing baginya.


Shen menghentikan langkahnya dan memutar badannya. Putri Yun lie berlari ke arahnya dan langsung memeluk nya.


" Tuan putri Yun lie tidak baik di lihat orang seperti ini " Shen melepaskan pelukan putri yun lie.


Dari belakang putri yun lie Pengeran putra mahkota datang menghampiri nya dan menatap nya.


Shen mengira kalau pangeran Wang lie akan memarahi dirinya yang menerima pelukan adik nya.


" Mengapa kamu tidak memberitahu ku, jika kamu datang ke sini " Pangeran wang lie berdiri di depan shen.


" Aku bukan sengaja ingin datang tapi di jalan aku bertemu putri shie yang meminta ku menemaninya " Jawab shen sambil menggaruk kepalanya.


Sekarang siapa lagi wanita itu, kenapa shen di kelilingi wanita cantik dan terpandang " dalam hati xieyu mei.


Putri Shie menghampiri shen dan menarik tangan kanan nya.


" Bisakah kamu menemani ku menemui yang mulia raja dan yang mulia ratu " Kata putri shie.


" Ayo aku akan membawa mu menemui ayahanda dan ibunda " putri yun lie menarik tangan kiri shen.


Xieyu mei merasa sangat kesal melihat pemandangan di depannya.


Ke dua putri terhormat menarik tangan shen seolah memperebut kan nya.


Xieyu mei yang berdiri di belakang shen perlahan berjalan maju dan memeluk shen dari belakang.


" Bisakah kita melanjutkan perjalanan, apa kamu sudah lupa sama tujuan kita " Bisik xieyu mei.


Shen tidak tahu harus bagaimana, jika dia langsung pergi sama saja dia tidak menghargai yang mulia raja dan ratu karena dia belum menghadap dan memberi salam hormat.


" Bisakah kalian melepaskan ku, aku tidak mungkin bisa bertemu yang mulia raja dan ratu jika seperti ini "


Xieyu mei melepaskan pelukannya.


putri shie dan putri yun lie juga melepaskan tangannya yang menarik tangan shen.


aku sungguh iri dengan nya. " dalam hati pangeran wang lie.


Shen menarik tangan xieyu mei dan membawanya masuk ke dalam istana.