Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 201


Wheeeeeeeeeeessssssss...


Sheng yang sudah tidak tahan ingin menghabisi wu gi langsung menyerangnya, kukunya yang sangat panjang langsung di arahkannya ke wu gi.


" Jangan hanya menghindar, kalau berani lawan aku " ucap sheng.


" Sejujurnya aku bukan tidak ingin melawanmu aku hanya kasihan dengan tubuh yang kamu gunakan itu " sahut wu gi.


" Jangan banyak alasan " ucap sheng.


" Haaaaah, baiklah karena kamu yang meminta aku akan melawanmu tapi jangan pernah menyalahkanku jika tubuh yang kamu pakai itu terluka " sahut wu gi.


Wheeeeeeeeeeessssssssss...


Wheeeeeeeeeeeeesssssssssss...


Sheng yang tidak ingin mendengarkan omong kosong wu gi kembali menyerangnya, kukunya yang sudah mengeluarkan kekuatan penuh langsung di arahkan ke wu gi berulang kali.


Bruuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaak...


Wu gi yang melihat celah bergegas memukul sheng hingga terlempar.


" Sudahlah menyerah saja, kasihan tubuh yang kamu gunakan itu " ucap wu gi.


" Heeeeh, pukulanmu tidak berpengaruh padaku " sahut sheng.


" Benar juga sisik nagamu pasti melindungi tubuh itu " ucap wu gi.


Haaaaaaaaah...


Whuuuuuuuuuuuussssss...


Sheng yang berjalan mendekati wu gi langsung menyemburkan apinya.


" Aduh apimu ini ternyata masih sama lemahnya sama yang dulu " ucap wu gi yang menghalangi serangan api sheng menggunakan kipas di tangannya.


" Kipas Dewa itu ternyata masih ada, tidak heran kamu juga masih hidup sampai sekarang " sahut sheng.


" Benar kata pepatah yang pernah ku dengar, Orang baik lebih cepat mati sedangkan orang jahat akan mati sangat lambat " sambung sheng.


" Hahahaha, ternyata naga sepertimu juga pernah mendengar pepatah seperti itu " ucap wu gi sambil terus tertawa.


Haaaaaaaaah...


Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...


Sheng yang melihat wu gi tertawa langsung menyemburkan apinya.


" Lumayan panas ternyata semburan apimu, sangat di sayangkan aku tidak terbakar seperti perkiraanmu " ucap wu gi sambil mengibaskan tangannya yang masih keluar asap.


" Sudah kita bukan lawannya " ucap mo.


" Tapi aku ingin membunuhnya " sahut sheng.


" Jalan satu-satunya hanya shen yang bisa membantu kita " ucap mo lagi.


" Kamu benar " sahut sheng yang langsung keluar dari tubuh shen.


" Jangan dengarkan apa katanya, semakin lama kamu menyatukan semuanya semakin kecil harapanmu untuk menyelamatkan wanita mu " bisik mo.


" Tapi dia tidak akan membiarkanku " sahut shen.


" Aku yang akan keluar melawannya, kamu teruslah menyatukan tulang dan darah itu " ucap sheng.


" Baiklah " sahut shen.


" Sudahlah nak, aku sebenarnya tidak ingin bertarung denganmu cepat berikan tulang dan darah itu padaku " ucap wu gi yang melihat tubuh shen kembali seperti semula.


" Sekali lagi aku katakan aku tidak akan memberikannya padamu " sahut shen.


" Lagi-lagi kamu memaksaku " ucap wu gi yang terlihat sangat kesal.


" Kalau begitu terima ini nak " sambung wu gi yang langsung melempar serangannya ke shen.


Wheeeeeeeeeesssssssssss...


Duuuuuuuuuuaaaaaaaarrrrrrrrrr...


Wu gi yang yakin serangannya mengenai shen langsung tersenyum.


" Coba saja dari awal kamu memberikannya padaku, aku tidak perlu mengeluarkan serangan sebesar itu " ucap wu gi sambil menggelengkan kepalanya.


" Apa kamu berpikir aku akan membiarkanmu membunuhnya " sahut sheng.


" Kamu lagi, aku kira kamu sudah menyerah " ucap wu gi.


" Sejak kapan aku dengan mudah menyerah " sahut sheng.


" Walau begitu kamu yang hanya spritual dalam tubuh manusia, apa kamu berpikir bisa mengalahkanku " ucap wu gi.


" Tidak, aku tidak berpikir bisa mengalahkanmu tapi setidaknya aku akan berusaha " sahut sheng.


" Bagus semangat mu sama seperti dulu aku menyukainya, kalau begitu tunjukan padaku sebesar apa kekuatanmu " ucap wu gi sambil tersenyum.


" Kamu harus cepat menyatukannya, aku mungkin tidak bisa menahannya lebih lama " ucap sheng yang bertelepati pada shen.


" Aku akan berusaha " sahut shen.


Shen yang melihat wu gi dan sheng terus bertarung langsung mengeluarkan ketiga apinya, Shen mencoba menggabungkan ketiga apinya menjadi satu menggunaka kekuatan yang di milikinya.


Shen yang melihat sheng tidak bisa bertahan lebih lama lagi kembali melihat keketiga apinya, api yang belum berhasil menyatu semua membuat shen ragu apa sheng masih bisa bertahan.


" Apa kamu masih bisa bertahan " ucap shen yang bertelepati.


" Sudah tidak bisa, tapi aku akan tetap berusaha " sahut sheng.


Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...


Sheng kembali menyemburkan apinya walau dia tahu apinya tidak berpengaruh pada wu gi.


" Apa hanya ini yang kamu bisa " ucap wu gi.


" Tidak masih ada lagi " sahut sheng.


" Kalau begitu cepat keluarkan, aku sudah tidak ingin bermain-main lagi denganmu " ucap wu gi.


" Kalau begitu terima ini " sahut sheng yang langsung membuka mulutnya lebar-lebar.


Wheeeeeeeeeeessssssssss...


Duuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaarrrrrrr...


Sheng yang mengeluarkan api hitamnya langsung membuat ledakan di udara yang sangat besar.


Tepat setelah sheng mengeluarkan api hitamnya ketiga api shen perlahan menyatu, shen yang melihat apinya mulai menyatu sempurna langsung melemparkan tulang dan darah yang baru di ambilnya dari kotak ruangnya.


Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...


Whuuuuuuuuuuuuuuuussssssssssss...


Shen yang sudah melemparkan tulang dan darah membuat api di depannya membesar, Wu gi yang melihat penyatuan pembentukan wujud naga hampir berhasil bersiap memadamkan apinya.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaak...


Sheng yang melihat wu gi pergi ke arah shen bergegas mencengkramnya dan melemparnya.


" Aku tidak akan membiarkanmu mengganggunya " ucap sheng.


" Kenapa kamu bersikeras, apa jangan-jangan kamu merencanakan sesuatu " sahut wu gi.


" Hahahaha, nanti juga kamu akan tahu " ucap sheng yang tiba-tiba menghilang.


Sheng dan mo yang sudaha bersiap menjadi satu langsung masuk ke dalam kobaran api.


" Sial, aku tidak akan membiarkannya begitu saja " teriak wu gi yang langsung memanggil awan hujan.


Shen yang melihat wu gi membaca mantra pemanggil hujan langsung terbang ke arahnya.


" Aku tidak akan membiarkanmu menggagalkannya " ucap shen.


Wheeeeeessssssssss...


" Aku tidak ingin bermain-main denganmu, semua karena kamu aku gagal menghalangi penyatuan wujud naga itu " teriak wu gi sambil menyerang shen.


" Itu bukan salahku, salahmu sendiri kenapa tidak mengambilnya dari ku " sahut shen yang langsung menghindari serangan wu gi.


" Angin memanggil awan, awan memanggil hujan, Hujan badai hujan petir datanglah " teriak wu gi yang menyambung bacaan mantranya.


Jheeeeeeeddddddaaaaaaarrrrrr...


Jheeeeeeeeeddddddaaaaaaaarrrrrr...


Suara petir yang di sambut dengan hujan deras mengguyur membuat shen terdiam, shen hanya bisa menatap api yang mulai terkena air hujan.


" Rencanamu tidak akan berhasil " ucap wu gi sambil tersenyum.


" Sial, apa ini artinya usahaku sia-sia saja, bagaimana dengan xieyu mei " ucap shen dengan suara pelan.


Wheeeeeeeessssssss...


Wheeeeeeeeeeesssssssssss...


Angin kencang yang tiba-tiba berhembus di tengah hujan membuat wu gi terkejut, wu gi yang melihat naga api yang sebenarnya telah berhasil memiliki wujud hanya bisa diam.


" Aku tidak akan mengecewakanmu " ucap sheng yang langsung menghampiri shen.


" Tidak, kenapa masih bisa menyatu harusnya air hujan mencegah wujudmu menyatu " sahut wu gi yang masih tidak percaya.


" Kamu terlambat " ucap sheng yang terlihat puas.


" Hahahaha, akhirnya ada waktuku untuk membalasmu kali ini " sambung sheng sambil terus tertawa.


" Kalau begitu cobalah " sahut wu gi.