
Memang benar pasti sesuatu sedang terjadi di dalam, kalau pengamatanku benar sheng pasti sedang tidak berdaya sekarang" dalam hati ketua xu ling.
" Ini aneh ketua, gerbang tidak bisa di buka sepertinya sesuatu menahannya dari dalam " ucap go giong.
" Coba gunakan energi kalian, kumpulkan menjadi satu kita arahkan ke gerbang itu " sahut ketua xu ling.
" Baik ketua " jawab yang lainnya serentak.
" Semua sudah siap ketua " teriak go giong.
" Terbuka " ucap ketua xu ling yang langsung mengarahkan energinya ke gerbang di depannya.
Braaak...
Braaaaak...
Seluruh energi murid yang di tambah energi go giong membuat gerbang sedikit demi sedikit terbuka, putri shie dan putri yun lie yang tidak ingin hanya diam saja bergegas mengeluarkan energinya.
Duuuuuuaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr...
Suara ledakan dari dalam perguruan darah membuat gerbang langsung terbuka, Gladi yang menyadari sesuatu sedang terjadi bergegas pergi.
" Sial kalian menghancurkan perguruan kami " teriak ketua perguruan darah yang terlihat sangat marah.
" Ada apa ayah?" tanya gladi yang tiba-tiba berdiri di belakang ayahnya.
" Tidak tahu dari mana asalnya, mereka berani menerobos perguruan kita " sahut pria tua itu.
" Beraninya kalian " teriak gladi.
" Ketua itu naga shen " ucap putri shie yang melihat naga shen masih terbaring lemah.
" Lalu di mana shen?" tanya putri yun lie.
" Di mana shen?" tanya ketua xu ling dengan nada tinggi.
" Heeeh, untuk apa kalian mencari calon suamiku " sahut gladi.
" Apa calon suami " sahut putri shie dan putri yun lie serentak.
" Gladi apa kamu melupakan sesuatu, cepat cari pria itu sekarang kekuatannya sudah kembali pulih, dia bisa saja melarikan diri lagi " ucap pria tua itu.
" Ahhhhh, kenapa aku bisa melupakannya, ini semua karena kalian tunggu saja " sahut gladi yang bersiap kembali ke kamarnya.
" Sudah terlambat " ucap shen yang tiba-tiba berdiri di belakang gladi.
" Sheng bangunlah " teriak shen.
Hooooooooooeeeeeeerrrrrrr...
Auman keras dari sheng membuat perguruan darah bergetar hebat.
" Terima kasih ketua sudah datang, padahal sebelumnya aku yang melarang kalian untuk mengikutiku " ucap shen yang langsung berpindah ke samping ketua xu ling.
" Dasar ceroboh, bagaimana bisa kekuatanmu yang sudah melebihi aku malah bertindak tanpa berpikir " sahut ketua xu ling.
" Itu benar-benar kesalahanku, maafkan aku " ucap shen sambil menundukan kepalanya.
" Terima kasih juga untuk kalian " sambung shen sambil menatap go giong dan murid di belakangnya.
" Kamu calon suamiku cepat kembali padaku, sebentar lagi kita akan menikah " ucap gladi sambil menatap shen.
" Calon suami apa " teriak putri shie yang langsung menarik pedangnya.
" Jika kamu ingin menikahinya langkahi dulu mayat kami berdua " sambung putri yun lie yang juga menarik pedangnya.
" Kalian berdua tenanglah, dia bukan lawan kalian " sahut shen.
" Heeeeh, memangnya kalian berdua siapa kenapa aku harus mengotori tanganku membunuh kalian dan melangkahi mayat kalian berdua " ucap gladi.
" Kami istrinya " sahut putri shie dan putri yun lie serentak.
" Hahahaha " gladi yang mendengar perkataan putri shie dan putri yun lie tertawa keras.
" Aku tidak berpikir dia mau menikahi putri kerajaan yang lemah seperti kalian berdua " ucap gladi.
" Tapi memang benar mereka berdua adalah istriku " sahut shen.
" Aku memiliki tiga istri itu juga yang menjadi alasan kenapa aku tidak bisa menikah denganmu " sahut shen.
" Tiga istri kamu bilang, Hahahaha. Apa itu caramu untuk membuat ku menyerah, tapi sepertinya kamu akan kecewa karena aku tidak akan memercayai itu " ucap gladi.
" Sepertinya waktu yang sangat baik telah tiba, kemarilah aku berjanji akan melepaskan mereka hidup-hidup hari ini juga " sambung gladi.
" Aku tidak bisa menikah denganmu, ku pertegas sekali lagi sampai kapanpun aku tidak akan menikah denganmu " teriak shen.
" Beraninya kamu menolakku, kalau begitu aku akan membuat mereka mati di depan matamu " ucap gladi yang terlihat sangat marah.
" Gladi tenanglah, jika kamu marah semua yang berada di dalam perguruan akan terkena imbasnya " sahut ketua perguruan darah.
" Aku tidak perduli, bagaimanapun juga mereka semua harus mati " teriak gladi yang langsung mengeluarkan aura iblisnya.
" Aura hitam yang sangat kuat kalian semua kemarilah, jangan ada yang berpencar menjauh " teriak ketua xu ling.
" Kalian berdua tunggu apa lagi cepat mendekat ketua xu ling " ucap shen.
Putri shie dan putri yun lie yang mendengar perkataan shen bergegas ke arah ketua xu ling, ketua xu ling yang merasakan aura hitam semakin membesar langsung mengaktifkan susunan pelindung dewi miliknya.
Shen yang terus menatap ketua xu ling merasa ragu, apa hanya dengan susunan pelindung itu mereka semua akan aman.
" Tidak itu masih belum cukup, aura hitam yang di keluarkan saja sudah sekuat itu bagaimana dengan serangannya " ucap sheng.
" Kamu benar " sahut shen yang langsung melempar kedua api sucinya ke arah ketua xu ling dan yang lainnya.
Ketua xu ling yang melihat shen melempar kedua api sucinya untuk melapisi susunan pelindungnya menjadi semakin tenang, ketua xu ling tahu aura hitam yang di keluarkan gladi pasti akan bertambah dan terus bertambah.
" Kamu berpikir itu bisa menyelamatkan mereka, heeeeh, sepertinya kamu sangat meremehkan ku " ucap gladi yang menatap ke arah shen.
" Hanya aura hitam saja apa yang perlu di takutkan " sahut shen.
" Kamu benar-benar membuatku marah, akan ku buktikan padamu kalau aura hitam yang ku miliki bisa membunuh mereka semua " teriak gladi.
" Buktikan saja " sahut shen dengan santai.
Arrrrrrrrrrkkkkkhhhh...
Teriak gladi yang semakin mengeluarkan aura hitam pekat dari dalam tubuhnya.
" Kamu membuatnya semakin marah, sekarang susunan itu di tambah dua api pelindungmu tidak akan bertahan lama " ucap sheng.
" Kamu lebih baik keluarkan api keabadianmu untuk menambah pelindungan " sambung sheng.
" Baiklah " sahut shen yang langsung melemparkan api keabadiannya ke arah ketua xu ling.
Gladi yang sudah mengeluarkan seluruh aura hitam dari tubuhnya merasa heran, selama ini tidak ada satupun yang bisa menahan aura hitam yang di keluarkan dari dalam tubuhnya.
" Kamu berhasil menahan aura hitamku tapi itu bukan berarti kamu bisa berhasil menahan seranganku " ucap gladi yang terlihat semakin marah.
" Shen masuklah, kamu belum tentu bisa menerima serangannya " teriak ketua xu ling.
" Jika aku masuk dan berlindung untuk apa aku kemari, tujuanku menyelesaikan semuanya ketua tidak perlu menghawatirkanku " sahut shen.
" Hahahaha, bagus, kalau begitu terima ini " ucap gladi yang langsung menghilang dari tempatnya.
Booooooom...
Duuuuuuuuuuuaaaaaaaaaarrrrrrrr...
Gladi yang sudah menyiapkan gumpalan hitamnya yang terbuat dari darah langsung mengarahkannya ke shen.
" Shen " teriak putri shie dan putri yun lie serentak.
" Hahahaha, gumpalan yang terbuat dari darahku bisa membuat ledakan yang sangat dahsyat, sayang sekali kamu harus mati dengan cara seperti itu " ucap gladi.
" Mati dengan cara mudah seperti itu tidak mungkin terjadi padaku " sahut shen yang tiba-tiba berdiri di kejauhan sambil menatap gladi.
" Memang benar itu tidak mungkin terjadi padamu sebenarnya, tapi bukan berarti aku tidak memiliki cara untuk membunuhmu " ucap gladi.
" Hemmmm, kalau seperti itu sepertinya hanya bisa membunuhmu dengan menyerap habis darahmu " sambung gladi.
" Gladi kamu lebih baik pikirkan lagi, jika menggunakan cara seperti itu kami juga akan mati " sahut pria tua itu yang terkejut mendengar perkataan gladi.
" Heeeeh, aku tidak perduli " ucap gladi sambil tersenyum.