
Ketua kou angxi merasa tidak percaya kedatangannya untuk menyerang di sambut di perguruan Diyu zi, tanpa banyak banyak berpikir kou angxi meminta muridnya bersiap menyerang setelah dirinya gagal meminta yi lieng kembali ke perguruannya.
" Aku akan memberikan satu kesempatan untuk perguruan Diyu zi, serahkan yi lieng pada ku maka aku akan meminta murid ku untuk mundur " teriak ketua kou angxi dengan tegas.
" Aku tidak akan membiarkan kamu membawa putri ku apa pun yang terjadi " sahut ayah yi lieng.
" Hahahaha, bagus sekarang perguruan Diyu zi sudah berani melawan perguruan Angxi kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi " ucap kou angxi sambil tertawa.
" Semua bersiap malam ini kita harus meratakan perguruan Diyu zi dengan tanah " teriak kou angxi dengan lantang.
Shen yang mendengar pembicaraan kedua ketua langsung meminta sheng untuk keluar.
Wheeeeeeeeeesssssssssssss...
Wheeeeeeeeeeeeessssssssssss...
Semburan api dari mulut sheng menjadi penerang gelapnya malam.
Ketua kou angxi yang melihat spiritual naga terbang di gelapnya malam sambil terus menyemburkan apinya merasa sangat terkejut, kou angxi tidak menyangka perguruan Diyu zi memiliki pengendali spiritual.
Dari mana datangnya pengendali spiritual naga ini, kenapa aku baru melihatnya " dalam hati kou angxi.
" Heh dia bukanya pria yang kita temui saat mengejar yi lieng " tanya seorang pria ke temannya.
" Benar, ternyata pria itu sudah membohongi kita " sahut teman pria itu.
Ketua kou angxi yang mendengar pembicaraan muridnya menjadi sangat yakin kalau shen adalah pengendali spiritual.
" Kalian serang dan hancurkan perguruan Diyu zi, biar aku yang melawan anak muda itu " ucap ketua kou angxi memerintah muridnya.
" Serang " teriak murid perguruan Angxi serentak sambil berlari.
" Ketuanya mengincar mu berhati hatilah " bisik mo.
" Kamu tenang saja " sahut shen yang langsung menarik pedangnya.
Shen memperhatikan seluruh murid perguruan Diyu zi yang bertarung dengan sangat serius, shen juga tak luput memperhatikan ketua kou angxi yang berjalan ke arahnya.
" Ini bukan masalah mu, kenapa kamu bersedia ikut campur " ucap ketua kou angxi sambil menatap shen.
" Tidak masalah aku sangat suka ikut campur urusan orang lain " sahut shen.
" Kalau begitu jangan salahkan aku " ucap ketua kou angxi yang terlihat sangat marah.
Wheeeeeesssssss...
Duuuuuuuuuaaaaaarrrr...
Ketua kou angxi langsung mengibaskan tangannya ke arah shen hingga membuat ledakan, shen yang sudah memakai kedua jurus pelindungnya berjalan dengan santai keluar dari sisa ledakan menghampiri ketua kou angxi.
" Hanya serangan seperti itu tidak akan membuat ku terluka " ucap shen sambil menepuk pundak ketua kou angxi.
" Sombong, terima ini " teriak ketua kou angxi sambil mengarahkan sebuah belati berukiran phoenix.
Shen yang melihat ketua kou angxi ingin menyerangnya dengan belati bergegas melompat menghindar dengan sangat cepat, ketua kou angxi yang merasa kesal serangannya tidak mengenai shen langsung melemparkan belatinya ke arah shen.
Shen yang melihat belati ketua kou angxi terus terbang mengikutinya merasa mulai kelelahan, shen berpikir belati ketua kou angxi pasti bukan sembarang belati.
" Belati itu memiliki jiwa phoenix yang tersegel di dalamnya, mari kita lakukan hal yang sama seperti pisau jiwa milik pangeran putra mahkota " bisik mo.
Saatnya pertunjukan yang bagus " dalam hati shen.
Shen langsung mengambil belati ketua kou angxi lalu meneteskan darahnya ke atas belati itu dan menggenggamnya menjadi satu dengan pedangnya, perlahan cahaya yang menerangi ukiran phoenix di belati ketua kou angxi mulai memudar dan menghilang.
Shen yang berhasil menyegel jiwa phoenix di pedangnya langsung tersenyum dan berjalan santai menghampiri ketua kou angxi.
" Ku kembalikan belati mu ini " ucap shen sambil melemparkan belati ketua kou angxi ke tanah.
Kou angxi yang melihat belatinya tertancap di tanah bergegas mengambilnya dan memperhatikan belatinya dengan teliti.
" Kurang ajar, kembalikan jiwa phoenix belati ku " teriak ketua kou angxi.
" Kenapa aku harus mengembalikannya " sahut shen dengan santai.
" Cari mati, akan ku habisi kamu " teriak ketua kou angxi sambil mengepalkan tangannya.
Jurus amarah leluhur angxi " teriak ketua kou angxi sambil mengarahkan serangannya ke shen.
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrr....
Ledakan yang sangat dahsyat hingga membuat tanah bergetar, tepat mengenai di mana shen berdiri.
" Hahahaha, matilah kau yang sudah mencari masalah dengan ku " teriak ketua kou angxi sambil terus tertawa.
Ketua kou angxi tidak menyadari sebelum dirinya menyerang sheng yang terbang di atas shen langsung menghadang serangannya, sheng kembali terbang di atas shen yang berjalan mendekati ketua kou angxi.
" Ini tidak mungkin " ucap ketua kou angxi yang merasa tidak percaya serangannya tidak membuat shen terluka.
" Kamu melupakan aku memilikinya " ucap shen yang menunjuk atasnya.
" Hahahaha, kenapa aku bisa melupakannya.
Tapi kamu jangan senang dulu kamu lihat perguruan Diyu zi yang sudah tidak mampu lagi melawan murid ku " sahut ketua kou angxi sambil menunjuk ayah yi lieng dan murid perguruan Diyu zi yang sudah tidak sanggup melawan.
Shen yang melihat ke arah ayah yi lieng membuat ketua kou angxi mengambil kesempatan untuk melarikan diri.
" Aku akan datang lagi kamu jangan senang dulu " ucap ketua kou angxi sebelum melarikan diri.
Setelah ketua kou angxi melarikan diri sebagian murid perguruan Angxi pun ikut melarikan diri, shen yang melihat ayah yi lieng terluka bergegas menghampirinya dan membantu melawan murid perguruan Angxi yang tersisa.
Peperangan yang panjang di malam hari akhirnya berhasil diselesaikan, shen yang melihat puluhan murid perguruan Diyu mati menggenaskan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Shen membantu ayah yi lieng berdiri dan membawanya ke ruang pengobatan, shen juga tidak lupa membantu beberapa murid yang sedang terluka dan mengobatinya.
" Apakah perang sudah berakhir?" tanya kakek yi lieng yang terbaring di ruang pengobatan.
" Sepertinya berakhir untuk malam ini, tidak tahu dengan hari esok " sahut shen.
" Menurutku penyerangan yang sebenarnya baru akan di lakukan besok, malam ini hanya mencoba mencari kelemahan perguruan Diyu zi saja " sambung shen.
" Lalu bagaimana, ayah yi lieng dan beberapa murid terluka parah tidak mungkin bagi mereka bisa melawan " ucap kakek yi lieng.
" Walaupun aku harus mati aku tidak akan membiarkan putri ku di bawa mereka " sahut ayah yi lieng.
" Kalian beristirahat saja, akan ku coba memikirkan cara lain " sahut shen yang berjalan keluar ruangan.
Shen yang keluar dari ruang pengobatan bergegas mengobati lukanya, serangan belati ketua kou angxi ternyata membuat beberapa luka tembus ke bagian dalam organ tubuhnya.