
" Karena cara baik tidak bisa membuatmu menyerahkannya aku tidak memiliki pilihan lain " ucap wu gi.
Wheeeeeeeeeessssssssss...
Wu gi mengayunkan tangannya ke arah shen, shen yang melihatnya wu gi menyerangnya dari jarak jauh bergegas menghindar.
Duuuuuuuuuuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrr...
Ledakan dahsyat dari serangan wu gi membuat shen tersenyum sendiri.
" Cih, aku tidak menyangka kamu begitu kuat, Kenapa dari awal tidak kamu tunjukan aura kekuatanmu " ucap shen.
" Heeeh itu tidak perlu, lagi pula kamu berhasil menghindar hanya karena kebetulan " sahut wu gi.
Cettttaaaaak...
Shen yang mendengar perkataan wu gi langsung menjentikan jarinya.
Brrrrraaaaaaaaaak...
Brrrrrrrraaaaaaaaaak...
Tanah yang tiba-tiba membentuk tombak di bawah wu gi membuat wu gi terus melompat menghindar.
" Ternyata kamu sudah berada di tingkat langit tahap semesta, pantas saja kamu tidak takut setelah melihat seragan pertamaku " ucap wu gi.
" Mungkin bisa di bilang pertarungan ini akan menjadi sia-sia, aku menyarankan kamu untuk menyerah saja " sahut shen.
" Apa, menyerah. Hahahaha " ucap wu gi sambil terus tertawa.
" Kamu tidak pantas berkata seperti itu padaku " sambung wu gi.
" Kalau begitu mari kita lanjutkan " sahut shen yang langsung menarik pedangnya.
Wheeeeeeeeeesssssssssss...
Wheeeeeeeeeeeesssssssssss...
Shen yan baru manarik pedangnya langsung melompat menyerang wu gi berulang kali.
" Teruskan apa hanya ini yang kamu bisa " ucap wu gi.
" Tidak, aku juga bisa melakukan ini " sahut shen yang menggunakan mata iblis legendanya dan langsung menyerang wu gi.
Wheeeeeeeessssssss...
Wheeeeeeeeeeessssssss...
Shen yang sudah mengetahui pergerakan wu gi terus menerus menyerangnya, anehnya walau telah mengetahui pergerakan wu gi serangan shen tidak ada satupun yang mengenainya.
" Ayolah keluarkan semua yang kamu bisa " ucap wu gi sambil tersenyum.
Shen yang merasa kesal memutuskan untuk menggunakan jurusnya, shen berpikir serangan langsung tidak berguna untuknya mungkin saja jurusnya bisa membantu.
" JURUS HALILINTAR " teriak shen.
Jheeeeeeddddddaaaaaarrrrr...
Jheeeeeeeeeddddddaaaaarrrrrr...
Halilintar yang bersahut-sahutan langsung menyambar wu gi, shen yang mengira jurus halilintarnya berhasil langsung turun ke bawah.
" Fuuuuuuuu, jurusmu hanya menggelitikku apa kamu sudah tidak memiliki jurus lain " ucap wu gi.
Shen yang melihat wu gi baik-baik saja merasa sangat terkejut, shen tidak menyangka wu gi ternyata lebih kuat dari perkiraannya.
Sepertinya ada yang aneh, bagaimana bisa dia bahkan tidak terluka sedikitpun" dalam hati shen.
" Tingkat pelatihannya tidak kelihatan, aku ragu kamu bisa mengalahkannya " sahut mo.
" Kalau begitu aku hanya bisa terus mencoba" ucap shen.
" Keluarkan semua yang kamu bisa, tapi jangan keluarkan ketiga apimu itu " sahut mo.
" Baik aku mengerti " ucap shen.
" Apa kamu sudah ingin menyerah, sebenarnya menyerah sekarang juga belum terlambat " ucap wu gi sambil tersenyum menatap shen.
" Dalam kamus besarku tidak ada kata menyerah " sahut shen.
" Apa itu kamus besar?" tanya wu gi yang tidak mengerti perkataan shen.
" Luar biasa, perkataanmu membuatku merasa takjub, kalau begitu mari kita lanjutkan dan sekarang giliranku yang menyerang " sahut wu gi.
Wu gi yang tersenyum menatap shen langsung melemparkan serangan jarak jauhnya.
Duuuuuuuuuaaaaaaaaaarrrrrrrrrr...
Ledakan dahsyat dari serangan wu gi tepat di mana shen berdiri, wu gi tersenyum kecil karena dia tahu shen pasti bisa menghindar dengan mudah.
" Aku tahu kamu tidak mungkin mati secepat itu " ucap wu gi.
" Heeh, tentu saja. Kalau aku mati siapa yang akan mengembalikan wujud nagaku dan kalau aku mati sekarang siapa yang akan menyembuhkan xieyu mei " sahut shen.
" Ku akui seranganmu tadi sangat berbahaya, jika aku terlambat menghindar kemungkinan besar aku akan terluka parah " sambung shen.
" Tentu saja itu karena perbedaan kekuatan di antara kita cukup jauh, jadi lebih baik kamu menyerah saja serahkan tulang darah dan ketiga apimu itu " ucap wu gi.
" Menyerah itu tidak mungkin, aku akan mengeluarkan seluruh kekuatanku " sahut shen.
" JURUS PEDANG TANPA BAYANGAN " teriak shen yang langsung mengayunkan pedangnya.
Wheeeeeeeeeeesssssssssss...
Jurus yang baru di keluarkan shen langsung masuk ke dalam kipas yang di buka wu gi.
Shen yang melihat seakan tidak percaya, bagaimana bisa serangannya menghilang masuk kedalam kipas.
" Sudahlah tidak perlu membuang waktu, kamu tidak mungkin menang melawanku " ucap wu gi yang lagi-lagi tersenyum.
" Sebenarnya siapa kamu, kenapa kamu bersikeras ingin menghalangiku " sahut shen.
" Haaaah, kalau begitu aku langsung saja jujur padamu " ucap wu gi yang langsung turun ke tanah.
" Nama asliku adalah Wu gian, dan ini adalah wujudku yang sebenarnya " sambung wu gi yang langsung berubah wujud menjadi pria tua.
" Pria itu, aku sudah bisa menduganya " ucap sheng yang terlihat sangat marah.
" Kenapa kamu ingin menghentikanku membangkitkan kembali naga?" tanya shen.
" Kalau aku membiarkanmu untuk apa aku harus bersusah payah menghilangkan wujudnya, Aku tidak ingin masa lalu terulang kembali " ucap wu gi.
" Apa maksudmu?" tanya shen.
" Sebelum spiritual naga itu berada di dalam tubuhmu dia dulu adalah hewan spiritual terkuat di dunia, karena merasa paling kuat dia tidak bisa menghentikan nafsunya untuk terus membunuh " sahut wu gi.
" Karena itu dulu aku menghancurkan wujudnya dan membelah rohnya menjadi dua, aku juga sengaja memasukan satu rohnya di dalam pedang dan yang satu ku tanam di dalam tubuhmu " sambung wu gi.
" Tapi itu dulu, bukannya siapa saja bisa berubah " ucap shen.
" Aku tahu siapa saja bisa berubah tapi jika dia kembali mendapatkan wujudnya aku takut dia mengulangi kesalahan yang sama " sahut wu gi.
" Tapi " ucap shen.
" Sudahlah aku tidak ingin berdebat atau betarung lagi denganmu, serahkan tulang darah dan ketiga apimu itu " sahut wu gi.
" Aku tidak bisa " ucap shen.
" Kamu sama keras kepalanya dengan naga itu, aku menyesal sudah memilihmu " sahut wu gi.
Arrrrrrrrkkkkkkkkkhhhhhhhhh....
Sheng yang memaksa mengambil alih tubuh shen membuat shen merasa kesakitan dan langsung berteriak.
" Hahahahaha, pantas saja aku merasa tidak asing ternyata benar itu kamu " ucap sheng.
Wu gi yang melihat tubuh shen di penuhi sisik naga hanya tersenyum tipis.
" Bagaimana apa kamu merindukanku " sahut wu gi.
" Aku sangat merindukanmu, apa kamu tahu aku rindu ingin balas dendam padamu " ucap sheng.
" Hahahaha, apa kamu sedang bercanda padaku " sahut wu gi.
" Kamu yang masih memiliki wujud dengan kekuatan yang sangat hebat saja tidak bisa mengalahkanku, apa lagi kamu yang sekarang " sambung wu gi.
" Heeeeh, dulu aku hanya tertipu kali ini aku tidak akan tertipu kedua kalinya " ucap sheng.
" Benarkah, kalau begitu aku menantikan pertarungan itu tapi apa kamu akan bertarung menggunakam tubuhnya, bagaimana jika aku membuat tubuhnya hancur tanpa sengaja " sahut wu gi sambil tersenyum.
" Selagi ada aku, jangan bermimpi bisa membunuhnya, kali ini aku akan membalas yang sudah kamu lakukan padaku " ucap sheng yang bersiap menyerang.