Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Pembeberan Bukti Bukti



🌺🌺🌺


Asrul menghubungi pengacara keluarganya selepas dari rumah Nayla. Ia ingin tahu syarat apa yang di butuhkan agar dia mampu memenangkan hak asuh anak nya.


Namun yang di hubungi tak kunjung menjawab, akhir nya Ia hanya mengirim pesan singkat.


" Hubungi aku kalau tidak sibuk, ada yang penting. " Pesan yang di tulis Asrul.


Ia mengintip di balik tirai setelah mendengar ada suara mobil memasuki halaman rumah nya.


" Siska, akhir nya kamu pulang juga. " Gumam Asrul


Ia memilih berdiri di samping jendela kamar memandang keluar sembari menunggu kedatangan Siska.


" Dari mana saja kamu ?. " Tanya Asrul dengan suara berat, ketika Siska baru saja menginjakkan kaki nya di lantai kamar yang mereka tempati bersama.


Siska sangat terkejut mendengar suara Asrul tidak seperti biasa nya, namun Ia pura pura tidak tahu.


" Ke tempat teman. " Jawab Siska acuh.


Asrul mulai meradang, yang Ia inginkan Istri nya itu berkata jujur namun nyata nya tidak.


" Di RS.....!. "


Siska lagi lagi terkejut karena Asrul mengetahui kalau diri nya berada di RS.


" I ya, aku menjenguk nya. Dia kemarin terluka parah ketika bersama ku, maka nya aku yang membawa nya ke RS. " Jawab Siska tidak ingin mengelak lagi, karena pasti akan ketahuan, begitu pikir nya.


" Bersama mu kata mu, bukan kah kemarin kamu mengatakan teman mu itu nama nya Intan berarti dia perempuan. Kenapa cepat sekali berubah nama dan jenis. Bukan kah yang kamu temui di RS itu seorang Pria dan nama nya adalah Rico. "


Lagi lagi Siska terkejut atas semua perkataan Asrul, dimana Asrul mengetahui semua kebenaran nya.


" Seperti nya kamu sudah tidak percaya lagi padaku Mas, sehingga kamu memata- matai aku seperti itu. Sudah lah Mas, rasa nya sakit sekali punya suami tapi tidak di percayai sama sekali. "


Siska memilih jalan aman untuk menghindar dari semua desak kan Asrul, Ia berharap ucapan nya akan membuat Asrul merasa bersalah seperti biasa nya. Namun ternyata dugaan nya adalah salah, Asrul masih terus saja memberondong nya dengan macam- macam pertanyaan yang membuat Siska harus lebih extra membuat drama.


" Aku tidak akan sembarangan menyelidiki kamu kalau memang tidak ada yang ganjal dari semua tingkah laku mu. Aku juga tidak akan sembarang menuduh kamu tanpa bukti yang jelas Siska. Jelaskan padaku sekarang, apa maksud semua ini. "


Siska lagi dan lagi di buat terkejut melihat satu persatu berkas bahkan surat foto- foto kebersamaan nya dengan Rico yang entah kapan dan siapa yang memotret nya. Ia bingung memikirkan drama apa yang harus Ia lakoni agar terbebas dari semua bukti - bukti itu.


" Lihat ini {Asrul melempar berkas yang di berikan Romi pada nya} Ini, jelaskan pada ku kenapa surat dari Nayla ada di lipatan baju mu. Ini, jelaskan Pria yang sering bersamamu selama ini yang kamu katakan nama nya adalah intan, tapi ternyata dia adalah seorang Pria. Ini surat dari Dokter Ridwan, bisa kamu jelaskan padaku. Kenapa surat nya tidak sama dengan laporan yang kamu berikan oleh Dokter Malik, Dokter palsumu itu. Di sini di jelaskan bukan aku yang mandul Siska, tapi kamu yang tidak bisa mendapatkan keturunan karena kamu pernah melakukan aborsi sebelum nya di tangan orang yang bukan ahli nya. "Jelas Asrul panjang lebar dengan nada suara semakin meninggi.


Beserta semua bukti bukti lengkap yang di tunjukkan Asrul membuat Siska tidak bisa berkutik. Tapi bukan Siska nama nya kalau dia akan mudah menyerah begitu saja, tanpa melakukan pembelaan diri nya.


" Semua ini gara gara Mas dan juga wanita itu yang sudah menyakiti hatiku sampai ke dasar yang paling dalam, dia merebut cinta mu pada ku. Kamu pikir aku tidak tahu kalau selama ini kamu masih diam diam menyuruh orang untuk mencari nya, kamu pikir aku tidak tahu semua yang kamu lakukan. Kamu selalu memikirkan nya dan itu membuat aku sakit. Aku ingin kamu sepenuh nya seperti dulu, bukan kamu yang mulai berbagi hati dengan wanita lain. " Ucap Siska di selah isak tangis nya.


Asrul hampir saja terkecoh dan ingin minta maaf pada Istri nya itu, namun mengingat foto malam malam yang di habiskan Istri nya dengan Pria lain, membuat emosi nya naik kembali.


" Apa di benarkan seorang istri berselingkuh dengan Pria lain selagi Ia masih menjadi Istri dah dari Pria lain. Maaf Siska, untuk soal ini aku tidak bisa mentolerir. Aku bukan dewa yang bisa memaafkan kesalahan besar seperti ini. " Ucap Asrul kembali memojokkan Siska.


Tanpa mereka sadari sejak tadi perdebatan mereka ada yang menonton secara live bak siaran langsung. Ia adalah Bu Dian yang sedari tadi hanya menjadi penonton setia atas perdebatan kedua anak dan juga menantu nya tersebut.


" Semua ini juga karena kamu Mas, kamu sangat jarang memenuhi kebutuhan biologis ku. Kamu selalu tidak ada di saat aku butuh, aku juga seorang wanita normal, tidak munafik. Aku butuh kepuasan.....!. " Ucap Siska membela diri.


Asrul tertawa sinis mendengar jawaban Siska yang bagi nya itu sangat konyol, salah besar. Tidak ada yang membenarkan seorang Istri mencari kepuasan dengan Pria lain di saat suami nya tidak bisa melakukan tugas nya sebagai seorang suami apa pun alasan nya.


" Ho oh jadi itu mau mu, kamu ingin kepuasan. Katakan pada ku kepuasan seperti apa yang kamu mau, kalau kepuasan yang seperti di berikan Pria itu maaf aku tidak bisa. Tapi aku akan mengabulkan ke inginanmu jika memang kamu ingin mencari kepuasan di luar sana. " Teriak Asrul dengan suara yang menggema memenuhi seluruh ruangan rumah itu.


Siska terkejut bukan kepalang, awal nya niat nya hanya ingin membela diri dan melimpahkan semua kesalahan pada Asrul namun ternyata malah Asrul ingin membebaskan nya mencari kepuasaan di luar sana.


" Maafkan aku sayang, bukan itu yang aku maksud. Aku sangat puas padamu, kamu bahkan lebih dari dia, hanya saja kadang aku ingin sering melakukan nya dengan mu tapi kamu tidak bisa, itu saja sayang. Aku mohon maafkan aku sekali ini saja, aku janji tidak akan melakukan hal yang sama lagi...... aku mohon sayang....!. " Ucap Siska memohon di sertai isak tangis.


" " Untuk kesalahan mu kali ini sudah tidak bisa aku maafkan, sebaik nya kamu rapikan semua barang- barang milikmu dan aku akan mengantarmu pulang ke rumah orang tua mu dan hubungan kita berakhir sampai di sini. Karena mulai sekarang, aku Asrul Ya bintang mena.......


Dret ~ dret~ dret


Getar dan juga sering ponsel di kantong Asrul membuat nya tidak bisa melanjutkan ucapan nya.


Segera di raih nya ponsel milik nya dan melihat siapa yang berada di layar ponsel milik nya.


" Pak Hendra.........!. " Gumam Asrul.


Segera di geser nya tombol untuk menerima panggilan tersebut.


" Hallo.....!. "


{ . . . . }


" Tentang gugatan Pak, apa kita bisa bertemu saja secara langsung agar kita bisa membicarakan nya secara detail. "


{ . . . . }


" Baik, saya akan segera kesana. " Ucap Asrul seraya mengakhiri panggilan telpon nya.


Ia memandang ke arah Siska yang masih setia bersujud di kaki nya.


" Urusan kita belum selesai, aku harus pergi karena ada urusan yang lebih penting dari mu. Segera bereskan semua barang barang mu, karena setelah kembali dari tempat pengacara, aku akan tetap mengantarkanmu pulang ke rumah orang tua mu. " Ucap Asrul kembali sembari mencoba melepaskan diri dari pegangan Siska.


" Mas.......! Tolong maafkan aku, jangan tinggalkan aku seperti ini. Aku tidak bisa seperti ini Mas, tidak bisa. Mas......!. " Jerit Siska memohon.


Namun suara nya seakan tidak di pedulikan Asrul sama sekali.


*


*


*


*


Asrul melajukan mobil milik nya ke tempat Pak Hendra, pengacara keluarga Yabintang turun temurun. Seorang pengacara yang terkenal dengan kehebatan nya dalam menangani kasus apa pun itu.


Asrul berharap kali ini mereka tidak mengalami kegagalan seperti yang sebelum - sebelum nya. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja Ia sudah tiba di sana dan di sambut langsung oleh Pak Hendra.


" Mari masuk, kita bicara di ruangan ku saja. " Ajak Pak Hendra dan di angguki oleh Asrul.


Mereka pun membicarakan pokok permasalahan yang menjadi ke inginan penerus tunggal dari keluarga Yabintang itu, nampak Pak Hendra begitu serius menyimak apa yang di sampaikan Asrul. Sesekali tangan nya menulis beberapa yang di anggap garis garis besar yang penting.


⭐⭐⭐


Hai- hai, kembali lagi dengan murni kehaluan Author. Kalau banyak yang tidak sesuai dengan pendapat Readers semua, maaf ya. Author sebenar nya hanya lulusan SMA, hanya karena hoby baca jadi coba coba nulis dan merangkai kata menjadikan nya kalimat yang semoga bisa di sukai Readers tercinta.


Oh ya, Author juga meminta dukungan nya buat karya Author yang kedua. Kira nya berkenan mampir dan meninggalkan jejak nya juga di sana, sebagai penyemangat Author dalam berkarya.



Di tunggu jejak nya ya, Makasih 🙏🙏🙏