Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Tertangkap nya Siska


👮👮👮


Beberapa Pria sedang mendiskusikan tentang penyelidikan mengenai beberapa hal yang pernah terjadi beberapa waktu sebelum nya.


" Ini Pak berkas- berkas nya " Ucap salah satu Pria dengan pakaian lengkap.


Seorang lagi menerima dan mengucapkan Terima kasih serta membaca dengan teliti apa yang tercantum disana.


" Apa ini semua benar " Tanya nya setelah membaca beberapa halaman.


" Benar Pak, orang yang sama di balik semua itu " Jawab nya lagi membuat Pria di depan nya mengerutkan kening.


" Lalu apa yang harus kita lakukan selanjut nya " Tanya nya lagi.


" Untuk sekarang belum, kalian tetap pantau pergerakan nya jangan sampai Ia berulah lagi. Biar masalah ini saya laporkan dulu pada beliau, agar kita bisa secepat nya melakukan tindakan. "


" Baik Pak, siap laksanakan "


Setelah kepergian rekan kerja nya, Pria itu meraih ponsel milik nya dan menghubungi seseorang.


Kantor Kepolisian.


Pak Burhan dan juga Andre serta pengacara Reihan tiba di kantor polisi karena mendapat panggilan beberapa saat sebelum nya.


Beliau tersenyum setelah berjumpa dengan kepala Kepolisian yang ada disana.


" Silahkan duduk Pak "


Pak Burhan dan yang lain nya pun duduk mengikuti perintah komisaris polisi.


" Ada berita baik apa Pak " Tanya Pak Burhan.


Polisi itu pun menyerahkan berkas berkas yang baru saja di berikan oleh orang - orang yang di perintahkan khusus menyelidiki beberapa kasus belakangan ini yang kemungkinan di curigai ada keterkaitan nya.


Pak Burhan menerima map yg berisi berkas- berkas penting itu dan membacanya secara teliti, raut wajah nya berubah mana kala membaca inti dari berkas itu.


" Sudah ku duga, kau ada di balik semua ini" Batin Pak Burhan.


" Ada apa Ayah " Tanya Andre penasaran


" Ini coba lihat "


Pak Burhan menyerahkan berkas yang ada di tangan nya kepada Andre, begitu pun dengan Andre yang kemudian memberikan nya pada pengacara Reihan.


" Lalu apa yang Bapak inginkan, maaf tapi kasus ini sudah termasuk tindak pidana dan kami sebagai aparat penegak hukum harus segera melakukan tindakan "


Trio kompak hanya saling pandang setelah mendengar penuturan kepala Kepolisian itu.


Tok ~ tok ~ tok !


Pintu terdengar di ketuk seseorang dari luar, seorang pelayan rumah tangga segera berlari keluar membukakan pintu untuk tamu nya. Ia berdiri melongo ketika melihat beberapa orang berseragam lengkap berdiri di depan pintu rumah majikan nya.


" Siang Bu, maaf kami dari kepolisian. Apa benar ini kediaman Bapak Asrul Yabintang " Tanya salah satu dari mereka.


" Siang Pak, iya benar Pak ini rumah Bapak Asrul. Maaf kalau boleh tahu ada apa ya, soal nya Pak Asrul sedang tidak di tempat "


Di balik pintu Siska yang berniat hendak keluar rumah mendadak mundur beberapa langkah setelah melihat di depan pintu tentang keberadaan petugas kepolisian yang sedang berbincang dengan pelayan di rumah nya.


"Sial, ada polisi untuk apa mereka kemari. " Batin Siska.


" Kami kemari ingin bertemu Bu Siska, Istri dari Pak Asrul, benar kan. Apa dia ada di rumah " Tanya nya lagi.


Pelayan rumah itu bingung apa yang harus Ia lakukan, apa Ia harus jujur tentang keberadaan majikan nya itu. Ia takut hal buruk akan menimpah majikan nya dan berakibat fatal serta pemecatan untuk nya.


" Kenapa anda diam. Anda tahu kalau anda diam berarti Anda sudah ikut menyembunyikan serta membantu memperlambat jalan kerja kepolisian dan itu juga sudah melanggar hukum, bisa saja Anda juga akan terkena pasal pidana "


Siska yang ketakutan akhir nya Ia berniat untuk kabur lewat pintu belakang, namun sayang ketika berlari Ia menyenggol pas bunga yang ada di meja dan pecah jatuh kelantai sehingga menimbulkan bunyi.


Hal itu mengakibatkan konsentrasi kepolisian buyar dan sontak menoleh ke asal suara.


" Bu Siska " Gumam beberapa polisi wanita.


Siska berlari kencang lewat pintu belakang sambil membawa sepatu di tangan nya.


" Kejar dia " Titah Polisi Pria


" Siap Pak " Jawab Polisi wanita serempak


Mereka pun berpencar hingga sebuah tembakan di udara terdengar berbunyi.


" DOOR "


" Berhenti Bu Siska....! " Teriak salah satu nya.


Siska terpaksa berhenti dan mengangkat kedua tangan nya setelah mendengar tembakan untuk yang kedua kali nya.


" Lepaskan aku, aku salah apa, kenapa kalian menangkap ku "


Siska berusaha berontak namun sayang kedua polisi wanita itu tenaga nya lebih kuat dari nya.


" Diam Bu, kerja sama lah dengan kepolisian. Anda bisa jelaskan nanti di kantor " Ucap salah satu nya lagi.


Polisi terpaksa memborgol tangan Siska karena Ia selalu berontak ingin kabur. Di dalam mobil kepolisian Siska di bawa ke kantor Polisi. Ia terus berteriak minta di lepaskan ketika tiba di kantor polisi, namun tentu saja tidak berpengaruh.


Ia di lemparkan ke dalam sel tahanan sembari menunggu keluarga nya


" Polisi........! buka, buka......! lepaskan aku......! " Teriak Siska sembari mengguncang- guncang terali besi itu yang tentu saja tidak ada guna