Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
MAKAN BERSAMA



" Maafkan atas keterlambatan up nya, ternyata menjadi kendala buat berpikir saat perut kosong. Tidak ada ide saat siang hari ketika laper, maklum author tukang makan. Tapi Alhamdulillah, author sangat bahagia bulan ini ada seseorang yang hadir dan mengobati luka lama yang pernah ada di hari hari author. Semoga ini yang terbaik. "


" Tidak ada bahagia yang datang mulus, selalu saja ada kerikil kerikil tajam yang harus kita lalui. Jika kita mampu melaluinya maka hadiah terbaik menanti kita, InsyaAllah. "


LANJUT LEPASKAN AKU 52


👫👫👫


Asrul berlari kecil menjemput sang Istri, baru saja Ia mendapat kabar bahwa mereka harus memenuhi undangan makan siang bersama rekan bisnis mereka yang baru, yaitu Pak Burhan.


Di perjalanan Ia sudah menghubungi sang Istri untuk bersiap siap, agar ketika Asrul tiba di rumah semua sudah siap dan mereka tinggal berangkat bersama.


" Sayang, sudah selesai belum. Kalau sudah ayo cepat, kita harus segera berangkat. kasihan kalau beliau menunggu kita terlalu lama. " Ucap asrul di balik pintu.


Tidak lama pintu pun terbuka, nampak seorang wanita bak bidadari keluar dari sana. Asrul di buat terkejut melihat penampilan sang istri, sampai tidak sadar mulutnya melongo sempurna.


" Hey.... hey......! Sayang......!." Siska mengibas kibaskan tangannya di depan asrul namun tidak berhasil menyadarkannya.


Siska akhirnya menepuk pundak suaminya itu agar tersadar dari kekagumannya tersebut.


" Kamu kenapa sich sayang, sampai segitunya melihat aku. Seperti melihat hantu saja..." Ucap Siska manja.


" Bukan begitu sayang, tapi kenapa pakaianmu seperti ini, apa tidak berlebihan. Ah sudahlah ayo, kita sudah terlambat !. " Ucap Asrul seraya mengandeng tangan siska menuruni anak tangga menuju kelantai bawah.


Disana sudah ada Bu dian yang sedang bersiap siap makan siang. Asrul sekalian berpamitan pada sang Ibu tersayang.


" Hey Nak, ayo makan sama sama. Mumpung kamu di sini. " Ajak Bu Dian tersenyum ramah


" Maaf Bu, tapi kami harus segera pergi karena ada undangan makan siang bersama dan ini sudah terlambat. " Jawab Asrul.


" Makan malam saja aku makan disini, oh ya kami berangkat dulu ya Bu.....!." Pamit Asrul seraya mencium tangan wanita yang sudah membesarkannya itu.


" Hati hati ya sayang. " Pesan Bu Dian.


***


Mobil yang di kendarai Asrul akhirnya tiba di tempat yang di janjikan Pak Burhan. Asrul lebih dulu turun setelah mobil terparkir dengan sempurna, Ia sudah begitu memahami sang Istri, dia akan butuh waktu dengan urusan perempuannya.


" Aku duluan, kalau sudah selesai langsung masuk kedalam ya. "


Asrul melangkah memasuki restoran mewah yang sudah di pesan terlebih dahulu. Dari jauh ekor matanya melihat keberadaan Pak Burhan.


" Selamat siang Pak !


" Maaf terlambat, biasa ada kendala tadi di jalan. " Ucap Asrul merasa bersalah.


" Oh tidak apa apa Pak, ayo silahkan duduk. "


Asrul kemudian duduk di bangku yang kosong berseberangan dengan Pak Burhan. Pak Burhan nampak gelisah, karena Asrul datang seorang diri. Berulang kali Ia mengedarkan pandangannya kebelakang barang kali ada orang yang sudah lama ingin dia temui.


" Ada apa Pak, apa ada masalah ?. "Tanya Asrul yang sejak tadi melihat kegelisahan rekan bisnisnya itu.


" Oh iya, tidak Pak. Saya kesini bersama Istri saya, tapi dia tadi masih ada keperluan sedikit. Sebentar dia pasti menyusul kesini. " Jawab Asrul sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian Siska datang dari arah belakang, matanya langsung melihat suaminya duduk bersama seseorang.


" Sayang, maaf terlambat. " Ucap Siska sembari duduk di samping tempat duduk Asrul.


" Sayang.....! Gumam Pak Burhan.


Baik Pak Burhan maupun Siska sama sama terkejut menyadari dengan siapa mereka berhadapan. Bak petir di siang bolong, itulah yang di rasakan Pak Burhan.


" Kenapa, apa kalian sama sama sudah saling mengenal sebelumnya ?" Tanya Asrul bingung.


" Tidak...... Sudah.....!" Jawab Siska dan Pak Burhan bersamaan.


Asrul semakin bingung mendengar jawaban keduanya.


" Maksudnya, yang benar yang mana ? " Tanya Asrul kembali.


" Sudahlah sayang, kamu tau kan kalau aku juga bekerja. Bisa saja kan kalau aku pernah bertemu dengannya sebelumnya, dan aku tidak bisa mengingat berapa banyak orang yang sudah aku temui. "


Siska mencoba memberi alasan yang masuk akal agar suaminya itu tidak bertanya lebih jauh.


Pak Burhan nampak semakin gelisah, peluh membasahi hampir semua tubuhnya.


" Maaf, makan siangnya nanti kita lanjutkan di lain waktu. Saya lupa kalau ada pekerjaan mendadak, kalau kalian ingin makan silahkan. Semua hidangannya sudah di pesan dan juga sudah di bayar, saya permisi dulu. "


Pak Burhan segera melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Kecewa, bingung dan juga ketakutan yang Ia rasakan setelah bertemu dengan Istri dari rekan kerjanya itu.


" Ayo Rudi, kita segera pergi dari sini. " Titah Pak Burhan pada sopir sekaligus orang kepercayaannya.


Rudi segera berlari dan membukakan pintu untuk majikannya tersebut. Setelah itu Ia pun masuk dan melajukan mobil itu ke jalur yang benar.


" Kita mau kemana lagi Pak Bos. " Tanya Rudi memecah keheningan.


Pak Burhan menarik nafas panjang, menghilangkan kegelisahannya.


" Kita pulang saja Rud, aku sedikit tidak enak badan. " Jawab Pak Burhan


" Baik Pak Bos. " Ucap Rudi


Mobil kembali melaju meninggalkan Restoran tempat saksi bisu, tertinggal Asrul yang di rundung kebingungan tingkat tinggi. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, berbeda dengan Siska. Ia sangat bahagia akhirnya Pak Burhan memilih pergi, sebelum Ia menjadi tambah serba salah.


👩‍❤️‍👨👩‍❤️‍👨


Salam sayang untuk semuanya, selamat menjalankan Ibadah puasa di bulan Ramadhan ini. Semoga puasanya lancar, full, berkah sampai tiba di hari yang Fitri, dengan hati yang Fitri juga.


Jangan lupa untuk memberikan dukunga seikhlasnya, karena ikhlas itu lebih Indah.


SAMPAI JUMPA BAB BERIKUTNYA