Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Dia Lagi


Nayla bisa bernafas lega karena selamat dari beberapa Pria yang tanpa Ia tahu sebab musababnya mengejar dirinya.


" Kakak, kenapa kakak sampai ada disini. Ini bukan tempat yang bagus untuk kakak, apalagi dengan perut besar seperti ini sangatlah rentan dengan bahaya "


Nayla memandang gadis cantik yang sedang mengajaknya bicara, entah mengapa lagi lagi gadis ini yang menyelamatkan dirinya.


***


Beberapa menit yang lalu Nayla sedang mengendarkan pandangannya kesana kemari mencari sesuatu yang selama ini ingin Ia ketahui, tapi tiba tiba beberapa Pria mengejarnya.


Sekuat tenaga Nayla berlari sambil memegang pinggang serta perut buncit nya yang membuatnya kesusahan berlari, tiba tiba Ia di kejutkan dengan seseorang yang menarik tangannya serta menutup mulutnya.


" Hust Kak diam kalau kakak tidak ingin orang orang itu menangkap kita di berdua " Bisik gadis yang menariknya itu.


Nayla mengangguk anggukan kepalanya sembari mengatur nafasnya yang tersengal akibat berlari.


Terdengar beberapa Pria yang berbicara melewati mereka.


" Alhamdulillah sudah aman Kak " Gadis itu tersenyum menarik nafas panjang, mungkin Ia lega.


" Kakak " Seru gadis itu terkejut ketika melihat wanita yang sama yang di temui nya beberapa hari yang lalu.


Nayla hanya tersenyum melihat gadis itu lagi lagi Ia bertemu dengan gadis itu, tapi ada satu hal yang membuatnya bingung.


..." Kenapa dia tidak mengenaliku, apa bukan dia atau memang orang lain. Tapi kenapa wajahnya sangat mirip, Tapi tidak.... mungkin bukan dia memang bukan..... " Batin Nayla tersenyum....


" Makasih ya Dek ! Hm...... Nayla, namaku Nayla " Nayla menjulurkan tangannya memperkenalkan namanya.


" Alya kak, panggil saja Alya. " Alya menyambut uluran tangan Nayla.


" Senang berjumpa denganmu, aku berhutang budi padamu. Entah hal baik apa yang sudah kulakukan dimasa lalu hingga aku mendapatkan bantuan darimu setiap waktu. Kamu selalu datang tiba tiba disaat aku dalam masalah "


Alya memperhatikan penampilan Nayla, Ia pun tersenyum.


" Tidak apa apa Kak, mungkin Kakak adalah orang yang baik. Ya sudah kalau begitu, rumah Kakak dimana, biar aku antar pulang. Aku takut Kakak kenapa kenapa, tidak baik jalan sendiri disaat hamil besar seperti ini tanpa ada yang menemani "


Nayla tersenyum dan berlalu pergi setelah berpamitan. Alya baru kembali bekerja ketika memastikan Nayla keluar dari gerbang dengan selamat.


***


Nayla mondar mandir di kamarnya, sudah beberapa hari ini Ia menjalankan misinya dan beberapa fakta yang Ia temui semakin membuatnya penasaran.


" Tinggal sedikit lagi, semoga aku bisa menemukannya sebelum hari pernikahan " Gumam Nayla.


Sementara di kantor Dira sedang duduk menikmati kesenangannya.


" Hei kamu siapa, berani beraninya kamu duduk disana "


Andre yang baru tiba di ruangannya terkejut melihat ada yang duduk di kursi miliknya sambil membelakangi nya.


" Ini aku sayang " Jawab orang itu yang tak lain adalah Dira.


Andre semakin di buat terkejut ketika mengetahui kalau orang itu adalah Dira.


" Siapa yang memberimu izin menginjakkan kakimu di kantor ini apalagi di ruangan ku ini. Keluar...... kamu sudah di pecat dari sini, jadi tunggu apalagi. Cepat keluar, aku tidak ingin melihat wajahmu disini, membuat mood ku jadi hancur saja " Omel Andre seperti Mak Mak rempong.


Dira tertawa kecil melangkah menghampiri Andre, Ia mengelus wajah Pria itu penuh gairah.


" Sayang....! Jangan marah marah, sebentar lagi kita akan menjadi pasangan suami istri. Aku ingin menggunakan waktu dekat denganmu, hm.... tidak bisakah kita melakukannya lagi. Kamarmu masih kosong, yuk....... ! "


" Aku minta kau keluar secara baik baik sekarang juga, atau kalau tidak terpaksa aku kirim undangan secara paksa "


Andre sudah tidak tahan lagi, biasanya Ia selalu merasa jadi laki laki sempurna kalau melihat yang kurang bahan, namun tidak kali ini. Ia malah merasa geli dan muak ketika Dira membelai dirinya dengan ******* mesranya.


Dira terpaksa memilih pergi, Ia tidak mungkin memaksakan kehendaknya dan mempermalukan dirinya sendiri pada karyawan di kantor ketika satpam mengusirnya keluar dengan cara tidak hormat.


..." Sabar Dira sebentar lagi, kamu bisa menikmati semuanya ketika sudah sah menjadi Nyonya pemilik perusahaan ini. " Batin Dira....