Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Gelisah



🎈 Lepaskan Aku 41 🎈


🍁🍁🍁


🍁🍁


🍁


"


" Assalamu alaikum semuanya, jumpa lagi dengan Author abal abal. Author up lagi hari ini, dengan harapan semoga semua yang mampir menyukainya ."


Jangan lupa untuk tinggalkan like, rate, dan juga komen. Kalau berkenan bisa bantu Vote, dan juga Hadiah. Sekecil apa pun dukungan kalian akan sangat berarti buat Author, dukungan kalian adalah semangat Author dalam berkarya.


SELAMAT BERANGAN, SEMOGA SUKA.


:::::::::::::::::::::::::::: 🌕🌕🌕 :::::::::::::::::::::::::::::::::


❄❄❄


Raut bahagia terpancar di wajah Bu Dian dan juga Alwi, betapa tidak mereka berhasil memenangkan lomba kekompakkan antara Orang tua dan anak yang di adakan di sekolah tempat Alwi menuntut ilmu.


" Horeee, kita menang sayang ! " Sorak Bu Dian bahagia.


Bu Dian tidak mengerti kenapa hatinya begitu bahagia tahkala melihat wajah bahagia Alwi.


" I ya Oma, kalau Papa tau Alwi menang, Alwi yakin Papa pasti sangat bahagia " Ucap Alwi semangat.


Bu Dian terharu melihat semangat bocah yang sudah mulai mencuri hatinya tersebut.


" Bagaimana kalau Oma antar pulang, biar Alwi bisa segera bertemu Papanya untuk memberitahukan kabar baik ini ".


Kamila segera menolak tawaran Bu Dian, karena Ia tidak mau semakin banyak merepotkannya.


" Ah terima kasih sebelumnya Bu, tapi sebentar lagi akan ada jemputan yang datang ! " Jawab Kamila.


Secara kebetulan dari luar nampak sebuah mobil yang berhenti tepat di depan parkiran sekolah.


" Mang Jo........! " Teriak Alwi yang memang sudah akrab dengan supir yang selau membawanya kemana mana.


" Oma.....! Alwi dan juga Ibu mau pulang dulu. Assalamu alaikum.....! " Pamit Alwi dan juga Kamila hampir bersamaan.


Bu Dian memandang kepergian mobil yang ditumpangi Alwi dan Kamila sampai tidak terlihat lagi.


" Anak pintar, siapa pun yang menjadi orang tuaMu pasti mereka orang yang hebat. Karena mampu mendidik anak sampai sehebat kamu sayang " Gumam Bu Dian.


.


🕓🕓🕓


.


Nayla kembali kerumah dengan langkah kaki gontai di ayunkan perlahan, tubuhnya benar benar lelah karena semua aktifitasnya seharian.


Disana sudah nampak Alwi yang sedang bercanda gurau bersama Kamila. saking asyiknya mereka bercanda, hinggga tak ada yang menyadari kehadiran Nayla.


" Assalamu alaikum.....! " Sapa Nayla


" Waalaikum salam.....! Jawab Kamila dan juga Alwi bersamaan.


" Mama......! " Teriak Alwi sambil berlari kedalam pelukan Nayla.


" Wah nampaknya sangat bahagia sekali ya hari ini. Hmm maaf sayang, Mama lagi lagi tidak bisa menemani kamu. Sebenarnya tadi Mama itu sudah hampir sampai di sekolahan Alwi, namun tiba tiba Boos tempat Mama berkerja menelpon dan meminta Mama kembali. Terpaksa Mama harus putar balik " Ucap Nayla merasa bersalah.


Alwi merasa kasihan pada sang Mama, walau awalnya Alwi memang sedikit kecewa tapi semuanya bisa terobati karena kehadiran Oma yang membawanya pada kemenangan.


Nayla terkejut mendengar penuturan anak semata wayangnya tersebut.


" Sayang, Alwi ke kamar dulu. Mama mau bicara sebentar sama Ibu ! ".


Alwi mengikuti semua yang di perintahkan oleh Nayla. Ia berlari kecil nenuju kamarnya.


" Kamila, siapa yang di maksud Alwi soal Oma yang menemaninya ikut perlombahan tadi ?. " Tanya Nayla penasaran.


" Itu kak, seorang Ibu yang datang kesekolahan tadi, beliau yg memaksakan ingin menemani Alwi kak !" Jawab Kamila seadanya.


" Seorang Ibu, apa kamu mengenalnya Dek ? " Tanya Nayla semakin pensaran.


" Kamila tidak mengenalnya kak, tapi Ibu itu sudah 2 kali berkunjung kesana ." Jawab Kamila sesuai kenyataan.


Nayla semakin khawatir, setelah mendengar ada orang asing yang menemui buah hatinya tersebut.


" Dua kali, apa kamu tahu siapa namanya. Mungkin beliau menyebutkan namanya atau apalah itu yang bisa menjadi petunjuk ? ."


Nayla semakin gelisah dan menduga duga siapa Ibu yang di maksud.


"Apa Ibu yang menemui Alwi, tapi kan Ibu di kampung. Ibu juga tidak tahu kalau kami ada disini, aku bahkan sudah lama hilang kontak dengan Ibu !" Batin Nayla


Kamila memutar memorinya kembali, mencoba mengingat pertemuannya dengan wanita yang sedang mereka bicarakan.


🏥🏥🏥


Di tempat lain di sebuah rumah sakit ternama di kota itu, Bu Dian memeriksakan kesehatannya. Itu sudah menjadi rutinitas Bu Dian setiap awal bulan, memeriksakan penyakit yang di deritanya.


" Bagaimana Dokter, apa ada yang menghawatirkan ? " Tanya Bu Dian setelah selesai menjalani pemeriksaan.


" Alhamdulillah Bu, semuanya dalam keadaan normal, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Ibu hanya perlu menjalani hidup sehat, semuanya diatur sesuai kebutuhan Ibu. Saya yakin Ibu pasti akan segera sembuh " Jawab Sang Dokter langganan mereka.


Bu Dian tersenyum bahagia, karena merasa lega. Ia pun pamit pada Dokter untuk kembali.


" Bu Dian.......! " Sapa seorang yang juga memakai seragam serba putih itu.


Bu Dian memalingkan wajahnya mencari asal suara yang memanggilnya.


" Dokter Ridwan.....! " Iya Dok ada apa ? " Tanya Bu Dian kembali.


" Ah bukan apa apa Bu, hanya saja saya ingin tau, apa Pak Asrul tidak jadi memeriksakan istrinya kembali " Tanya Dokter Ridwan ramah.


" Memeriksakan istrinya, apa maksudnya ?" Batin Bu Dian.


" Ah I ya Dokter, sekarang Asrul lagi sangat sibuk, mungkin lain waktu mereka berdua akan memeriksakan diri kembali pada Pak Dokter . " Jawab Bu Dian tak kalah ramah.


" Kalau begitu saya pamit dulu, Assalamu alaikum....! " Pamit Bu Dian sambil berlalu pergi.


Dokter Ridwan memandang kepergian Bu Dian dengan pikiran yang bertanya tanya.


" Mereka berdua, yang perlu di periksa kan hanya Bu Siska. Apa Bu Dian tidak tau apa apa ? ."


" Ahh sudahlah " Pikir Dokter Ridwan sambil geleng geleng kepala.


💎💎💎


💎💎


💎


" Terkadang yang kita lihat dan kita dengar belum tentu sesuai kenyataan ."


Salam sayang untuk semuanya, selamat menjalankan Ibadah puasa di bulan sya' ban. Semoga amal ibadah kita mendapat ganjaran pahala dari yang empunya hidup ini.


Mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏