
🐦🐦🐦 { Lepaskan dia yang tidak mengiginkanmu}
💔💔💔
Nayla melangkahkan kaki nya gontai memasuki ruangan tempat Pak Burhan di rawat, semua obrolan dua Pria yang sempat Ia curi dengar sudah sangat mengganggu pikiran nya hingga membuat nya keluar lagi. Karena sesuatu yang Ia dengar sampai -sampai Ia melupakan tujuan utama nya kebelet, eh bahkan kebelet nya pun hilang dengan sendiri nya.
" Kak, kakak kenapa. Apa ada masalah ?. " Tanya Kamila yang melihat wajah Nayla nampak gelisah.
" Tidak apa apa Mil, hanya saja perut kakak masih sakit. Bagaimana kalau kita langsung pulang saja, kakak mau istirahat di rumah saja. " Jawab Nayla.
Kamila memandang Pak Burhan dan juga semua yang ada disana, kemudian memandang wajah Nayla yang juga nampak pucat membuat nya merasa tidak tega.
" Baiklah, kakak duluan kedepan. Mila pamit dulu sama Mas Andre agar mereka tidak mencari kita. " Ucap Kamila dan di angguki oleh Nayla.
" Semua nya, maaf ya ! Mila pulang dulu ya, soal nya tadi kak Nay bilang kurang enak badan. "
Kamila menghampiri Pak Burhan dan mencium tangan lelaki Paruh bayah itu untuk pertama kali.
" Mila pamit pulang dulu ya Pak, kasihan Alwi di rumah sama Bibi. Cepat sembuh ya Pak, Assalamu'alaikum..... !. " Pamit Kamila.
Ia mencium punggung tangan Pria paruh bayah itu dan ini untuk pertama kali nya Ia lakukan, membuat Pak Burhan menitikkan air mata.
" Hati hati Nak.....! Terima kasih sudah menolong Bapak. " Ucap Pak Burhan masih dengan suara yang di paksakan.
" I ya Pak sama sama. " Jawab Nayla kemudian berpamitan dengan yang lain.
" Kamila.... biar Mas antar . " Ucap Andre namun di tolak oleh Kamila.
" Tidak perlu Mas, aku sama kak Nay naik motor saja. Mas di sini saja tungguin Pak Burhan. Kalau ada apa apa kabari saja Mas, kami berdua pasti siap membantu. " Ucap Kamila.
" Kalian berdua memang harus membantu, dan seharus nya kalian berdua harus selalu ada buat Ayah. Karena kalian berdua yang di cari Ayah selama ini, sampai sampai Ayah rela pisah rumah dengan Ibu selama bertahun-tahun tahun hanya agar demi bisa menemukan kalian. Ayah mampu melakukan apa saja untuk menebus semua kesalahan beliau di masa lalu. " Batin Andre.
🔷🔷🔷
🔷
🔷
🔷
Nayla duduk melamun saja, setelah kembali dari RS, membuat Kamila curiga kalau ada sesuatu yang di sembunyikan sang Kakak dari nya. Karena selalu jika kakak nya itu diam saja, berarti ada sesuatu yang mengganggu pikiran nya.
Kamila menarik kursi dan duduk di depan Nayla, itu pun tidak mengusik lamunan Nayla.
" Kakak....!. " Panggil Kamila namun tidak ada jawaban, hingga Kamila memberanikan diri menepuk pundak Kakak nya itu agar tersadar dari lamunan nya.
" Eh.... Mil, ada apa. Maaf, kakak tidak dengar kamu manggil. " Ucap Nayla masih dengan sisa- sisa keterkejutan nya.
" Kenapa, apa ada yang kakak ingin ceritakan pada Mila. " Tanya Mila
" Tidak ada Mil, tidak ada. " Jawab Nayla gugup.
" Jangan bohong kak, bukan kah kakak tahu bagaimana Mila. Begitu juga Mila, Mila tahu bagaimana kakak. Ayo, Mila mau kok jadi pendengar setia. " Ucap Mila dengan wajah serius.
" Mil, maaf kan kakak. Tapi untuk kali ini Kakak belum bisa cerita ke kamu, karena kakak juga belum tahu jawaban nya. Nanti akan kakak ceritakan kalau kakak sudah punya jawaban nya. " Jawab Nayla seraya mengatur pernapasan nya yang terasa menyesakkan dada nya.
" Maafkan kakak Mil, tapi untuk yang satu ini kakak belum bisa cerita ke kamu. Kakak masih penasaran siapa dan apa yang di maksud Mas Andre dan juga Pria itu. Tapi kakak janji akan segera menceritakan nya kalau sudah waktu nya nanti tepat. " Batin Nayla.
🔴🔵⚫
Di kantor Asrul mendapat pesan dari seseorang. Membuat kening nya berkerut.
" Siapa yang terluka parah sampai harus Siska yang mengantarkan nya langsung ke RS, Ia bahkan membiayai semua pengobatan Pria itu. Apa Pria itu keluarga dekat nya.....!. " Gumam Asrul.
Ting
Asrul kembali memeriksa pesan yang baru saja masuk ke ponsel milik nya. Sebuah foto Pria terpampang di sana.
" Pria ini, bukan kah Dia Pria yang pernah bersama Siska waktu itu. Pria itu juga ada di berkas yang di berikan Romi padaku. "
Asrul segera membongkar isi laci nya, mencari sebuah berkas penyelidikan Romi yang di serahkan nya pada Asrul beberapa hari yang lalu.
" I ya benar, sama persis. Ada hubungan apa mereka ? Romi....... ! mungkin dia bisa menjelaskan ini. "
Asrul kemudian menghubungi Romi sahabat nya sekaligus orang kepercayaan nya.
" Keruangan ku sekarang. "
Tidak lama berselang terdengar pintu ruangan di ketuk dari luar dan Asrul tahu itu siapa.
" Masuk..."
Romi masuk dan langsung duduk tepat di hadapan Asrul, Ia menunggu perintah. Romi sudah tahu kalau ada panggilan mendadak sudah pasti ada pekerjaan genting yang harus segera Ia selesaikan.
Asrul memberikan ponsel dan juga berkas yang di serahkan Romi buat Asrul.
" Lihat lah, bukan kah mereka orang yang sama. Tadi baru saja mereka melaporkan bahwa kemarin Siska ke RS membawa Pria itu yang kebetulan terluka parah. Apa kamu punya penjelasan nya, apa mereka punya hubungan khusus atau Pria itu masih kerabat jauh dari Istriku itu ?. " Tanya Asrul meminta pendapat Romi.
" Sebelum sebelum nya sudah pernah aku katakan tapi kamu tidak pernah mempercayai ucapan ku. Bahkan setelah sekian banyak bukti yang sudah aku kumpulkan kamu masih tetap saja mempercayai wanita gila itu. Apa sekarang kamu akan percaya kalau aku mengatakan siapa Istri mu itu sebenar nya. " Batin Romi
" Romi.... Aku bertanya padamu. Aku memanggilmu kemari untuk aku mintai solusi, bukan untuk melihatmu melamun kayak kambing congek..... !. " Seru Asrul seraya kedua tangan nya mengepal di atas meja.
" Rul, apa kalau sekarang aku katakan yang sebenar nya kamu akan percaya ? Lagi pula bukan kah sudah pernah masalah ini aku bahas sebelum nya, tapi kamu tidak percaya padaku. Kamu mengatakan kalau aku mengada ngada karena tidak punya bukti, sekarang semua bukti sudah mengarah ke sana. Lalu apa perlu aku jelaskan lagi....?."
Asrul mengentakkan tubuh nya duduk di kursi kebesaran nya, seraya memijit pelipis nya yang terasa sakit.
" Pergilah keluar, aku ingin sendiri. " Pinta Asrul
Romi berdiri dari kursi nya dan melangkah meninggalkan ruangan itu.
" Panggil kalau butuh sesuatu. " Ucap Romi dan berlalu pergi.
"Biarkan dia sendiri memikirkan semua nya, semoga setelah ini pikiran nya bisa berubah begitu pun penilaian nya terhadap wanita jadi jadian itu. " Batin Romi di balik pintu.
💠💠💠
Lanjut besok, jangan lupa bagi yang masih menyukai karya ini, mohon dukungan nya ya. Bagi yang tidak suka, mohon untuk tidak memberi komen yang keterlaluan, yang bisa menghilangkan semangat dalam menulis. Ini hanya karangan otak manusia biasa, yang tentu banyak salah nya, kalau suka silahkan begitu juga kalau tidak suka.
Makasih 🙏🙏