
🎂🎂🎂
Setelah usai menikmati hidangan, Nayla dan juga Reihan memilih kembali ke rumah karena waktu sudah semakin sore. Nayla sangat senang, dari menu yang Ia makan tadi tiba- tiba Ia mempunyai sebuah ide yang bisa Ia jadikan menu terbaru di Resto milik Ayah nya.
" Makasih ya Mas, karena sudah di ajak menikmati hidangan lezat seperti tadi. Maaf kalau merepotkan mu. "
"Astaghfirullah wanita ini, begitu saja sudah merasa merepotkan. Mungkin ini yang membuat nya mendapat ketidak adilan selama ini. " Batin Reihan.
" Biasa saja Nayla, eh.... apa aku boleh panggil nama saja, soal nya kalau panggil Ibu masih terlalu muda. "
" Tidak apa- apa Mas. " Jawab Nayla
" Oh ya kapan - kapan mau ya kalau aku traktir lagi, lumayan buat teman ngobrol. "
" InsyaAllah kalau tidak merepotkan. " Jawab Nayla.
" Tentu saja tidak, malah menyenangkan." Jawab Reihan dengan cepat.
*
*
*
*
Perlahan Asrul membuka matanya tersadar dari tidur nya dan melihat Bu Dian tertidur di bibir ranjang menunggui nya.
Karena gerakan dari ranjang membuat Bu Dian terbangun dan gembira melihat Asrul sudah terbangun.
" Nak kamu sudah bangun sayang, bagaimana perasaan mu udah enak kan belum. Ibu buat kan teh ya sama bubur. Tadi Bibi sudah membuatkan nya untuk mu. Kata Ridwan kalau kamu bangun harus makan dan minum yg hangat hangat. "
Asrul melihat ke khawatiran di wajah sang Ibu membuat nya merasa tidak tega.
" Tidak apa apa Bu, aku tidak apa apa. "
" Sebenar nya ada apa dengan mu Nak, apa kalian bertengkar lagi. Kenapa sampai seperti ini, Ibu tidak ingin terjadi apa apa dengan mu. " Ucap Bu Dian
" Tidak apa- apa Bu, maafkan aku karena sudah membuat Ibu khawatir tapi sungguh tidak ada apa apa. " Jawab Asrul mencoba meyakin kan Ibu nya.
" Ya sudah kalau begitu, lain kali jangan seperti ini lagi. Ibu mau buatkan minum sebentar, kamu di sini saja jangan ke mana mana dulu, istrahat saja. " Pinta Bu Dian.
Sejak tadi di dalam kamar Siska merintih menahan sakit yang teramat sangat di perut nya. Memang penyakit yang Ia derita tidak di perbolehkan strees, namun melihat kejadian di Resto membuat nya tidak dapat mengendalikan amarah nya.
" Awww sakit.......! kenapa sakit nya tidak mau berkurang seperti ini, padahal sudah minum obat pereda rasa nyeri. " Gumam Siska.
Terdengar pintu di ketuk dari luar berulang-ulang, namun Ia enggan untuk membuka kan pintu kamar itu.
" Siapa itu, jangan jangan Mas Asrul. Kalau dia sampai masuk kemari maka dia akan tahu keadaan ku sekarang, semoga saja dia tidur di bawah lagi. "
" Siska, kamu di dalam Nak.....!. " Panggil Bu Dian.
" Apa mungkin dia sudah tertidur ya. Tapi dia kan belum makan malam, bagaimana kalau dia sakit karena hal ini. " Gumam Bu Dian.
Karena tidak ada jawaban, serta tidak ingin mengganggu akhir nya Bu Dian lebih memilih menengok kamar cucu nya yang ternyata sudah tertidur pulas.
Bu Dian membelai lembut kepala cucu kesayangan nya itu dan mencium nya dengan sayang. Ia baru bisa tidur setelah memastikan orang orang tersayang nya terlelap dalam tidur malam nya masing- masing.
Siang hari semua kembali di sibukkan dengan pekerjaan nya masing- masing. Begitu juga dengan Alwi, semenjak pindah ke rumah Ayah nya Bu Dian memilih memasukkan Alwi ke sekolahan elit. Di sana tempat anak- anak dari orang berada.
Walau awal nya Alwi menolak karena merasa sekolah nya terlalu berlebihan, nunggu akhir nya dia menuruti kata sang Oma.
" Kenapa Mama tidak pulang- pulang juga, apa benar Mama tidak sayang pada ku lagi seperti kata Tante Siska. " Batin Alwi lirih.
" Eh anak pembawa sial jangan cerewet, menangis saja terus kerjaan nya. Kamu tahu kenapa Mama mu yang gila itu mengantar mu kemari, sebenar nya dia tidak bekerja. Mama mu itu mengantarkan mu kemari karena dia bosan menjaga mu dan malu punya anak seperti kamu. Kamu kan anak tidak di inginkan, maka nya selama ini kamu tinggal bersama Mama mu itu karena Papa mu itu tidak menginginkan anak seperti mu. Sekarang Mama mu itu mau merayu laki- laki yang lebih kaya lain, agar bisa dapat anak lagi. "
Ucapan Siska beberapa minggu yang lalu ketika awal- awal Alwi menginjakkan rumah itu kembali terngiang di benak anak itu.
"Tidak, Mama tidak mungkin seperti itu. Mama sangat menyayangi aku, tapi kenapa spai sekarang baik Mama, Ibu bahkan Ayah Andre tidak pernah datang menjemput ku. " Batin Alwi dengan wajah muram.
" Ada apa cucu Oma, mau sekolah lagi kok wajah nya murung begitu. Ada apa, coba jelaskan sama Oma, mungkin Oma bisa bantu. "
Kelembutan Bu Dian memang mampu membuat Alwi merasa senang dan seolah mendapatkan Mama ketiga.
" Tidak apa- apa Oma. " Jawab Alwi.
" Dia pasti merindukan Nayla, aku sebenar nya kasihan pada nya. Tapi kalau aku mempertemukan mereka dan ketahuan Asrul, aku takut akan menjadi masalah baru untuk Nayla. Biarkan semua berjalan dengan semesti nya. " Batin Bu Dian.
" Ya sudah yuk kita berangkat, Oma yang akan mengantarkan kamu ke sekolah baru, karena Papa kata nya ada kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan hari ini. "
Alwi akhir nya menurut apa yang di inginkan oleh Oma nya itu, mereka pergi di antar supir menuju sekolah baru.
Sepanjang jalan Alwi diam saja dan Bu Dian pun tidak tahu harus berbuat apa. Hingga tiba di sekolah yang mereka tuju.
" SD TUNAS BANGSA " { Maaf hanya nama novel saja }
Alwi memandang bangunan yang begitu besar dengan banyak nya anak- anak yang berpenampilan rapi nampak dari kalangan terpandang.
" Ya sudah, aku harus semangat demi Mama. Aku harus membuat Mama bangga ketika pulang nanti, Mama pasti akan senang kalau melihat aku pintar dan mandiri. " Batin Alwi.
" Ayo Oma, kenapa kita masih berdiri di sini. Bukan kah kita harus masuk ke dalam dan mendaftar. " Ucap Alwi bersemangat.
Bu Dian sangat bahagia melihat perubahan Alwi, dia begitu bersemangat untuk belajar lagi seperti dulu.
" Ayo anak pintar. " Seru Bu Dian
Mereka bergandengan memasuki area sekolah itu dan mencari ruang kepala sekolah.
Bu Dian menyerahkan semua surat- surat yang di perlukan ketika sudah duduk berhadapan dengan pengurus sekolah tersebut.
Setelah di periksa dengan teliti Alwi di putuskan di Terima di sekolah itu karena prilaku dan juga nilai di sekolah yang lama menunjukan huruf A yang berati sangat baik.
" Baiklah Bu Dian, cucu Ibu di Terima di sekolah ini. Selamat Alwi, kamu boleh gabung di sini ya, belajar yang giat agar bisa membanggakan orang- orang yang kamu sayangi termasuk kami para guru- guru di sini. " Ucap kepala sekolah menyemangati.
🌻🌻🌻
Kadang datang saat nya dimana tidak ada semangat lagi, Ingin rasanya untuk bersantai saja dan tidak melakukan apa- apa. Tapi semua nya sudah terlanjur di jalani, dan harus berjalan sebagai mana semesti nya.
Yuk readers tersayang, bagi dukungan like setiap bab, rate 5 setiap hari untuk penyemangat Author lagi ya.
Oh ya, jangan lupa malam ini tepat 23.00 ada juga Vote gratis, kalau berkenan bisa bantu Vote juga ya.
Makasih untuk dukungan all readers, semoga menjadi berkah untuk kita semua🙏🙏