Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Misi senjata makan tuan



Kamila, Nayla dan juga Alwi sedang menikmati makan siang yang tertunda mereka di RS. Kondisi Alwi yang sudah mulai berangsur pulih membuat semua keluarga sangat bahagia.


" Kamila....! Kebetulan di Resto ada yang menyewa tempatnya untuk acara, jadi malam ini kakak kerja nya malam. Apa kamu bisa jagain Alwi malam ini?. " Tanya Nayla


" Ada apa kak, apa ada masalah?. " Tanya Kamila balik.


Kamila melihat kesedihan di raut wajah Nayla, akhirnya Ia pun memberanikan diri untuk bertanya.


" Tidak ada apa apa Mil.... " Jawab Nayla.


" Kakak, Kamila tahu betul bagaimana kakak. Bagaiama kakak bahagia, bagaimana kakak sedih. Ada apa kak ?. " Tanya Kamila kembali.


Nayla menarik nafas panjang, Ia memang tidak akan sanggup berbohong pada adiknya itu.


" Maafkan kakak, tadi pagi kakak di pecat dari tempat kakak bekerja. Yang punya Resto menyuruh kakak untuk pergi dari sana, sebelum Ia menyakiti semua yang kakak sayangi. Tapi tenanglah, kakak akan cari pekerjaan yang baru lagi. Pokoknya jangan khawatir, kalian pasti bisa sekolah setinggi mungkin, kakak janji.....! " Ucap Nayla bersemangat.


"Siapa yang berani mengancam mereka? terpaksa aku harus turun tangan sendiri, hm.....tapi kalau benar dugaanku itu adalah kamu, baik. Rupanya kamu ingin main main denganku. Jangan salahkan aku kalau berbuat lebih dari yang kamu duga. Kamu sudah membangunkan macan tidur. " Batin seseorang di balik pintu yang tidak sengaja mendengarkan pembicaraan kakak beradik itu.


" Maafkan Kamila ya kak, Kamila selalu merepotkan Kakak.....!. " Ucap Kamila merasa tidak enak.


sttt


" Kamu ini selalu berbicara begitu, dengarkan kakak baik baik. Kamu dan juga Alwi adalah hidup kakak, tanggung jawab kakak. Kalau kamu juga sayang sama kakak, kakak minta mulai sekarang jangan lagi berbicara seperti itu, karena kakak tidak suka. " Ucap Nayla penuh penekanan.


Lagi lagi Kamila hanya mengangguk tidak berani membahas lebih lanjut lagi.


🌑🌑🌑


Menjelang sore hari Nayla sudah siap siap dengan busana lengkap nya. Ia memakai pakaian kesukaannya yaitu pakaian dengan warna serba hitam.



Ia melangkah memasuki pintu samping resto agar Ia dapat dengan segera menyiapkan segala yang di butuhkan dalam acara tersebut.


Awwww !


Nayla di kejutkan dengan tangan seseorang yang mendekapnya serta menarik nya memasuki sebuah ruangan yang penuh dengan baju baju yang terpajang di sana.


" Kamu siapa......?. " Tanya Nayla sembari membalikkan tubuhnya, melihat siapa yang baru saja menariknya.


" Kamu.......! Kenapa menarik ku kemari, bukannya kita harus siap siap sebelum nanti tamu mulai berdatangan dan kita akan kerepotan. "


" Stttt jangan berisik, cepat ganti bajumu sekarang, aku tunggu di luar. " Ucap nya sembari memberikan sebuah plastik yang terletak di atas meja.


" Tapi Di..... Kenapa aku harus ganti baju, aku suka baju ini dan aku nyaman. " Ucap Nayla mencoba protes.


" Sudahlah Putri, jangan banyak tanya. Pakai saja, semua ini demi kebaikanmu. Setelah selesai masukkan kembali baju milikmu kedalam plastik itu dan letakkan di sana. Cepat waktumu kurang dari 5 menit. " Ucap seseorang itu yang tidak lain adalah Diana, teman se profesinya.


Walau bingung Nayla tetap menuruti permintaan teman nya itu, dengan terpaksa Ia melepas pakaian kesayangannya dan menggantinya dengan yang baru.


Sementara Diana berjaga jaga di luar dengan harap harap cemas.


" Cepat masuk ke kamar ganti, seragam mu sudah aku letakkan di atas meja dalam kantong plastik. Pakailah agar aku bisa mengenalimu nanti. "


" Stttttt.......! Seseorang dengan seragam hitam hitam serta memakai penutup kepala membekap mulutnya.


" Anda siapa, kenapa menarik ku kemari. Nayla......! Tidak, bagaimana kalau dia ketahuan. Aku harus mencarinya.........! Ucap Diana khawatir.


Baru saja Ia melangkah tangannya sudah di tarik oleh seseorang yang baru saja membekap nya tadi


" Lepaskan, aku harus menolongnya. Nyawanya sedang terancam. " Bentak Diana dengan mata melotot karena marah.


" Diammm.....! dia sudah aman, Terima kasih karena kamu sudah membantu melindungi nya. Keluarga nya berhutang budi padamu. " Ucap Pria itu lagi.


Diana mulai tenang karena mendengar kabar temannya baik baik saja, tapi Ia harus melakukan sesuatu sebelum hal buruk terjadi.


" Saya tidak kenal dengan anda dan juga keluarga anda. Satu hal lagi, saya tidak mengharapkan apa pun dari semua yang saya lakukan. Nyawa teman saya lebih penting, saya harus segera pergi dan melakukan sesuatu sebelum semuanya terlambat. " Ucap Diana sembari melepaskan pegangan tangan Pria itu yang masih setia memegang nya.


" Menarik......!. " Gumam Pria itu sembari tersenyum manis.


Waktu pun berlalu kini sang surya pun masuk kedalam paraduan nya, semuanya berubah gelap menandakan malam telah tiba.


Nampak para tamu sudah mulai berdatangan, di antara nya hadir juga si pengusaha bucin, yang saking bucin nya sampai tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.


Di samping nya juga ada si cantik Ratu kurang bahan.



SISKA AYUDIA.


Cantik mempesona itu tidak di ragukan lagi.


Kira kira seperti ini ya, hanya sekedar contoh saja. Kalau readers punya imajinasi sendiri silahkan, sah sah saja.


Seorang pelayan dengan pakaian serba hitam sedang melakukan tugas nya, membuat minuman khusus untuk orang penting.


" Apa semuanya sudah selesai ?. " Tanya sebuah suara.


Wanita yang di tanya pun sontak terkejut, bukan tanpa sebab. Ia takut apa yang baru saja di lakukannya di ketahui orang lain.


" Tenang saja, aku di perintahkan Boos untuk membawa yang ini sedangkan kamu bawa pesanan yang lain. " Ucap Pria itu meyakinkan.


Tanpa menaruh curiga, wanita itu pun memberikannya pada Pria itu.


" Letakkan sesuai warna ya....!. " Ucapnya kemudian.


Pria itu hanya mengangguk dan berlalu pergi, setelah melaksanakan aksinya Pria itu kembali menyerahkannya pada Diana.


" Tolong berikan pada Putri dan tata sesuai warna, katakan kalau wanita itu bertanya cukup mengangguk saja dan segera pergi dari sana. " Jelas Pria tersebut.


Acara pun sudah di mulai, terdengar kata sambutan meriah dari yang punya acara. Nayla melangkah membawa nampan berisi minuman yang sudah berpindah dari tangan satu ke tangan yang lain.


Dengan santai Ia meletakkan ya di atas meja sesuai perintah.


" Bagaimana, apa kamu sudah lakukan apa yang aku perintahkan. " Bisik Siska dan Nayla pun menjawabnya dengan anggukan sesuai perintah.


" Bagus. " Jawab Siska bahagia.