
🕉🕉🕉
Nayla dengan cepat mengolah bahan yang baru saja Ia beli menjadi hidangan yang sangat lezat, Ya setidaknya begitulah menurut mereka yang pernah mencicipi masakan dari Ibu satu anak itu.
Kebetulan Reihan juga di suruh menunggu makan malam bersama jadi Nayla memasak dengan porsi beberapa orang.
" Emm bau nya saja sudah sangat enak "
Alwi menuruni anak tangga karena mencium bau masakan yang begitu sangat menggoda di penciuman nya.
" Eh sayang.....! Sudah turun, Mama kira tadi masih tidur "
Alwi melihat Reihan yang duduk seorang diri di sofa ruang tengah, dan kemudian memandang sang Mama lagi.
" Tadi sich tidur Ma, tapi masakan Mama yang membangunkan aku. Gimana Mama, apa sudah matang aku sudah tidak tahan lagi ini, ingin makan "
Alwi mengelus elus perutnya membuat Nayla tersenyum. Tidak terasa anaknya sudah mulai beranjak remaja, tubuhnya yang tinggi tampan bahkan hampir menyerupai sang Papa.
" Sudah matang Nak, tapi nanti saja makan nya ya. Sebentar lagi magrib, lebih baik kita sholat magrib berjamaah habis itu baru kita makan sama itu tuh.......! "
Nayla memberi kode menggunakan mata dan bibirnya. Benar saja tidak berselang lama Adzan magrib pun berkumandang, mereka pun bergegas menunaikan kewajiban mereka.
Makan malam pun di mulai setelah semua selesai menjalankan kewajiban nya. Alwi yang merasa sudah dewasa, Ia yang selalu memimpin doa terlebih dahulu tanpa harus di minta.
Alwi menyantap hidangan dengan begitu lahapnya, lidahnya memang selalu cocok dengan masakan sang Mama. Apa pun yang di sajikan Mama nya pastilah lezat baginya.
*
*
*
Rumah Sakit.
Sudah setahun lamanya Siska berbaring di atas tempat tidur Rumah Sakit, entah apa yang sedang di lalui nya di saat mimpi panjangnya itu berjalan dari hati ke hari
Ia terkejut melihat tubuh kurus dengan berbagai macam alat medis yang melekat di tubuhnya. Berada di atas brangkar rumah sakit selama setahun tanpa ada pergerakan apa pun tentu membuatnya sangat kurus dan tidak berdaya, bahkan saat ini semua hidupnya hanya tergantung pada alat alat yang masih di biarkan keluarga Yabintang melekat di tubuhnya. Melihat hal itu Ia jadi teringat Putrinya yang hilang 11 tahun yang lalu.
" Kenapa Sinta " Tanya Pak Danu
" Tidak apa apa Mas, aku hanya merindukan anakku saja " Jawab Shinta lirih.
" Anakmu....! memang ada apa dengan nya " Tanya Pak Danu lagi.
" Sangat panjang kalau di jelaskan Mas, tapi sekarang yang jelas dia sudah tidak bersamaku lagi "
Raut wajah kesedihan nampak di wajah Bu Shinta.
" Anak, apa anak itu anakmu bersama Pria itu " Tanya Pak Danu tanpa menoleh sedikit pun.
Masa lalu yang dulu pernah sangat melukai hatinya ternyata masih sangat sulit Ia lupakan, apalagi setelah bertemu sekarang, luka lama itu seolah menganga lagi. Bayangkan saja, di tinggal lagi sayang sayang nya tentu bukan sesuatu hal yang mudah untuk di Terima begitu saja.
" Iya Mas, anak Mas Burhan. Dulu ketika aku menikah dengan nya, waktu itu dia sudah punya Istri. Awal kami menikah aku sangat sangat bahagia, hingga Putriku lahir ke dunia ini. Kebahagiaan itu hilang ketika Istri Mas Burhan mengetahui keberadaan kami, dan Ia memerintahkan orang orang suruhan nya untuk membunuh aku dan anakku. Aku memang masih hidup tapi Anakku, aku tidak tahu kabarnya sampai sekarang. Dulu Istri dari Mas Burhan mengatakan kalau anakku sudah di lenyapkan oleh orang orang suruhan nya. Hanya itu yang aku tahu "
Pak Danu mendengarkan dengan seksama cerita dari wanita yang pernah mengukir tempat istimewa di hatinya itu, Ia turut prihatin dengan hal yang menimpa wanita itu. Ya, walaupun kisah cintanya juga tidak sebaik wanita itu tapi Ia ikut merasakan penderitaan yang di derita nya.
" Apa kamu masih berhubungan dengan Pria itu lagi " Tanya Pak Danu
Sinta menggeleng pelan
" Aku sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan nya secara langsung Mas. Tapi selama aku di rawat di Rumah Sakit, Suster dan Dokter selalu menyebut nama Mas Burhan. Kata mereka Mas Burhan yang membiayai semua biaya Rumah Sakit dan juga semua keperluan ku, tapi pas aku tanyakan dimana alamatnya tidak ada seorang pun yang mau mengatakan dimana keberadaanya sekarang. " Jawab Bu Sinta
" Kenapa tidak tanya tanya saja pada orang orang, bukankah dia Pria kaya raya perusahaan nya ada dimana mana, tidak mungkin kan tidak ada seorang pun yang tahu " Saran Pak Danu.
Beliau memang tidak tahu kalau Burhan yang di maksud adalah Pria yang menjadi penyebab kehancuran hidupnya, baik itu wanita yang dulu di cintai nya dan kini anaknya juga berurusan dengan Pria itu.
Selama ini semua yang menimpah Siska memang sesuai dengan apa yang dikehendaki Ibunya, bahkan Ia menyembunyikan semua masalah yang menimpah anaknya itu, sehingga Pak Danu tidak tahu menahu tentang yang sudah terjadi pada Putri kesayangan nya.
" Mas benar juga, kenapa aku tidak kepikiran sebelum nya. Sekarang zaman kan sudah canggih, bahkan kita bisa menggunakan jasa internet untuk mencari banyak hal yang tidak kita ketahui " Jawab Sinta