
🌹🌹🌹
Masih di kantor Asrul kembali Ia mendapatkan notif melalui ponsel nya milik nya.
" Pak Hendra, ada kabar apa lagi. " Gumam Asrul seraya membuka pesan masuk yang bernamakan pengacara nya.
" Kalau tidak sibuk bolehkah kita bertemu, karena ada hal penting yang harus kita bicarakan. " Isi pesan via WA
" Hal penting, hal penting apa sampai Pak Hendra memintaku bertemu. "
Asrul kembali memanggil Romi untuk melanjutkan pekerjaan nya seperti biasa.
" Ada apalagi Rul, jangan bilang kamu mau mengulang kejadian kemarin "
Asrul menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal karena bingung atas dugaan Romi padanya.
" Aku tidak akan kesana, baru saja Pak Hendra meminta bertemu denganku katanya ada hal penting yang harus di bicarakan " Jawab Asrul.
" Baiklah pergilah, jangan khawatir aku akan urus semua disini. "
Asrul menuju tempat yang sudah mereka sepakati bersama.
" Ada hal penting apa Pak " Tanya Asrul ketika sudah tiba disana.
" Pihak lawan mengajukan banding terhadap putusan kemarin, menurut mereka ada banyak kejanggalan dari kemenangan kita " Sahut Pak Hendra.
Asrul terkejut mendengar itu, Ia mengira kalau Nayla akan diam saja dan menerima putusan pengadilan.
" Tidak mungkin Nayla mampu mengajukan banding, kemarin saja dia tidak melakukan perlawanan "
Pak Hendra bingung harus mengatakan pada klien nya itu tentang apa yang terjadi, tapi dia harus mengatakan nya.
" Bukan Bu Nayla yang mengajukan banding, tapi Pak Reihan pengacara Pak Burhan " Jawab Pak Hendra.
" Pak Burhan.....! Apa Bapak tidak salah memberikan informasi "
" Tidak Pak, Pak Reihan sendiri yang mengatakan nya kepada saya "
" Tapi bagaimana mungkin, apa hubungan nya Pak Burhan dengan Nayla. Apa Nayla memilih Pak Reihan menjadi pengacara nya dalam mengajukan banding kali ini "
" Sepertinya begitu, soalnya beberapa hari ini saya sering melihat Bu Nayla sering jalan berdua dengan Pak Reihan. "
Asrul melirik pengacaranya memastikan kalau yang di dengar nya benar, namun melihat wajah pengacaranya yang terlihat serius Asrul meyakini kalau itu benar adanya.
"Jadi Pria yang sering bersama nya dan memperlakukan nya begitu mesra adalah Pengacara Reihan. Apa mereka akan merencanakan sesuatu yang serius. " Batin Asrul
Lagi - lagi ada rasa tidak reka di hati nya.
" Bagus aku punya rencana bagus untuk itu. "
" Ikuti saja permainan mereka, lakukan apa pun agar kita tetap memenangkan ini lagi "
*
*
*
Sore ini Asrul memutuskan untuk membawa putra semata wayang nya untuk jalan- jalan bersama, sudah lama semenjak Alwi di bawah hak asuhnya Ia tidak pernah membawa anak nya itu menghabiskan waktu bersama.
Setibanya di rumah Asrul berlari kecil mencari keberadaan Putranya.
" Nak...... ! Alwi sayang....! " Panggil Asrul
Alwi yang mendengar namanya di panggil berulang-ulang pun menajamkan pendengaran nya.
" Papa......!. " Gumam Alwi.
" Ibu..... Alwi mana Bu ? " Tanya Asrul pada Ibu nya yang kebetulan keluar dari dapur.
" Alwi ada di kamar nya, tadi ijin mengerjakan PR. Tumben kamu mencari nya Nak? " Sahut Bu Dian bingung.
" Ibu cepet ganti pakaian, aku ingin mengajak Ibu sama Alwi jalan- jalan sore. Karena pekerjaan yang begitu menyita waktu jadi nya aku tidak pernah mengajak nya jalan- jalan. Sekarang ada waktu bolehlah kita jalan- jalan sebentar. "
Bu Dian merasa senang mendengar ucapan Putranya, akhirnya Ia bisa meluangkan waktu untuk cucu kesayangan nya.
" Ya sudah, Ibu ke atas dulu siap- siap. "
Bu Dian naik keatas menemui Alwi untuk membawa kabar gembira buat cucunya itu.
" Alwi sayang, coba tebak Oma bawa kabar apa. " Tanya Bu Dian sembari tersenyum
" Mama pulang, horeeee pasti Mama pulang ya kan Oma........?. "
Nampak kebahagiaan di wajah Alwi membayangkan kehadiran Mama nya di depan nya. Selama ini dia begitu merindukan kehadiran Mama tercintanya.
Senyum di wajah Bu Dian menghilang mendengar tebakan cucunya, namun kemudian Ia tersenyum kembali.
" Mama belum pulang sayang, tapi sekarang Alwi ganti baju dulu karena Papa akan mengajak kita jalan- jalan, makan di luar. " Ucap Bu Dian pelan
Walau nampak kecewa karena ternyata harapan nya tidak tercapai, namun Ia tetap mengikuti saran Oma nya untuk berganti pakaian.
Tidak ada senyum di wajah Alwi mulai dari bertemu Asrul hingga mobil mereka berangkat.
" Alwi sayang, Alwi kenapa? Apa Alwi tidak suka jalan- jalan sama Papa. " Tanya Asrul melihat wajah putranya yang begitu murung.
" Tidak Pa, Alwi senang ko " Jawab Alwi
" Lah kalau senang kenapa wajahnya murung begitu " Tanya Asrul lagi.
Alwi berusaha senyum walau hatinya kecewa, Ia berharap dengan jalan- jalan ini Allah mempertemukan nya dengan wanita yang sangat di sayanginya itu.
Pandangan nya di arahkan nya kesana kemari berharap akan melihat keberadaan Mama nya, namun sayang Ia tidak menemukan keberadaan nya.
" Alwi..... mau main yang mana Nak " Tanya Bu Dian berjongkok meratakan tingginya dengan cucu kesayangan nya itu.
" Tidak Oma, Alwi duduk disini saja. Bagaimana kalau kita pulang saja, Alwi capek Oma. "
Bu Dian tahu betul apa yang membuat Alwi seperti itu tapi tidak dengan Asrul, manusia yang tidak peka itu.
" Alwi tidak ingin main ya, hm bagaimana kalau kita ke mall beli mainan atau buku cerita " Tanya Asrul lagi.
Alwi hanya mengangguk malas mengikuti apa yang di katakan Asrul.
Mereka tiba di pusat perbelanjaan tapi lagi- lagi Alwi tidak bersemangat memilih apa yang dia sukai.
Pikiran nya hanyalah ingin bertemu Nayla.
Asrul membelikan beberapa mainan dan juga buku- buku bacaan anak - anak untuk Alwi, setelah melunasi semua nya Asrul mengajak Alwi untuk mencari tempat makan.
Alwi melihat Masjid yang mereka lalui ketika adzan magrib berkumandang, Ia ingin berdoa disana agar yang Maha Kuasa mengabulkan permohonan nya.
" Oma..... kita singgah di situ dulu, ini sudah masuk magrib. "
Bu Dian dan Asrul saling pandang, mereka berdua bahkan tidak memikirkan soal istrahat sebentar pada jam- jam Ibadah magrib.
" Baiklah kita singgah dulu kalau begitu "
Asrul mencari tempat parkir dan mereka bertiga pun turun.
Alwi yang memang sudah terbiasa melakukan sholat lima waktu bersama Kamila terkadang bersama Nayla pun sudah tahu tata cara sholat.
Ia mengambil wudhu bersama para Pria dan mengambil tempat tepat di belakang Imam
"Ya Allah...... Alwi tidak meminta banyak hal, Alwi hanya ingin ketemu Mama kalau boleh secepatnya. Aamiiinn. "
Selesai menjalankan kewajiban mereka pun melanjutkan mencari tempat bersantai di malam hari, tempat yang nyaman dan juga dengan makanan yang enak.
Setelah memesan makanan yang mereka sukai Alwi yang memimpin Doa terlebih dahulu. Belum lagi usai menikmati hidangan yang ada di meja Asrul melihat sesuatu yang tidak asing baginya.
Senyum terbit di bibir Asrul ketika melihat orang yang sangat di kenali nya di pintu masuk, saat nya untuk beraksi.
" Bu..... Bukan kah itu Nayla "
Bu Dian mengarahkan pandangan nya mencari kemana arah yang di tujukan Asrul namun tidak menemukan nya.
" Itu Bu di sudut sana " Ucap Asrul lagi.
Bu Dian dan juga Alwi melihat kearah yang di tunjukkan Asrul. Alwi nampak terkejut melihat sosok yang sangat di rindukan nya selama ini.
" Mama........! "
" Iya itu Nayla tapi dengan siapa ?. " Tanya Bu Dian yang memang tidak mengenal Reihan.
" Mungkin itu calon suaminya, calon Papa nya Alwi. " Ucap Asrul sengaja memancing anaknya.
Alwi langsung berdiri dan berjalan kearah Nayla.
" Mama.....!. " Panggil Alwi pelan.
Nayla terkejut melihat anaknya yang selama ini di rindukan nya. Ia berdiri dan ingin memeluk namun Alwi mundur beberapa langkah.
" Jadi ini yang menyebabkan Mama tidak menjemput Alwi, ternyata benar apa yang dikatakan Tante Siska, kalau Mama tidak menginginkan Alwi. Mama sengaja meninggalkan Alwi di tempat Oma agar Mama bisa sama Om ini. Mama jahat.......!. "
Alwi berlari keluar meninggalkan Nayla yang terkejut dengan semua yang dikatakan Alwi padanya.
Bu Dian dan Asrul yang melihat Alwi berlari pun ikut mengejar, begitu juga dengan Nayla. Ia berusaha mengejar Alwi dan menjelaskan apa yang terjadi.
" Nak...... sini sayang ! " Panggil Nayla seraya merentangkan kedua tangan nya dengan berderai air mata.
" Pergi Ma, Alwi tidak ingin ketemu Mama. Oma yuk kita pulang "
" Alwi sayang, Mama bisa jelaskan semua nya. Apa yang Alwi lihat itu tidak benar, ada alasan kenapa Mama harus meninggalkan kamu disana. " Ucap Nayla mencoba menjelaskan.
Alwi semakin tidak ingin mendengar ucapan Nayla.
" Sudahlah Nayla, kamu pergi saja urus calon suami barumu itu dan jangan ganggu Alwi, biar dia tenang bersama kami. "
Bu Dian ikut berbicara karena melihat kondisi Alwi yang tidak memungkinkan.
" Nayla, maafkan Ibu. Untuk sekarang biarkan Alwi sendiri dulu biar dia tenang, nanti Ibu akan jelaskan padanya kalau dia sudah tenang. "
Asrul tersenyum bahagia akan kemenangan nya karena berhasil membuat kedua anak dan Ibu yang saling merindukan itu berselisih faham.
🌹🌹🌹
Jangan lupa bagi dukungan ya
🙏 Like
🙏 Rate
🙏 Vote
🙏 Favorit
🙏 Gift juga ya seikhlasnya
🙏 Makasih moga berkah