
π Bantu Jempol nya ya π Like, Rate bintang 5 buat jajan Author. Oh ya bagi juga Vote gratis Mt Nt nya ya, biar tambah semangat untuk upπ
π Untuk semua dukungan nya di ucapkan banyak banyak Terima kasih, semoga semua nya menjadi barokah π
πΌπΌπΌ
Para polisi wanita bergegas menuju dimana tempat terjadi nya kegaduhan, nampak ketiga wanita yang terus menyerang Siska walau pun Ia sudah tidak berdaya.
" Cukup, berhenti.........! " Teriak salah satu nya.
Mereka membuka gembok dan segera memberi bantuan.
" Dia pingsan...! Ucap seseorang lagi.
" Darah... ...! " Gumam yang satu nya.
Kedua nya terkejut ketika melihat ada bercak darah di bagian bawah tubuh Siska.
" Cepat, sebaik nya kita bawa ke Rumah Sakit saja ! "
Mereka mengangkat tubuh Siska dan membawa nya menggunakan mobil polisi menuju Rumah Sakit terdekat, agar segera mendapatkan pertolongan.
" Hubungi keluarga nya secepat nya " Perintah nya pada yang lain.
Mobil melaju kencang hingga tiba di Rumah Sakit, tubuh Siska di dorong menggunakan brangkar Rumah Sakit menuju ruang pemeriksaan.
Dokter disana melakukan tugas nya dengan baik setelah mengetahui pasien nya adalah Istri dari orang terpandang di kota itu.
*
*
*
Bu Dian berlari kecil memasuki lorong Rumah Sakit segera setelah mendapat kabar tentang sesuatu yang sudah menimpa menantu nya itu.
" Pasien bernama Siska yang baru masuk beberapa waktu yang lalu di ruangan mana " Tanya Bu Dian .
Bu Dian kembali berlari kecil mencari ruangan dimana Siska di rawat.
Ia masuk ketika memastikan ruangan yang di tuju itu sudah benar.
" Siska....... ada apa dengan mu Nak, kenapa sampai seperti ini " Tanya Bu Dian langsung ketika tiba disana yang kebetulan Siska baru saja siuman.
Siska diam saja tanpa menjawab pertanyaan Bu Dian, akhir nya Bu Dian berinisiatif menanyakan nya langsung pada Dokter yang menangani nya.
" Apa yang terjadi pada menantu saya Dok, apa dia punya penyakit yang serius " Tanya Bu Dian penasaran.
Dokter memandang Bu Dian dan juga Siska secara bergantian, sementara Siska sejak tadi nampak gelisah.
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan Bu, Ibu Siska mungkin hanya belum terbiasa dengan tempat nya yang baru, belum lagi seperti nya Ia mendapat perlakuan tidak baik dari orang orang yang berada disana " Jawab Dokter
Siska bisa menarik nafas lega setelah mendengar ucapan Dokter yang menangani nya.
flas back
*Siska mulai siuman saat Dokter memeriksa nya.
" Alhamdulillah Ibu sudah sadar "
Siska memandang sekeliling dan terkejut bahwa diri nya berada di Rumah Sakit.
" Aku dimana sekarang " Tanya Siska memastikan.
" Pingsan Dok.....? Apa keluarga saya sudah di hubungi " Tanya Siska.
" Seperti nya sudah Bu, mungkin sebentar lagi mereka tiba " Jawab Dokter.
" Bahaya kalau sampai mereka tahu tentang penyakit ku ini, bisa bahaya " Gumam Siska.
" Apa maksud Ibu, keluarga Ibu tidak tahu, tapi penyakit Ibu ini sudah sangat parah Bu, harus segera mendapatkan penanganan "
" Dokter, saya sedang menjalani pengobatan secara diam-diam, saya ingin memberi kejutan pada mereka, untuk itulah saya tidak ingin mengatakan tentang penyakit saya ini. Bolehkah saya minta tolong Dokter "
Dokter pun bingung
" Minta tolong apa Bu "
" Tolong nanti kalau keluarga saya bertanya tentang keadaan saya, katakan saja saya baik baik saja. Cukup katakan saja kalau saya tidak nyaman di tempat yang baru, disana sangatlah tidak nyaman belum lagi rekan rekan saya yang memperlakukan saya tidak baik. Kalau Dokter mengatakan nya berarti usaha saya selama ini gagal Dok "
flas end*
Bu Dian melangkah mendekat ke arah Siska, beliau nampak sangat sedih.
" Maafkan Ibu Nak karena tidak bisa berbuat apa apa padamu. Tapi kamu tenang saja, Ibu sekarang ini sedang mencari pengacara handal yang bisa membantu mengeluarkan kamu dari sana, jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir ya " Ucap Bu Dian
" Untung saja Dokter itu mau ku ajak kerja sama, kalau tidak tamatlah riwayat ku. Ini juga punya mertua untung bodoh, jadi aku tidak akan masuk dalam masalah besar. " Batin Siska.
" Sudah Bu, tidak usah menjanjikan padaku sesuatu yang tidak mungkin sanggup Ibu penuhi. Bukankah Ibu senang kalau aku mendekam di dalam sana dalam waktu yang lama, tidur di lantai yang dingin, makan makanan tidak sehat, belum lagi ada tiga wanita gila itu yang sering menghajar ku. Bukan kah itu yang Ibu dan juga Mas Asrul inginkan. Sebaik nya Ibu pulang saja, karena sebentar lagi aku juga akan kembali di tempat asal ku. "
Siska memalingkan wajah nya ke tempat lain, sementara Bu Dian semakin di rundung rasa bersalah.
" Baiklah Ibu akan pulang, tapi nanti Ibu akan datang lagi membawakan apa yang Ibu sudah janjikan padamu " Ucap Bu Dian seraya berlalu pergi.
" Sebenarnya apa kesalahan mu Siska, apa yang sudah kamu lakukan sehingga Romi yang biasa nya selalu berhasil mengurus semua hal, hanya mengeluarkan mu dari sini saja dia tidak bisa " Batin Bu Dian.
πππ
Bu Dian kembali kerumah dengan wajah murung, sejak tadi Ia mencoba menghubungi beberapa orang namun tidak satu pun yang bersedia setelah mendengar siapa yang akan mereka lawan.
" Apa aku ke kantor polisi saja menanyakan ada apa sebenar nya " Gumam Bu Dian.
Asrul tiba di rumah dan bingung melihat sang Ibu yang nampak murung.
" Ada apa Ibu, kenapa wajah Ibu nampak murung begitu. Apa Ibu ada masalah serius ? " Tanya Asrul pada Ibu nya.
" Ia Nak, masalah Siska. Tadi Ibu baru dari Rumah Sakit, karena kepolisian menghubungi Ibu kalau Siska terpaksa di larikan ke Rumah Sakit karena mendapatkan perlakuan tidak baik dari teman sekamar dengan nya "
" Apa benar Dia dilarikan ke Rumah Sakit karena perlakuan tidak baik dari rekan nya atau karena penyakit yang di derita nya "
" Ibu mohon Nak, kamu keluarkan dia dari sana. Kalau bukan karena dia maka lakukan itu demi Ibu " Pintar Bu Dian setengah memohon.
" Andai Ibu tahu apa yang sudah dia lakukan selama ini, apa Ibu akan tetap memintaku untuk mengeluarkan nya dari sana. Ibu dia sudah menghianati aku dan berhubungan dengan Pria lain, bahkan dia pernah hamil dan melakukan aborsi dengan Pria lain. Rasanya hati ini sudah tidak ada rasa lagi pada nya Bu, tapi demi Ibu apa pun akan aku lakukan. " Batin Asrul.
" Baiklah Ibu kita akan coba nanti, kita akan mencari pengacara handal seperti yang Ibu inginkan. Tapi Bu, aku tidak bisa menjanjikan kalau dia harus keluar dari sana, semua tergantung dengan kasus nya, apa bisa di bebaskan atau tidak " Jawab Asrul
" Baiklah Nak, yang penting kita sudah berusaha semampu kita, semoga semua nya di lancarkan "
Bu Dian harus berlapang dada, Ia harus tetap bersyukur karena pada akhir nya Asrul sudah mau berniat baik untuk mengabulkan permintaan nya.
πππ
Di benua yang berbeda, Nayla sudah mulai menata semua yang menjadi tujuan nya ke negara itu.
Tinggal di rumah milik Ayah nya sendiri dengan fasilitas lengkap bahkan pelayanan dan juga supir, hingga memudahkan Nayla juga Kamila kemana mana.