
Asrul yang sejak tadi berdiam diri di dalam mobil nya yang masih terparkir di tempat biasa, akhirnya memberanikan diri untuk turun. Baru saja Ia akan melangkahkan kaki nya tiba tiba ekor mata nya memandang sesuatu yang sepertinya sangat di kenalinya.
..." Alex, bukan kah itu adalah Alex. Sejak kapan dia pulang dari luar negeri, dan kenapa dia ada disini. Apa dia mengenal Nayla atau Kamila, tapi mana mungkin. Alex kan tidak pernah pulang kampung selama ini " Batin Asrul....
Alex yang memang sudah agak lama berada di rumah itu akhir nya berpamitan untuk pulang, Ia kembali mengendarai motor miliknya.
Dari kejauhan Ia melihat ada yang mengikutinya namun Ia tidak tahu siapa, Asrul akhirnya mendahului nya di tempat yang sepi.
Ia turun dari mobil dan membuat Alex terkejut, wajah nya pucat pasi namun Ia mencoba untuk biasa saja.
" Mas Asrul " Seru Alex
Asrul merelakan tubuhnya di peluk sepupunya itu.
" Kapan kamu balik dari LN " Tanya Asrul masih mencoba sabar.
" Tiga hari yang lalu Mas, maaf aku belum sempat ke rumah Tante Dian soalnya aku masih ada urusan penting yang mau aku selesaikan lebih dulu " Jawab Alex
Asrul semakin di bakar emosi
" Urusan penting, urusan apa itu dan kenapa kamu sampai ada di rumah Nayla " Tanya Asrul langsung yang kesabaran nya sudah habis.
..." Astaghfirullah, apa Mas Asrul tadi melihatku keluar dari sana. " Batin Alex...
" Kenapa diam, apa itu urusan yang kamu bilang penting itu. Kenapa kamu sampai ada di rumah Nayla, ada urusan apa kamu dengan keluarga itu " Tanya Asrul lagi.
Sudah tanggung basah mencemplung sekalian batin Alex, Ia pun senyum senyum cengengesan.
" Untuk mengejar cintaku Mas " Jawab Alex.
" Cinta......? Apa kamu mencintai Kamila, sejak kapan "
" Bukan Kamila tapi Nayla Kakak nya, sejak di LN Mas " Jawab Alex.
Alangkah terkejutnya Asrul mendengar pengakuan Alex, bisa bisa nya sepupunya itu mengakui menyukai wanita yang pernah hadir dalam kehidupan nya.
Asrul yang sudah tidak tahan dengan amarahnya langsung menggenggam kerah Alex dan melayangkan pukulan di bagian perut Pria itu.
" Apa kau sudah gila Lex, bukan kah sudah ku katakan kalau aku adalah bagian dari hidup Nayla tapi kenapa kamu masih saja mencoba dekat dengan nya dan gila nya lagi kamu bahkan mencintai nya. Dimana akal mu lex " Teriak Asrul geram.
" Bagian dari hidup, bagian yang mana Mas. Mas sudah menyia nyiakan nya selama ini dan aku.... aku datang untuk mengobati luka yang sudah Mas torehkan itu. "
" Brengsek...... sepupu tidak tahu diri. Kamu tahu kalau mereka sangat berarti dalam hidupku, bahkan kamu juga tahu kalau aku selama ini selalu berusaha mencari keberadaan mereka. Oh.... jadi rupanya selama ini kamu tahu keberadaan Nayla tapi kamu sengaja menyembunyikan nya dari kami, kamu menerima semua uang yang kami berikan dan kamu memberikan informasi palsu. Benar benar keterlaluan "
Asrul seakan membabi buta, tak mampu lagi Ia mengendalikan kesabaran nya.
" Cukup pengecut, setelah semua yang Mas lakukan selama ini apa Mas masih berani berharap sesuatu yang lebih dari mereka. Bikin malu saja, sebaiknya Mas lupakan saja mereka. Biarkan aku yang menggantikan posisi Mas menjaga mereka dan aku yakin kalau aku jauh lebih baik dari Mas "
Bugh bugh
Bogem mentah di layangkan Asrul hingga berkali kali.
" Jauhi mereka bodoh, jangan sampai aku melupakan tali persaudaraan kita dan membunuhmu. " Teriak Asrul.
Ia meninggalkan Alex yang meringis kesakitan karena perbuatan nya.
" Kalau kamu masih saja mendekati mereka, aku akan membuktikan semua yang baru saja aku katakan. "
Asrul melajukan mobil miliknya kembali ke rumahnya, hati nya masih saja di penuhi dengan emosi yang tinggi.
" Sial, bagaimana mungkin aku di bodohi oleh orang seperti nya " Gerutu Asrul.
Bu Dian yang melihat keadaan Asrul langsung menghampiri nya, Ia semakin khawatir melihat penampilan anaknya yang acak acakan itu.
" Kamu kenapa Nak, ini kenapa bajumu, tanganmu juga. Kenapa Nak, apa kamu habis berkelahi dengan seseorang " Tanya Bu Dian.
Asrul sebenarnya enggan untuk menceritakan nya pada Ibu nya, namun karena Bu Dian mendesak akhirnya Ia pun menceritakan duduk permasalahan nya.
Semua di ceritakan nya dari awal, sampai bagaimana mereka di tipu mentah mentah selama ini.
" Dia hanya memanfaatkan kebaikan kita selama ini, Ibu tahu dia bahkan thu keberadaan Nayla di LN tapi sengaja dia tutupi karena dia juga mencintai Nayla. " Ucap Asrul
Bu Dian tidak percaya dengan semua yang di katakan Asrul, bagaimana mungkin keponakan nya sendiri yang selama ini dia sayangi tega membohonginya hanya demi uang.
" Tapi bagaimana mungkin Nak, kenapa dia bisa setega itu pada kita padahal Ibu selama ini sudah baik padanya " Gumam Bu Dian yang merasa kecewa.
" Ibu saja yang terlalu baik padanya, mentang mentang ponakan di samakan sama seperti anak sendiri "