
Sudah sudah, kenapa kalian jadi ribut. Kamu juga Dira, apa kamu bisa dengar apa yang aku katakan "
Andre benar benar pusing melihat tingkah dia wanita yang baru saja bertemu itu.
" Baik Pak, saya permisi dulu " Pamit Dira
" Hust hust sana bleee " Alya menjulurkan lidahnya membuat Dira semakin tidak suka karena dirinya merasa dikalahkan oleh orang sekelas Alya.
Alya mendadak gelisah karena sudah lumayan lama Ia duduk namun Pria di depannya tak kunjung berbicara, nampak sangat asyik dengan sejumlah kertas yang ada di atas meja.
..." Sial nih orang, memang aku disuruh duduk disini hanya untuk menonton pekerjaannya saja. Eh tunggu dulu, nampaknya dia sibuk banget, kalau aku pergi diam diam dari sini mungkin dia juga tidak akan tahu " Batin Alya....
" Jangan pernah berpikir untuk kabur, duduklah disana sebentar lagi "
..." Apa ! Ih serem juga nih orang, dia bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan. Jangan jangan dia ini paranormal, bisa gawat kalau aku berurusan lama lama dengannya " Batin Alya terkejut....
" Siapa juga yang mau kabur, aku hanya memperbaiki tempat duduk ku, enak saja mau kabur, kan kamu belum minta maaf " Jawab Alya.
Andre menyunggingkan senyum manis di bibirnya.
" Kalau aku disuruh duduk disini hanya untuk jadi penonton lebih baik aku pulang saja, aku juga punya banyak pekerjaan dirumah "
Alya sudah tidak sabar lagi kalau harus duduk lebih lama lagi.
Andre kembali tersenyum, memang Ia sengaja melakukan itu karena ingin tahu reaksi wanita yang sangat mirip dengan orang yang sangat di cintainya itu.
" Lalu apa maksudmu datang ketempat ini " Tanya Andre setelah semua tumpukkan kertas di atas meja itu tersusun rapi.
" Aku..... ! Aku..... Aku ya tentu saja ada urusan, tapi itu tidak penting lagi sekarang. Buruan sekarang mau minta maaf atau apa nih, aku mau pulang " Alya mencoba mengalihkan topik pembicaraannya karena Ia sendiri yang bingung harus menjawab apa.
" Apakah aku harus minta maaf, sepertinya aku tidak punya salah " Pancing Andre.
Andre bukannya marah Ia malah merasa senang, setelah setahun lamanya hatinya berada dalam kesedihan kini batu es itu mulai mencair hanya karena melihat tingkah bar bar wanita yang baru saja di kenalnya.
" Baiklah iya iya, aku punya tiga kesalahan dan Aku tidak akan lari. Sekarang katakan padaku apa yang bisa aku lakukan untukmu agar bisa menebus semua kesalahan kesalahanku itu "
Alya nampak berpikir sejenak.
..." Hahay kenapa tidak aku gunakan saja kesempatan ini untuk mendapat pekerjaan, jarang jarang kan Alya kamu yang salah tapi kamu malah untung, semoga saja kali ini kamu benar benar beruntung bisa dapat pekerjaan agar bisa terbebas dari Tante Mona dan juga anak buahnya itu " Batin Alya....
" Hm..... kamu itu kan bos disini dan punya wewenang yang tinggi, kalau seandainya aku meminta pekerjaan tentu bisa kan "
..." Paling paling juga tidak bisa, kan tadi kata Ibu Ibu yang di bawah tidak ada lowongan pekerjaan disini buatku " Batin Alya....
" Sudah kalau tidak bisa aku mau pulang saja, sudah terlama lama aku disini " Ucap Alya sembari bangkit dari tempat duduk.
" Datanglah besok, jangan sampai terlambat. Aku tidak suka dengan pegawai yang tidak tepat waktu "
..." What pegawai, tepat waktu. Maksudnya aku di Terima disini begitu " Batin Alya....
" Maksudnya " Tanya nya memastikan.
" Datanglah besok, pakai pakaian rapi dan jangan telat karena aku tidak suka pegawai yang tidak konsisten "
..." Yes " Soraknya kegirangan namun hanya di dalam hati....
" Oh oke " Jawabnya singkat sambil berlalu keluar meninggalkan Andre yang melongo melihat tingkah Alya.
" Oh oke, gitu doang ! Tidak ada seneng senengnya sama sekali atau bilang makasih atau apalah gitu " Gumam Andre sambil geleng geleng kepala