Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
MuLaI RaGu



☕☕☕


Asrul gelisah menunggu kedatangan Siska yang tidak ada kabar berita sejak pagi, nomor ponsel pun tidak aktif ketika di hubungi.


" Kemana dia, pergi sejak pagi hingga sore begini tak kunjung pulang dan juga tidak ada kabar. Apa dia kerumah Ibu, coba aku telpon Ibu siapa tahu dia di sana. "


Asrul pun mengeluarkan ponsel milik nya dan mulai menghubungi namun tidak ada jawaban juga.


" Apa itu ❓. " Mata nya menangkap sesuatu di sudut lemari.


Asrul pun mendekat untuk memastikan sesuatu yang nampak tidak asing bagi nya.


" Ini kan surat yang di kasih Ibu waktu itu, kenapa sampai ada di sini. Pantas aku cari di mana mana tidak ketemu. Apa mungkin Siska yang menyimpan nya, atau dia yang menemukan nya. Ah sudahlah..... yang penting surat ini sudah ketemu. " Gumam Asrul.


Asrul mengambil tempat yang paling nyaman di balkon rumah nya, dan membuka nya pelan, dengan hati berdebar debar Ia mulai membaca satu demi satu kata yang di rangkai menjadi kalimat. Hati nya mulai di rundung gelisah, belum lagi semua bukti yang Ia kumpulkan selama beberapa hari belakangan ini.


" Satu hal yang harus kamu tahu, bahwa sesuatu yang paling berharga dalam diriku sungguh tidak pernah di sentuh oleh siapa pun selain kamu.


Kalau kamu bertanya, apakah aku sudah memaafkanmu. Jawaban nya adalah I ya, aku sudah memaafkan segala nya.


Aku pergi bukan karena membencimu atau marah tentang semua yang sudah terjadi. Namun aku pergi untuk kebaikan kita, karena di sini ada hati lain yang juga ingin bahagia.


Semoga kamu bahagia dengan nya, mendapatkan keturunan yang sholeh dan juga sholeha. Maaf atas kekurangan ku yang tidak bisa membuat mu bahagia dan berpaling dari beleggu cinta lama mu.


Asrul diam terpaku, semua masa lalu kembali berkecamuk di benak nya, setiap kata kata dan prilaku nya pada Nayla begitu juga ucapan Nayla serasa nyata ada di depan nya.


Kata demi kata yang ada di surat itu mengarahkan nya pada sebuah titik terang tentang penyelidikan Romi belakangan ini.


" Dari wajah, umur anak itu, tingkah nya, tes DNA, bahkan perasaan nyaman ketika dekat dengan nya, surat dan semua penyelidikan Romi selama ini seakan akan semua menuju pada satu kesimpulan. "


" Dia adalah anak ku, penerus YABINTANG berikut nya. " Gumam Asrul seorang diri.


" Tapi bagaimana cara nya agar aku bisa mengambil nya, kalau memang Ia benar adalah keturunan YABINTANG, maka aku juga berhak atas diri nya. Aku berhak merawat dan membesarkan nya juga, Ia juga punya hak bahagia dan menikmati semua yang aku miliki. " Gumam Asrul seorang diri.


*


*


*


*


*


Di tengah lamunan nya Ia di kejutkan dengan kedatangan Siska, dengan serta merta Asrul menyembunyikan surat yang baru saja Ia dapatkan.


" Baru pulang, dari mana saja kamu !. " Tanya Asrul dingin.


Siska mendadak gugup, Ia tidak mengira kalau suami nya sudah ada di rumah dan memergoki kedatangan nya.


" Mas Asrul........! . Batin Siska terkejut.


" Kenapa diam, aku sedang bertanya padamu. Kamu dari mana saja. " Tanya Asrul masih dengan nada dingin.


" Hmm........ Sudahlah Mas, aku capek. Aku mau istrahat......!. " Jawab Siska malas, seraya membuka lemari mengambil perlengkapan mandi nya.


" Siska.......... ....! Aku bertanya padamu bukan tanpa alasan. Kamu mulai pergi pagi hari, tidak ada kabar, ponsel pun tidak aktif, dan baru datang sore hari menjelang magrib. " Desak Asrul.


" Aku dari rumah I......


" Jangan bilang kalau kamu dari rumah Ibu mu itu, kamu selalu bersekongkol dengan nya hanya untuk menutupi apa yang tidak aku ketahui. Lagi pula aku juga sudah menghubungi Ibu, namun kamu tidak ada di sana. "


" Aku harus seperti ini agar aku tahu apa yang kamu sembunyikan selama ini dariku, aku harus menuruti saran dari Romi. I ya tidak ada salah nya kalau aku mencoba. "


Siska nampak terkejut mendengar ucapan Asrul. Tidak pernah terbesit di benak nya kalau Asrul akan menghubungi Ibu nya dan mengetahui tentang persekongkolan mereka.


" Hmm, maaf sayang. Aku tadi habis dari rumah Intan, karena ada kerjaan yang harus kami bahas. Ini mengenai kemajuan Resto ASLOKA. Bukan kah Mas yang bilang, kalau beberapa hari ini pendapatan di Resto itu sedang menurun, makanya aku mencari solusi apa yang baik menurut aku, demi kemajuan Resto lambang cinta kita berdua. " Jawab Siska mencari alasan sembari bergelayut manja di lengan Asrul.


" Semoga saja dia percaya dengan semua yang aku ucap kan. " Batin Siska.


" Intan siapa lagi, rasa nya aku tidak pernah mendengar nama itu. Baiklah aku ingin melihat sejauh mana permainanmu. " Batin Asrul.


" Kenapa sayang, apa Mas tidak percaya padaku. Apa perlu aku hubungi Intan agar Mas bisa percaya padaku ?. " Tanya Siska


" Tidak perlu, aku percaya padamu. Aku hanya merasa khawatir saja karena hampir seharian istriku pergi namun tidak ada kabar, aku takut terjadi apa apa dengan Mu sayang....!. "Jawab Asrul.


Siska memeluk Asrul dan berterima kasih karena sudah mempercayai nya.


" Syukur dia percaya padaku, sekarang aku harus berhati hati agar dia tidak semakin curiga padaku. " Batin Siska.


" Aku ingin tahu permainanmu seperti apa, sekarang aku mulai ragu apakah cintamu padaku sebesar cinta yang aku miliki untuk mu. " Batin Asrul


" Ya sudah, sekarang aku mau mandi dulu sayang, soal nya gerah. "


Sebuah ciuman manis mendarat di pipi kanan Asrul, yang entah kenapa rasa nya ada yang berbeda.


" Kenapa rasa nya berbeda, mungkin karena hatiku mulai meragukan nya. "


Asrul memandangi kepergian Istri nya itu hingga hilang di balik pintu kamar mandi. Dengan cepat Ia mengambil ponsel milik nya, mengirimkan pesan pada seseorang.


" Bagaimana ada kabar hari ini dia kemana ? "


Isi pesan Asrul yang langsung bercentang dia dan berwarna biru.


" Ada yang melihat nya di RS xx sekitar pukul 1 lebih dan cukup lama disana. "


" Selidiki apa yang Ia lakukan di sana dan dengan siapa. Laporkan sesegera mungkin kalau ada kabar apa pun itu. "


" Baik "


🍧🍧🍧


Of dulu, jangan lupa like rate and komen positif nya. Buat kelanjutan bab berikut nya 🙏🙏