Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
HARAPAN TULUS NAYLA



⏩ LEPASKAN AKU BAB 64 ⏪


⚜️⚜️⚜️


Mobil yang membawa Alwi parkir sedikit jauh dari rumahnya, Burhan masih belum punya keberanian untuk menemui putrinya.


" Opa, rumahnya di sana. " Ucap Alwi sambil menunjuk sebuah rumah yang tidak jauh dari tempat mereka.


" Alwi, Opa boleh minta sesuatu tidak sama Alwi ?. " Tanya Burhan berharap Alwi akan mengabulkan permintaannya.


" Apa itu Opa ?. "


" Begini, Alwi sudah pernah ketemu dengan Papa nya Alwi belum ?. " Tanya Pak Burhan dan di jawab gelengan kepala oleh Alwi.


" Nah, Mama Nayla juga sudah lama tidak bertemu dengan Opa sebagai Papa nya Mama Nayla. Hmm, sebenarnya Opa ingin kasih kejutan nanti buat Mama, biar Mama senang kalau ketemu dengan Opa. Untuk itulah Opa minta nanti kalau Mama nanya Alwi dari mana, jangan bilang kalau Alwi habis dari rumah Opa. Bilang saja Alwi habis dari....... " Burhan nampak berpikir alasan apa yang akan di berikan cucu nya tersebut pada Mama nya kalau Ia bertanya nanti.


" Alwi akan bilang ke Mama kalau Alwi habis main di taman Opa. " Ucap Alwi dengan girangnya.


" Anak pintar, " Batin Pak Burhan


" Oke, boleh juga. Pokoknya Alwi jangan bilang dulu ke Mama tentang Opa. Opa mau siap siapkan kejutan dulu buat Mama Nayla, Oke....!."


Alwi mengangguk setuju, Ia juga menginginkan kebahagiaan untuk Mama tercintanya itu.


" Ya sudah Opa, Alwi turun dulu ya. Jangan lama lama ya Opa kejutannya buat Mama. "


✍️


✍️


✍️


✍️


Burhan memandang langkah kaki Alwi hingga langkah itu menghilang di pintu.


" Aku akan melindungi kalian dari segala yang ingin mencelakai kalian, walau pun nyawaku sebagai taruhannya. Mungkin dengan ini bisa mengurangi rasa bersalahku pada Lastri. " Batin Pak Burhan.


" Lanjut Rud....! Lakukan tugas kalian selanjutnya, jangan sampai kalian kecolongan ." Titah Burhan penuh penekanan.


" Baik Pak Boos.....!. "


═════ ♢.✰.♢ ══════════ ♢.✰.♢ ═════


Nayla nampak frustasi, pasalnya sudah sore tidak ada juga kabar dari orang orang yang di tugaskan mencari Alwi, anak semata wayangnya.


" Sabar Nay, kalau kamu begini terus aku khawatir kamu yang akan sakit. "


Andre begitu khawatir melihat kondisi Nayla, kenangan keterpurukan Nayla beberapa tahun yang lalu kembali terngiang di benak Andre. Bagaimana susahnya Ia menyembuhkan trauma itu.


" Mama........!. "


" Itu kan, sepertinya aku sudah gila Mas. Aku bisa mendengar suara Alwi memanggilku. Mas, cepat cari dia untukku. "


Andre tidak tahan melihat Nayla seperti saat ini, di peluknya tubuh itu yang begitu rapuh.


" Mama........!. " Suara Alwi kembali terdengar membuat Nayla kembali kembali memohon kepada Andre.


" Tunggu Nay, bukan hanya kamu yang mendengarnya, aku pun mendengar suaranya. "


" Alwi.......!. " Seru mereka bersamaan.


Nayla dan juga Alwi berlari keluar memastikan kalau pendengaran mereka tidak salah.


" Alwi anakku.......! " Seru Nayla.


Ia berlari memeluk tubuh putra kesayangannya itu, hatinya begitu bahagia akhirnya yang di khawatirkannya tidak terjadi.


Nayla baru menyadari sesuatu, di arahkannya pandangannya kesana kemari mencari sesuatu yang mungkin ada di sekitarnya.


" Sayang, kamu dari mana saja. Siapa yang mengantarkanmu pulang ?. " Tanya Nayla.


" Maaf Ma, Alwi tadi sama O.....


" Alwi ingin Mama bahagia, Alwi tidak boleh bilang ke Mama kalau tadi Alwi ketemu Opa. " Batin Alwi.


" O...., O... siapa Nak ?. " Tanya Nayla penasaran sekaligus bingung.


" Oh, tadi Alwi pergi ke taman yang kemarin Ma. Oh ya Ma, Alwi tadi ingin naik permainan yang muter muter itu, tapi Alwi tidak punya uang. " Ucap Alwi


Nayla merasa bersalah, karena kesibukannya Ia tidak bisa menemani anak semata wayangnya itu seperti orang tua yang lain.


" Ya Allah, kasihan sekali anakku. Dia begitu ingin sekali bermain seperti anak yang lain, tapi aku, aku hanya fokus pada pekerjaanku. " Batin Nayla lirih.


" Maafkan Mama sayang, Mama tidak bisa menemani Alwi bermain seperti anak anak yang lain yang selalu di temani orang tuanya. Tapi Nak, Mama harus bekerja untuk kita. Kalau Mama tidak bekerja, Alwi tahu kan akan bagaimana kita. "


Nayla mencoba menjelaskannya sekaligus meminta maaf pada Putranya Itu.


" Tidak apa apa Ma, Alwi tadi hanya jalan jalan saja. "


" Ya sudah sayang, lain kali kita kesana lagi. Tapi Mama minta Alwi jangan pergi sendiri, takut ada orang jahat yang.... Ah sudahlah sayang, intinya Alwi tidak boleh pergi sendirian tanpa ada orang dewasa yang menemani ya.....!. "


" Hmm terus tadi pulangnya sama siapa sayang ?. " Tanya Nayla kemudian.


" Sopir taxi, iya Ma. Tadi ada yang baik hati memberikan tumpangan buat Alwi dan mau mengantar Alwi kemari Ma. " Ucap Alwi memberi alasan.


" Alhamdulillah sayang, terus sekarang orangnya mana. Mama mau mengucapkan terima kasih padanya, karena sudah mengantarkan anak Mama yang ganteng ini pulang kerumah. "


Nayla kembali mengarahkan pandangannya kesana dan kemari mencari keberadaan orang yang di maksud anaknya tersebut.


" Mama, tadi Mamangnya langsung pulang setelah Alwi turun. Katanya ada urusan yang penting, tapi tadi Alwi sudah bilang Makasih kok Ma.....!. " Ucap Alwi lagi.


" Semoga yang kuasa membalas semua kebaikan orang itu dengan kebahagiaan yang berlipat ganda. "


Begitulah harapan Nayla dari lubuk hatinya yang paling dalam.


" Ya sudah sekarang Alwi makan dulu ya, Alwi pasti lapar kan ? Ayo Mama ambilkan dan Mama yang suapi ya. "


" I ya Ma, tapi Alwi makan sendiri saja ya, Alwi kan sudah besar. " Jawab Alwi


" Oke lah, ayo.... Alhamdulillah yang sudah besar, sudah bisa makan sendiri. " Goda Nayla


Nayla menyiapkan semua yang di butuhkan Alwi di atas meja makan. Alwi menikmati makanan yang di sajikan Nayla dengan lahap, masakan Nayla selalu nikmat di lidahnya meskipun sudah makan di tempat lain.


" Kak, boleh Kamila bicara sebentar. " Tanya Kamila


" I ya Dek, tentu saja boleh. Sayang, Mama bicara sebentar sama Ibu dulu. Kamu makan dulu yang banyak ya, biar kenyang dan cepat besar, Oke.....!. "


" Oke......! " Alwi membuat bulatan melalui jarinya sebagai tanda setuju.


Nayla dan juga Kamila melangkah ke ruang tengah yang menjadi tempat mereka bersantai.


" Ada apa Dek ?. " Tanya Nayla


" Maafkan Mila Kak, tapi apa tidak sebaiknya Mila tidak usah sekolah lagi. Mila biar antar jemput Alwi saja, belakangan ini Alwi selalu menghilang. Mila takut terjadi sesuatu yang buruk padanya. "


Kamila lega karena akhirnya mampu mengungkapkan ke inginannya pada Kakak sambungnya itu yang sudah sangat begitu baik padanya.


" Kamila adikku sayang, ini bukan salah kamu. Kamu harus tetap melanjutkan pendidikanmu, karena Pendidikan itu sangatlah penting buatmu ke depan. Soal Alwi tidak perlu kamu pikirkan, kita bisa mencari seseorang yang menjaganya nanti. Jadi Kamila, Kakak tidak ingin mendengar lagi alasan kamu untuk tidak bersekolah lagi. Karena itu tidak akan pernah terjadi. " Jawab Nayla tegas


Seperti biasa Kamila tidak dapat dapat berbuat apa apa kalau Nayla sudah mengambil keputusan. Hanya anggukkan yang mampu Kamila lakukan untuk menyetujui semua keputusan Kakak nya tersebut.


" Kok aku sepertinya tidak percaya semua yang di katakan Alwi kali ini. Sepertinya ada yang Ia sembunyikan, aku harus menyelidikinya sendiri. " Batin Andre yang sedari tadi hanya jadi penonton drama ke tiga orang yang begitu berarti dalam hidupnya.



️⚜️


⚜️


" BUAT YANG MASIH BINGUNG SIAPA KAMILA, DIA ADALAH ANAK YANG DI SELAMATKAN NAYLA BEBERAPA TAHUN YANG LALU. KARENA GOLONGAN DARAH YANG SAMA AKHIRNYA KAMILA BISA TERTOLONG. DAN SEBELUM PERGI DARI RUMAH, ATAS BANTUAN ANDRE, NAYLA MEMBAWA PERGI KAMILA BERSAMANYA "


JANGAN LUPA TETAP BERI DUKUNGAN TERBAIK UNTUK AUTHOR AIS YA, SEKECIL APA PUN DULUNGAN KALIAN AKAN SANGAT BERARTI BUAT AIS.


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BUAT SEMUA YANG MENJALANKANNYA