
Andre menggeliat ketika sinar matahari menerobos melalui celah celah pentilasi. Ia meraba-raba tempat di sampingnya namun tidak menemukan apa pun disana, perlahan Ia membuka mata, di arahkannya pandangannya kesana kemari namun tidak menemukan siapa pun disana selain dirinya.
" Sayang "
Ia berlari menuju kamar mandi mengira kalau Istrinya ada disana namun dugaan nya salah.
" Ah apa dia sudah berangkat kerja " Gumam Andre.
Ia segera masuk ke dalam kamar mandi dan melanjutkan aktivitas nya disana, setelah merasa cukup akhirnya Ia keluar dengan bermodalkan handuk melilit di pinggangnya.
Keningnya berkerut ketika melihat ranjang yang sudah rapi bahkan ada setelan baju kerja disana, bibirnya menyunggingkan senyum dengan sempurna. Segera Ia mengenakan pakaian lengkapnya, menyisir rambut dan tak lupa pakai minyak wangi.
Andre mengendus-endus tubuhnya sendiri.
" Hm sudah rapi dan wangi "
Hatinya begitu berbunga-bunga apalagi mengingat kejadian semalam bagaimana Istrinya membuatnya terbang ke langit ketujuh. Permainan panas mereka berakhir seri tidak ada yang kalah.
" Wah ada apa pagi ini, cerah amat Nak, bahkan melebihi matahari pagi "
Rossa yang juga baru keluar dari kamarnya dan berpapasan dengan Putranya itu langsung menggoda nya, sesungguhnya Rossa sangat bahagia melihat perubahan semua anak anaknya yang alhamdulillah semua mengarah ke arah yang lebih baik.
" Ah Ibu bisa saja, yok Bu dah hampir telat nih "
Andre berlari kecil menuruni anak tangga, bibirnya langsung menyunggingkan senyum ketika melihat Istrinya ada di ruang makan sedang membantu para ART menata sarapan di atas meja.
" Sayang ! kamu disini, ku pikir kamu sudah berangkat bekerja "
Rossa semakin bahagia melihat interaksi Putra dan Putrinya, rambut basah keduanya jelas membuat Rossa berulang kali mengucap syukur.
" Ah nggak Mas, aku ijin nggak kerja dan ingin di rumah saja boleh nggak "
Rena malu malu tapi rasa takutnya yang lebih besar selalu menghantuinya, Ia sudah bertekad tidak akan mengikuti jejak rekan kerjanya itu.
Meskipun bingung dengan perubahan Istrinya tapi Andre sangat bahagia, paling tidak Ia tidak akan mereka gelisah kalau Istrinya akan di goda orang lain ketika di luar pengawasan nya.
" Boleh dong sayang, tentu saja boleh. Kamu bebas melakukan apapun, selama itu baik makan Mas akan dukung. Mau kerja atau mau di rumah juga tidak apa apa "
Rena tersenyum, Ia menarik kursi untuk suami dan juga Ibu mertuanya.
" Makasih sayang "
" Iya Mas, sama sama "
Ia beralih dengan sigap menarik kursi untuk Rossa.
" Nggak usah sayang, Mama bisa sendiri "
Rossa merasa tidak enak hati tapi juga jauh di dalam hati Ia merasa bahagia karena merasa di hargai oleh anak anaknya.
" Nggak apa apa Ma " Jawab Rena dengan senyum terpancar tulus di wajahnya.
Setelah mengisi piring kosong untuk kedua orang di depannya baru Rena duduk di samping suaminya.
Andre yang melihat Istrinya hanya duduk langsung berinisiatif mengambilkan piring untuk Istrinya namun Rena menahannya.
" Nggak udah Mas nanti aku setelah Mas saja "
Rena kali ini harus membuang jauh jauh gengsinya demi hubungan rumah tangganya tetap langgeng. Andre yang melihat itu bingung, tapi karena jam kerja sebentar lagi akhirnya Ia melanjutkan sarapannya. Andai Ia tahu apa yang terjadi pada Istrinya mungkin Ia akan mencari siapa dalang dari perubahan pada Istrinya itu untuk di beri piagam penghargaan.
" Sudah Mas jangan di kumpul " Rena langsung menarik piring suaminya dan menarik nya kehadapan nya.
Andre bertambah tambah bingung
" Aku mau makan disini, kalau Mas sudah selesai Mas bisa berangkat sekarang "
Jujur hari ini adalah hari kebingungan buat Andre tapi di balik itu Ia sangat bahagia dengan perubahan Istrinya, jangan tanya lagi bagaimana Bu Rossa, Ia bersyukur karena Putranya tidak salah pilih dan jatuh di tangan yang benar.
" Assalamu'alaikum Mas, Hati-hati di jalan, semangat kerjanya ya "
Rena ingin mengantarkan Andre sampai depan pintu namun Pria itu melarang nya karena melihat Istrinya bahkan belum sarapan apapun.
" Kamu disini saja sayang, lanjutkan saja sarapan nya "
Andre mencium puncak kepala Istrinya membuat Rena terkejut dan memejamkan mata, ada kebahagiaan tersendiri yang sulit Ia lukiskan.
Rena mengangguk dan tersenyum begitu juga penghuni rumah yang lain, yang juga ikut senyum senyum melihat kemesraan kedua pengantin baru itu.
Karena suasana hatinya yang bahagia Andre sampai bersiul ketika akan melangkah ke dalam gedung pencakar langit miliknya, Ia sampai menyapa para karyawan yang berpapasan dengannya hari ini. Hal yang jarang bahkan hampir tidak pernah Ia lakukan.
Para karyawan yang di sapa banyak yang kaget dan ada juga yang salah tingkah.
" Astaghfirullah Vin, Vinna coba tampar gue "
Seorang karyawan perempuan sampai meminta rekan kerjanya menampar pipinya.
Plakk !
" Aduh sakitnya " Rintih nya sembari mengelus pipinya yang terasa sakit.
" Kenapa kamu menamparku Vin "
" Lah bukannya tadi kamu yang menyuruh aku menampar mu, kamu ini aneh deh " Jawab wanita yang bernama Vinna.
Riska mengelus elus pipinya yang terasa panas.
" Benarkah, tapi..... jangan keras juga kali. Ini mah bukan tampar tapi tonjok " Protes Riska.
" Au ah kamu Ris, dia yang minta di pukul eh dia yang marah, mending aku kerja. Buruan kerja, makanya banyak banyak minum biar fokus "
Apes dua kali, pertama kena tampar dan yang kedua Ia mendapat malu karena di tertawakan rekan rekan kerjanya yang melihat kejadian itu.
Andre melangkah memasuki ruang kerjanya, seperti biasa sekertaris nya akan selalu menghadap nya ketika Ia tiba untuk memberikan laporan atau agenda apa yang Ia harus lalui hari ini.
" Tumben kamu diam, tidak ingin bertanya kenapa aku nampak bahagia "
Andre yang lucu, di perhatikan marah giliran tidak di perhatikan juga dianya yang minta di perhatikan.
" Ah tidak Pak, palingan juga dapat rezeki nomplok. Oh ya ini agenda kita hari ini "
Sekertaris memberikan sebuah berkas kepada atasannya itu yang sudah Ia ketahui suasana hatinya sedang baik sejak memasuki halaman kantor.
" Atur saja jadwalnya sesuai permintaan mereka "
Sekertaris melongo tidak percaya, biasanya juga di seleksi dulu bahkan ada beberapa yang di tolak mentah mentah atau bahkan di wakilkan padanya.
" Apa Bapak bersedia menemui mereka " Tanya sekertaris memastikan.
" Apa semuanya masih kurang jelas atau harus aku ulangi lagi "
Sekertaris akhirnya mengangguk karena tidak ingin membuat mood atasannya itu hancur
" Baik "
Andre mengerjakan semua pekerjaan dengan lancar, senyum ceria Istrinya di pagi hari dan juga pergulatan panas mereka semalam yang membuat nya bersemangat setiap kali mengingatnya bahkan tidak jarang Ia tiba-tiba tersenyum sendiri.
Bahagia laki laki tak jauh dari urusan ranjang, kalau ranjangnya terpuaskan maka urusan pekerjaan siang lurus seperti jalan tol 🤣🙏
♐ Hai Hai sahabat novel toon yang sudah mampir, makasih untuk dukungan dan like nya juga komentar nya, semoga semua mendapatkan manfaat untuk itu, Aamiin 🤲 ♐