Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Ijinkan Sekali ini Saja



🐰🐰🐰


Andre mundur perlahan menghimpit kan tubuh nya di dinding luar kamar, kenyataan yang baru saja di dengar nya rasa nya sangat sulit Ia terima. Ia tidak menyangka kalau selama ini mereka hanyalah anak angkat, Orang tua yang selama ini mereka sayangi ternyata bukan Orang tua kandung mereka.


Meskipun Bu Rossa sangat memperlakukan nya berbeda dengan cara dia memperlakukan Ilham, tapi Andre sangat menyayangi Ibu nya.


" Apa benar semua ini Ibu. " Tanya Ilham yang juga datang tepat saat Bu Rossa mengungkapkan semua kenyataan yang selama ini tidak mereka ketahui.


Selama ini Ilham begitu membenci sang Ayah karena yang Ia tahu Ayah nya selalu menyakiti Ibu nya tanpa tahu alasan yang sebenarnya.


Baik Bu Rossa mau pun Pak Burhan sama sama terkejut melihat kedatangan Ilham yang langsung bertanya perihal masalah yang baru saja mereka bahas.


" Ilham..... Sini Nak.....! Maafkan Ibu karena Ibu tidak pernah mengatakan ini semua pada kalian sebelum nya. Walau pun begitu asal kamu tahu, Ibu sangat menyayangi kamu. Kamu adalah hidup Ibu, semangat Ibu.....!. " Ucap Bu Rossa jujur.


" Aku ingin sendiri dulu Bu.... !. " Ucap Ilham seraya mundur beberapa langkah, dan pergi menjauh.


" Lihat semua salahMu, kamu sendiri yang mengungkap kan masalah yang sudah susah payah kita tutupi. Aku bahkan rela di jadikan kambing hitam selama ini agar mereka tetap tahu kalau kita adalah orang tua kandung mereka, tapi apa yang kamu lakukan. Sekarang katakan dimana Nayla berada, jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang kedua kali dengan melenyapkan nyawa orang lain yang tidak bersalah. "


" Aku mohon mulai sekarang rubah lah cara berpikirMu itu, kita akan mulai semua dari awal. Tapi jika memang kamu masih tidak bisa berubah, maaf sebaik nya kita sampai di.....


" I ya, maafkan aku. " Jawab Bu Rossa memotong ucapan Pak Burhan.


Bu Rossa meraih ponsel nya dan menghubungi orang orang kepercayaan nya, namun sudah beberapa kali melakukan panggilan namun tidak ada jawaban juga.


" Tidak di jawab, sekarang tidak aktif lagi. " Ucap Bu Rossa mulai khawatir.


" Aku harus kesana sebelum joe berbuat nekat dan menghabisi nyawa nya. Hanya ini satu satu nya yang bisa aku lakukan. " Batin Bu Rossa.


Di raih nya kunci mobil milik nya dan berlari kencang keluar rumah.


" Ros.... kamu mau kemana, tunggu........!. " Teriak Burhan namun tidak di pedulikan oleh Bu Rossa.


Brummm....


" Semoga belum terlambat. "


Bu Rossa melajukan mobil nya di jalan raya tanpa mempedulikan diri nya atau pun orang di sekitar nya, yang ada di pikiran nya hanyalah segera tiba dan menolong wanita yang sudah Ia curigai menjalin kasih dengan suami nya sendiri.


" Maafkan aku, Ya Allah ijinkan hamba berbuat baik sekali ini saja. "


Bu Rossa mengemudikan mobil nya melewati jalan setapak yang penuh dengan lubang lubang, yang Ia ketahui hanya itu jalan satu satu agar cepat segera tiba disana.


Sementara di tempat lain, Ilham sedang merutuki diri nya sendiri karena tidak tahu terlahir dari siapa.


" Kalau bukan Ibu Rossa lalu siapa mereka, kenapa mereka tega meninggalkan kami di Panti Asuhan itu. " Gumam Ilham sembari mendendang nendang sebuah batu di depan nya menggunakan ujung sepatu nya.


dret~ dret~ dret ~


Ilham meraih ponsel milik nya dan melihat siapa yang melakukan panggilan dengan nya.


" Hallo, kamu di mana. Jangan macam macam ya, biarkan saja mereka bukan orang tua kita. Lalu kenapa, mereka hanya tidak bisa melahirkan kita tapi mereka menyayangi kita. " Nasihat Ilham panjang lebar.


" Abang..... ..!. "Teriak Andre.


" Abang di mana, tadi aku lihat Ibu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Kemungkinan kata Ayah dia menuju tempat Joe CS. Abang tahu di mana tempat nya, kita harus segera kesana menolong mereka. " Teriak Andre pada sambungan telpon.


" Ibu....... Joe CS......! Tidak, mereka kan bengis. Kenapa aku sampai lupa. "


Ilham melajukan mobil milik nya setelah mengirimkan alamat tempat di mana Ia sering ikut terlibat menghabisi beberapa orang yang jadi korban nya.


*


*


*


Ting.... { Notif di ponsel Andre }


" Daerah itu kan terpencil dan lumayan jauh kalau jalan besar. " Gumam Andre.


" Kenapa Nak, sudah ada kabar ? . " Tanya Pak Burhan penasaran.


" I ya Ayah.....!. " Ucap Andre seraya menunjukan sebuah alamat yang baru saja di kirim Abang nya apada nya.


" Ayo Nak, tunggu apa lagi. Nunggu Ibu dan juga adik Mu tiada dulu baru berangkat. " Seru Pak Burhan yang sudah lebih dulu masuk kedalam mobil.


Mobil yang di kemudikan Bu Rossa tiba di sebuah rumah yang terletak di ujung kulon.


" Joe...... Joe.......!. " Teriak Bu Rossa.


Sudah berulang kali Bu Rossa memanggil bahkan menggedor gedor pintu namun tidak terdengar apa pun di dalam.


" Celaka, jangan jangan mereka sudah membawa nya kesana. " Pikir Bu Rossa semakin khawatir.


🐦🐦🐦


Sebuah senyum kemenangan terbit dari sudut bibir seorang wanita.


" Sebentar lagi kamu akan merasakan bagaimana yang nama nya kesakitan. Hidup menderita mati pun tak mau sampai kamu sendiri yang menginginkan kematianMu. " Batin wanita itu lagi.


" Suntik kan dosis rendah dulu, lihat lah tubuh nya yang molek ini. Sangat sayang kita lenyapkan sebelum kita nikmati anak dari BURHANUDIN ini. Ha ha ha, aku tidak menyangka Pria tua bangka itu mempunyai Putri secantik ini, dan beruntung takdir berpihak padaku. Aku di beri kesempatan membalaskan dendam orang yang aku sayangi yang meninggal karena kebodohan Tua bangka itu. " Ucap Joe seorang mafia yang tak kenal ampun.


🐧🐧🐧


Bersambung dulu ya, di sambung besok. Makasih atas dukungannya, makasih juga atas ucapan dan do' a nya. Author tidak bisa membalas satu persatu komenan semua. Semoga kita semua selalu di dalam Lindungan Nya.


Aamiinn