Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
MASYAALLAH



🐧🐧🐧


Sementara di luar para penjaga sibuk mencari siapa yang sudah memecahkan kaca jendela, di dalam ruangan Nayla sedang bergulat dengan nurani nya. Fisik nya menginginkan nya, namun naluri nya mengatakan itu salah.


" Ayo sayang, tunjukkan kehebatan Mu. Kau terlihat sangat menggoda, dan aku juga tahu bagaimana kau sebelum nya. Pasti rasa nya akan sama dengan wanita yang masih fresh dan itu yang membuat aku ingin sekali memiliki nya. " Ucap Joe dengan suara berat karena menahan sesuatu di dalam tubuh nya yang seakan minta di tuntaskan.


Naluri Nayla sangat berharap seseorang datang menolong nya walau tubuh nya pasrah mendapat perlakuan dari Pria di depan nya yang mulai memegang tangan dan pundak nya.


" I ya seperti itu sayang, tidak perlu berontak. Kita akan melakukan nya dengan santai, kau pasti akan menikmati nya nanti. Karena aku pasti akan memuaskanMu. " Ucap Joe


Nafas Joe yang mulai terdengar memburu mengenai kulit Nayla membuat nya seakan ikut hanyut dalam sesuatu yang Ia sendiri tidak tahu, yang jelas rasa panas ditubuh nya rasa nya pun ingin segera mendapatkan kepuasan.


*


*


*


*


Bughk ..... Bughk


Di luar rumah itu, perkelahian tidak terelak kan lagi. Beberapa orang orang Jo melawan dua orang Pria.


" Ndre, cepat kamu periksa di dalam rumah. Mungkin adik dan juga Ibu Mu ada di dalam. " Perintah Pak Burhan.


" Tidak Ayah, aku tidak mungkin meninggalkan Ayah dengan orang orang ini. Aku juga yakin kalau Abang Ilham pasti sudah ada di dalam. " Jawab Andre yang terus melayangkan serangan nya pada beberapa Pria dengan wajah sangar.


" Mas Andre, tolong Nay .......! Nay tidak mau ini. Tolong Mas..... ! Rintih hati Nayla.


BRAKKKK !


Bunyi suara pintu terbuka dengan paksa. Karena suara yang begitu keras, mengejutkan Joe dari aktifitas nya.


" Lepaskan dia Jo.....!. " Teriak Ilham seraya menarik paksa tubuh Jo yang sudah berada tepat di atas tubuh Nayla.


Karena keras nya tarikan tangan Ilham, Jo sampai terlempar ke sudut lemari yang ada di ruangan itu. Ilham menarik seprei dan segera menutup tubuh Nayla yang sudah terbuka sebagian.


" Kau..........!. " Joe terkejut melihat siapa yang sudah mengganggu kesenangan nya itu.


" Sial, bukan nya membantu Ku, kau malah menarik Ku. Kau juga sudah mengganggu kesenangan Ku. Oh ternyata kau juga menginginkan tubuh wanita jalang ini......! Ucap Jo di sertai seringai jahat nya.


Ilham marah begitu mendengar kata kata yang keluar dari mulut lelaki yang pernah menjadi rekan kerja nya dalam menyelesaikan misi di dalam dunia gelap mereka.


Bugh ~~ Bugh ~~~


" Kau boleh mencari wanita mana pun yang menjadi korban Mu, tapi bukan Dia. " Ucap Ilham sembari tangan dan kaki nya juga menyerang dan menangkis serangan Jo pada nya.


" Panas Mas.... tolong aku !. " Rintih bibir Nayla.


Ilham menoleh sesaat melihat kearah Nayla yang nampak merasa tidak nyaman dengan ke adaan nya.


" Sial, kau apakan dia Jo. "


Andre segera melompat dan kembali menutup tubuh Nayla.


" Tenang, tidak apa apa. Sebentar lagi Andre akan datang menolong kita. " Ucap Ilham pelan tepat di telinga Nayla.


" Wah - wah, apa aku tidak salah lihat. Sejak kapan kau akrab dengan nya hah....! sampai- sampai demi wanita itu kau rela memukuli sahabat Mu sendiri. "


Ilham kembali berdiri dan memberikan serangan nya tepat di dada Jo yang posisi nya sedang tidak siap. Ia terhuyung huyung ke belakang sembari memegang dada nya yang terasa sakit.


🎊🎊🎊


Doorrrrrr


Sebuah tembakan terdengar menggelegar, tidak berselang lama sebuah bunyi terdengar lagi.


DOORRRRR.


Dalam waktu bersamaan tubuh Pak Burhan tumbang tepat di depan Andre.


" Ayah...........!. " Teriak Andre, terkejut ketika melihat tubuh Pria yang sangat di sayang nya itu terjatuh tepat di depan nya.


Dari arah yang berlawanan nampak beberapa orang dengan seragam putih berlarian ke arah Andre.


" Maafkan aku Ndre, aku terlambat.....!. " Ucap seorang Pria.


" Tidak apa apa Pandu, kamu datang tepat waktu. Cepat bantu Ayah, lakukan pertolongan secepat nya. " Pinta Andre yang nampak khawatir.


Sementara di dalam rumah juga, beberapa polisi berseragam lengkap juga sudah membekuk Jo dan juga beberapa orang orang penting nya.


Ilham berjalan menghampiri Nayla, dan membantu nya berdiri.


" Panas Mas panas.....! Ucap Nayla dengan wajah sendu


" Mas siapa.....? Tolong bantu Nayla, rasa nya ini tidak enak. " Ucap Nayla setengah memohon.


" MasyaAllah cantik nya......! Tidak Ilham, dia adik Mu.....! Batin Ilham berkecamuk.


Ia melepas jas yang ada di tubuh nya dan memakaikan nya pada tubuh Nayla, karena pakaian bagian atas nya ada yang sobek.


" Ayo kita keluar. "


Ilham memapah tubuh Nayla keluar ruangan yang hampir saja menjadi saksi bisu.


" Mas, panas. Tolong Nayla......!. " Ucap Nayla spontan memeluk tubuh Ilham.


" Ya Allah, si brengsek itu pasti memberikan obat perangsang pada nya. Aku harus segera membawa nya keluar, semoga Pandu datang tepat waktu. " Batin Ilham.


" I ya, Mas akan membawa kamu keluar. Di luar ada Andre, dia pasti sudah membawa Dokter kemari. " Ucap Ilham.


Andre dan beberapa tim medis sedang membawa tubuh Pak Burhan memasuki sebuah ambulan. Secara bersamaan Ilham dan juga Nayla keluar dari rumah tersebut.


" Abang......! Nayla kenapa, dia tidak apa apa kan ? . " Tanya Andre yang melihat kondisi Nayla tidak baik baik saja.


" Brengsek itu hampir saja melecehkan nya Ndre. Bagaimana tim medis apa mereka sudah datang ?Nayla harus mendapat penanganan, seperti nya brengsek itu sudah menyuntikkan sesuatu pada nya sehingga dia seperti ini. " Ucap Ilham.


" Ada Bang, tadi ada ambulans juga. Tapi baru saja kembali membawa Ayah dan juga Ibu. Maaf Bang, aku tidak bisa menjaga Ayah. Beliau tertembak oleh seseorang yang tidak di ketahui. "


Andre merasa bersalah karena tidak tahu dari mana arah senjata yang akhir nya melukai sang Ayah.


" Sepertinya korban di bawa lari oleh seseorang. Karena tidak mungkin korban bisa bangkit sendiri dan melarikan diri. " Lapor beberapa petugas kepolisian yang berada di sana.


" Korban siapa Pak ?. " Tanya Ilham penasaran.


" Begini Pak, ketika kami tiba tadi di sini, anggota kami melihat seseorang mengarahkan pistol ke arah Pak Andre. Namun ternyata peluru nya malah mengenai Pak Burhan, karena anggota kami tadi juga sempat melepaskan tembakan padanya. Tapi setelah di lihat di TKP korban sudah tidak ada. " Jelas kepala komandan ke polisian itu


" Kami akan menyelidiki nya nanti, Terima kasih karena sudah membantu ke polisian dalam menangkap JOE CS yang sudah banyak meresahkan selama ini. "


Pria berpangkat itu menjabat tangan Ilham sebelum akhir nya mereka berpamitan melanjut kan tugas mereka.





🌟


🌻🌻🌻


Maafkan Author ya, melalui bab ini Author minta maaf kalau kata kata dalam cerita di bab ini tidak sesuai dengan yang ada di pikiran reader.


Melalui bab ini juga Author ingin mempromosikan karya Author lain yang sangat bagus, sayang kalau tidak di baca.


Semoga berkenan mampir ya, jangan lupa LIKE KOMEN RATE DAN JUGA FAV. Kalau ada rezeki lebih bisa bantu gift juga dan VOTE bagi yang tidak terpakai.



Jangan lupa mampir ya, untuk semua dukungan nya Author ucapkan banyak banyak Terima kasih .


LOVE YOU ALL 😍😍