
πππ
Setelah melalui perdebatan panjang, Reihan pamit kembali ke Apartemen milik nya. Namun belum sampai memegang gagang pintu Ia teringat kejadian sebelum Ia masuk ke ruangan itu.
" Sebelum masuk ruangan ini saya berpapasan dengan seorang wanita. Karena jalan sambil menangis jadi nya bertabrakan. Saya tadi nya sempat khawatir, mungkin dia pegawai di sini. Tapi nampak nya wanita itu baru dari ruangan ini. "
Setelah mengatakan ke khawatiran nya Reihan pun pamit untuk melanjutkan pekerjaan yang di tugaskan untuk nya.
" Wanita, dari ruangan ini dan sedang menangis.....! Jangan -jangan...... " Gumam Andre
Andre, Ilham dan juga Pak Burhan saling pandang seolah mereka punya pemikiran yang sama.
" Nayla......
" Adik ku....
" Anak ku....
Mereka mengucapkan pendapat mereka secara bersamaan. Walau ucapan nya berbeda tapi tebakan mereka adalah sama, Nayla.
" Jangan-jangan tadi Nayla mendengar semua nya tentang perdebatan Ayah dan juga Andre. "
Kedua Pria itu setuju dengan perkiraan Ilham. Andre segera berlari keluar mencari adik nya itu.
" Kemana dia, kenapa tidak ada di mana-mana ?. " Gumam Andre mulai panik
Pak Burhan dan juga Ilham pun ikut mencari Nayla yang tidak ada di dapur Resto.
" Aulia......! Tanyakan pada Aulia, karena adik mu sangat dekat dengan nya. "
Ketiga Pria itu pun segera mencari wanita yang di maksud dan menemukan nya masih di ruangan ganti mereka.
" Aulia......!. "
Aulia yang mendengar nama nya di panggil sontak menoleh dan alangkah terkejut nya ketika melihat pemilik Resto itu berada di depan pintu ruangan nya.
" I ya Pak, ada yang bisa saya bantu. Maaf saya tadi istrahat, sekarang saya akan kembali bekerja lagi. "
Aulia yang memang sedang bersiap- siap ingin kembali bekerja, merasa khawatir kalau Ia melakukan kesalahan. Sehingga mengakibatkan atasan nya datang menemui nya secara langsung.
" Tidak apa- apa. Kami kemari hanya ingin menanyakan tentang Nayla, apa kamu tadi melihat nya. Atau kamu tahu dia kemana, soal nya saya cari ke mana-mana sejak tadi tidak ketemu. "
Andre yang memang selalu terdepan kalau menyangkut tentang Nayla, Ia yang lebih dulu bertanya.
" I ya Pak, tadi Nayla ada di sini. Tapi tadi sepertinya dia ada masalah, jadi ijin pulang duluan. Baru saja saya ingin meminta kan ijin untuk nya. " Jawab Aulia.
" Ya sudah, Terima kasih atas info nya. Kamu bisa kembali bekerja lagi. "
" Ayah, biar Andre cek ke rumah nya dulu, mungkin saja dia sudah pulang kerumah. "
*
*
*
*
Hanya beberapa menit saja, mobil yang di kendarai Andre tiba di depan rumah milik Nayla. Rumah nya nampak sunyi, tidak ada tanda- tanda ada penghuni di dalam rumah.
Andre memanggil dan mengetuk berulang-ulang namun tak ada jawaban.
" Tidak ada orang, Kamila pun pasti belum kembali. Kemana kamu adik ku, kenapa kamu tidak pulang ke rumah. Kamu tahu kalau Mas sangat menghawatirkan keadaan mu sekarang. "
Andre mengeluarkan ponsel milik nya, mencoba menghubungi Nayla berulang-ulang namun tak ada jawaban. Hal itu semakin membuat nya khawatir.
Ia kemudian menghubungi Ayah dan juga Abang nya.
" Tidak ada di rumah Ayah. "
" Tidak ada di rumah Abang. "
" Periksa alat pelacak di ponsel nya, bukan kah kata mu kamu pernah memasang nya di sana. "
Andre segera mengikuti saran Abang Ilham dan kemudian tersenyum setelah mengetahui keberadaan adik nya itu.
Andre segera memasuki mobil milik nya dan mengemudikan nya. Sebelum nya Ia sudah mengirim lokasi keberadaan Nayla pada Ayah dan juga Abang nya agar mereka bisa kesana bersamaan.
Satu jam berlalu mereka tiba hampir bersamaan. Andre segera turun dan mencari- cari keberadaan sang adik.
" Rupanya kamu di sana adik ku. " Gumam Andre.
Ia melangkah pelan menghampiri Nayla yang sedang duduk di samping makam sang Ibu. Letak makam yang berada di bawah pohon memudahkan nya untuk berlama- lama di sana.
" Nayla........!. " Panggil Andre pelan.
Nayla mendengar nama nya di panggil dan dia juga tahu persis siapa sang pemilik suara, namun hati nya enggan untuk menjawab.
" Nayla...... !. " Panggil Andre yang kedua kali nya.
" Untuk apa Mas Andre kemari. " Suara Nayla terdengar tidak bersahabat.
" Jangan mendekat, lebih baik Mas pulang saja dan biarkan aku sendiri. "
Baru saja Andre melangkah mendekati Nayla Ia di kejutkan dengan suara Nayla yang meminta nya untuk pergi.
" Mas Andre ingin berbicara dengan mu sebentar saja. " Pinta Andre
" Pergi Mas, tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. "
Nayla merenungi nasib nya yang malang, takdir seakan mempermainkan nya selama ini. Seakan dunia ini tidak ada kebahagiaan untuk nya, semua yang di lalui nya adalah derita. Satu persatu orang yang di sayangi nya mengakibatkan penderitaan untuk nya.
" Jangan seperti ini Nayla, lebih baik kita pulang dan ijinkan Mas berbicara dengan mu sebentar saja. " Pinta Andre sedikit memohon.
Nayla tetap tidak bergeming dari tempat duduk nya, tangan nya memegang gundukan tanah makam sang Ibu.
" Nayla.......!. "
" Pergi Mas, untuk apa Mas masih disini. Kalau Mas mau menertawakan tentang kebodohan aku selama ini silahkan, aku memang bodoh. Tidak bisa membedakan mana yang serius menyayangiku mana yang palsu. "
" Mas sangat menyayangi kamu dan tidak ada yang palsu, Mas rasa kamu juga tahu itu. Semua nya tulus adikku. " Ucap Andre
" Cukup jangan memanggilku dengan sebutan itu, pergi lah jauh dari hidupku.........!. " Teriak Nayla histeris.
Pak Burhan turun dari dalam mobil dan melangkah mendekat ke makam Almarumah wanita yang pernah sangat di sayangi nya.
" Nak...... maafkan Ayah, maaf kan Ayah yang sudah menelantarkan kamu dan juga Ibu mu. Tapi kalau kamu tahu sebenar nya......
" Cukup..... saya minta sekarang kalian semua pulang, jangan pedulikan saya dan biarkan saya sendiri. "
Andre menahan langkah Ayah nya yang ingin mendekat ke arah adik nya itu melalui gerakan tangan nya.
" Baiklah Ayah akan pulang, tapi ketahuilah Buba sangat menyayangi kamu dan juga Ibu mu Nak. Kembali lah kerumah dan kita bicarakan semua nya baik- baik. "
Walau berat hati Pak Burhan akhir nya meninggalkan Nayla bersama Andre di makam tersebut.
Lama Andre dan juga Nayla larut dengan pikiran mereka masing-masing, hingga akhir nya Andre menawarkan diri untuk kembali. Semua itu hanya alasan nya saja agar Nayla kembali pulang.
" Ya sudah, Mas pulang juga. Mas mohon kamu juga pulang ya, kita bicarakan ini baik- baik. Bagaimana pun juga Ayah Burhan adalah Ayah mu, selama ini beliau mencari kalian namun tidak pernah berhasil. Jadi Mas mohon, tolong pikirkan baik- baik semua nya. Jangan hanya memandang satu sisi saja sedang sisi yang lain di lupakan. "
Andre juga berlalu pergi setelah mengungkap kan isi hati nya. Kali ini Andre tidak bisa memihak siapa pun, karena selama ini dia lah yang menjadi saksi bagaimana menderita nya Nayla, begitu juga bagaimana usaha dan pengorbanan sang Ayah dalam mencari anak kandung nya yang hilang
*
*
πΊπΊπΊ
*
*
Hapy menjelang maljum, malam yang penuh barokah. Yuk ramai- ramai mencari pahala, semoga yang kita lakukan mendapat barokah.
Jangan lupa berikan dukungan terbaik nya yaππ
Yg gratis pun cukup buat Author bahagia, buka karya banyak yang like saja sudah menghadirkan kebahagiaan tersendiri.
Makasih ya, love love semua nya