
✌✌✌
Asrul sedang memikirkan cara yang di sarankan Romi untuk nya, istilahnya pahlawan kesiangan itu menurut Romi namun tidak menurut Asrul.
Dalam hati Ia memang tulus melindungi wanita itu.
" Kamu pulang malam lagi Mil " Tanya Nayla.
Kamila hanya mengangguk mengiyakan.
..." Ada apa sebenarnya yang terjadi padamu, semenjak bertemu Ibu Sinta seperti nya ada yang tidak beres dengan mu" Batin Nayla....
" Aku kekamar dulu ya Kak, mau istrahat " Pamit Kamila.
" Eh tapi kamu belum makan malam, makan dulu ya Kakak siapkan sebentar "
Kamila menggeleng perlahan.
" Tidak Kak, aku sudah makan di luar. Sudah ya Kak, aku istrahat dulu. Selamat malam "
Kamila melangkah masuk, hari ini dirinya sangat letih.
" Bisa bisa nya Ibu melakukan ini padaku "
Kamila menatap pantulan dirinya di cermin, betapa menyedihkan nya dirinya. Mimpi indahnya ternyata tidak menjadi mimpi indah namun sebuah malapetaka baginya.
" Aku harus bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan "
Kamila tertidur karena memang merasa kelelahan, tanpa Ia sadari sejak tadi Nayla memperhatikan gerak geriknya.
" Itu kan, sudah kuduga dia pasti punya masalah "
*
*
*
Hari ini Nayla baru kembali dari tempat kerjanya, seperti biasa Ia akan mampir berbelanja lebih dulu. Di tengah asyiknya memilih dirinya memilih bahan tiba tiba dia di kejutkan dengan hadirnya seseorang.
" Hay "
Lama Nayla terdiam hingga akhirnya Pria itu kembali menyapanya.
" Nayla, bolehkah kita berbicara sebentar " Tanya nya lagi.
" Maaf, aku sibuk. Permisi "
Nayla langsung pergi membawa barang belanjaan untuk di bayar ke kasir.
" Nayla, aku mohon beri aku waktu sebentar saja, aku ingin berbicara denganmu dan ini sangat penting "
Pria itu terus berusaha namun Nayla juga tetap pada pendirian nya.
" Di antara kita sudah selesai dan tidak ada lagi yang harus kita bicarakan. Aku minta kau jangan terus menerus mengikuti aku "
Nayla terus melangkah bahkan sedikit berlari
" Aku ingin mengatakan Informasi penting tentang adik mu "
Nayla langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar sang Adik di sebut.
" Bukankah kamu juga tahu kalau belakangnya ini adikmu itu prilaku nya berbeda dari biasanya "
Dalam hati Nayla membenarkan ucapan Pria itu namun Ia tidak ingin berada terlalu dekat bersama nya.
" Apa yang kau ketahui tentang Adikku, katakn saja kalau memang benar kau mengetahui sesuatu "
" Aku tidak akan mengatakan nya disini, kita bicara di tempat lain itu pun kalau kamu mau "
Sesungguhnya berat untuk Nayla menerima ajakan Pria itu, tapi rasa khawatir dengan sikap adiknya dan juga rasa penasaran dengan apa yang di ketahui Pria itu akhirnya Ia pun mengalahkan ego nya sendiri.
" Baiklah, kau akan membawaku kemana " Tanya Nayla walau terasa berat.
Pria itu yang tak lain adalah Asrul bersorak kegirangan. Ya, walaupun Nayla ingin ikut bersama nya karena kabar yang Ia bawa tapi tidak apa apa. Setidaknya Ia sudah berhasil dekat dengan wanita itu.
" Ikutlah denganku, belanjaan mu biar nanti mereka yang bayar "
Nayla melangkah mengikuti langkah Asrul hingga sampai di mobil milik Pria itu, Asrul membukakan pintu mobilnya agar Nayla bisa masuk.
" Aku duduk di belakang saja " Ucap Nayla dingin
" Tapi Nayla.... "
Asrul tidak berani lagi memaksakan kehendaknya, Ia tidak ingin kesempatan nya hilang hanya karena ke egoisan nya lagi.
" Baiklah silahkan "
Asrul mengemudikan mobilnya ke sebuah tempat. Keduanya turun sesaat setelah tiba disana.
..." Tempat yang indah " Batin Nayla....
" Katakan apa yang ingin kamu katakan "
Asrul tersenyum untuk menghilangkan kegugupan nya. Ia mulai berucap setelah menarik nafas panjang dan merasa sedikit santai
" Aku..... aku ingin minta maaf padamu, minta maaf atas semua mu yang sudah aku lakukan padamu selama ini. Aku...
" Kau ingin mengatakan masalah tentang adikku atau aku pulang sekarang. Ayah dan juga Mas Andre sedang menuju kemari karena aku sudah menghubungi mereka "
Asrul terkejut dan juga kecewa, namun Ia harus bisa menerima semuanya. Mungkin lain waktu Ia akan mencobanya lagi.
Tiba tiba ponsel Nayla berdering dan nama Mas Andre terpampang disana. Nayla memperlihatkan itu pada Asrul.
" Kau mau bicara sekarang atau aku sambungkan panggilan telpon nya "
Asrul mengangkat kedua tangan nya
" Baik baik, aku akan mengatakan nya "
Nayla menjauh beberapa langkah untuk menerima panggilan telpon Kakak nya.
" Assalamu'alaikum Mas "
" Waalaikum salam "
" Kamu dimana sekarang, sudah jam segini kamu belum sampai rumah. Mas ada di rumah ini, nungguin masakan kamu "
" Iya Mas, aku ada urusan sebentar dan kira kira kembali 30 menit lagi. Sudah Ya Mas, aku lanjut dulu ya biar cepat pulang "
Nayla mematikan sambungan telpon dan kembali duduk di samping Asrul
" Katakan sekarang "
" Ada yang ingin berbuat tidak baik pada Kamila, aku belakangan ini sering melihatnya di jemput oleh seorang Pria. Awalnya terlihat biasa saja tapi beberapa hari ini sepertinya ada yang berbeda. "
Nayla menyimak ucapan Asrul dan dia juga membenarkan itu.
" Apa kau memata matai adikku selama ini " Tanya nya.
" Maaf Nayla, aku.... aku hanya ingin melakukan tugasku yang sebenarnya walaupun terlambat. Aku ingin melindungi kalian, walaupun mungkin tidak ada gunanya bagimu "
Nayla bingung dengan ucapan Pria itu, tapi Ia mencoba tidak ingin membahas itu.
" Aku juga tahu siapa Pria itu dan siapa dalang dari semua ini "
Nayla makin penasaran dengan apa yang di ketahui Asrul.
" Siapa mereka "
" Pria itu adalah Roni, pemilik PT SANJAYA AGUNG. "
..." Astaghfirullah, sanjaya agung. Pria itu bukan nya terkenal dengan sifatnya yang kurang baik. Suka gonta ganti Istri muda dan sayangnya Istrinya juga mendukung nya. Kamila benar benar dalam bahaya " Batin Nayla....
" Lalu siapa dalang dari semua ini " Tanya Nayla penasaran.
" Sinta " Jawab Asrul.
Nayla terkejut mendengar nama itu.
" Ibu Sinta..... ? bukan kah dia adalah Ibunnya Kamila, bagaimana mungkin dia tega membuat anaknya berada dalam masalah.
" Yang aku tahu Pria itu sudah mengeluarkan banyak uang untuk wanita itu dan imbalan nya adalah menjadikan anaknya sebagai Istri mudanya "
..." Astaghfirullah, malang sekali nasibmu adikku. Setelah sekian lama terpisah, bukannya bahagia yang kamu dapat malahan hal seperti ini. Kakak tidak akan tinggal diam, tidak akan Kakak biarkan yang dulu menimpa Kakak sekarang juga menimpamu "...
Asrul mengantarkan Nayla kembali ke tempat asal dengan selamat, walau Ia gagal untuk mengatakan maksudnya tapi hatinya sungguh bahagia bisa berada di dekat wanita itu.
" Terima kasih sudah menerima tawaran ku, aku pulang dulu, hati hati di jalan " Ucap Asrul
..." Terima kasih untuk semua informasinya " Batin Nayla yang masih setia memandang mobil yang di kendarai Asrul hingga menghilang dari pandangan nya....
Nayla segera kembali karena melihat semua barang belanjaan nya juga sudah ada di dalam mobil miliknya.