
🐥🐥🐥
Hari ini adalah hari bahagia untuk Nayla, akhirnya setelah beberapa hari Alwi berada di RS dan di bantu oleh banyak nya alat medis. Akhir nya hari Ia bisa di perbolehkan untuk pulang.
Di bantu Andre Nayla membereskan semua nya, termasuk administrasi yang sudah di lunasi oleh Andre sendiri.
" Mama, benarkah Alwi sudah boleh pulang sekarang ?. " Tanya Alwi memastikan.
" Sudah sayang, sekarang kita sudah boleh pulang ke rumah. Mama senang sekali Nak, akhir nya kita bisa main bersama lagi. Makasih sayang, sudah kuat demi Mama, Mama tidak tahu bagaimana hidup Mama kalau tanpa kamu. " Ucap Nayla, tidak terasa air matanya jatuh membasahi pipi nya
Alwi menghapus butiran yang jatuh di pipi sang Mama tercinta.
" Mama jangan menangis, Alwi akan selalu ada buat Mama. Selalu jagaian Mama, pokok nya Alwi janji akan selalu sayang sama Mama. Jadi Mama tidak boleh nangis lagi, karena Alwi tidak suka lihat Mama nangis. "
Nayla sangat sangat bahagia, anak yang hadir karena kesalahan fahaman. Anak yang tidak di harapkan, kini justru menjadi tujuan kebahagiaan Nayla.
Setelah selesai mengurus semua nya akhir nya Alwi pulang bersama Nayla dan juga Andre yang sengaja datang menjemput mereka. Betapa bahagia nya Alwi bisa pulang ke rumah lagi, Ia bersorak kegirangan.
" Alwi....! hati hati, Alwi belum sembuh benar. Gendong sama Ayah saja ya, Alwi masih dalam masa pemulihan, begitu kan kata Dokter....!. " Ucap Andre mengingatkan.
" Tidak Ayah, Alwi mau jalan sendiri, Alwi sudah sembuh. Lagi pula Alwi kan anak laki laki, kata Mama Alwi tidak boleh cengeng......! Jawab Alwi
Nayla bahagia melihat interaksi kedua Pria berbeda zaman itu, melihat kasih sayang tulus Andre pada mereka, terutama pada Alwi.
" Maafkan aku Mas, hati tidak bisa di paksakan. Semoga kelak kamu di pertemukan dengan seseorang yang baik dan juga menyayangi kamu apa adanya. " Batin Nayla.
" Nay.......! Ayo, melamun saja. Sampai tidak sadar anak nya sudah jalan duluan. "
" Eh.... Ayo.....! . " Jawab Nayla sambil berjalan beriringan.
Di tempat yang sama Alwi jalan seorang diri
" Bugh........!. "
Karena saking senang nya akhir nya Ia di boleh kan keluar dari rumah sakit itu, Alwi sampai tidak pokus jalan hingga menabrak seseorang.
" Alwi......! Ya Allah, Alhamdulillah dia sudah bisa berjalan sendiri, berarti kondisi nya sudah pulih. Tidak sia sia aku mendonorkan darahku untuk nya. " Batin Asrul bahagia.
Baru saja Ia ingin membantu Alwi berdiri, dari arah berlawanan Ia melihat pemandangan yang tidak menyenangkan hati nya.
" Alhamdulillah ya Mas, akhir nya Alwi bisa pulih dari semua yang mengerikan ini. Aku sempat berpikir akan kehilangan dia, dan rasa nya aku tidak sanggup. " Ucap Nayla memandang mata Andre.
" Kamu ini ada ada saja, jangan berpikiran aneh aneh, bagaimana mungkin Alwi tidak akan sembuh, dia kan anak yang kuat. "
Andre mencubit hidung Nayla karena gemes, sedangkan Nayla karena sangat bahagia dan merasa nyaman, Ia pun bergelayut manja di lengan Andre.
" Dasar cengeng, bentar bentar nangis, bentar bentar mewek. " Ucap Andre.
" Biarin, yang penting Mas kan tidak sebel sama aku, i ya kan.....?. "
" Bagaimana aku bisa membenci kamu, kamu adalah adik ku. Adik yang selama ini selalu aku cari cari. Bertemu denganMu adalah anugerah bagiKu, aku akan selalu membuatMu bahagia. Walau bahagia atau nyawahKu sekali pun taruhan nya. " Batin Andre.
Nayla dan Andre terkejut mendengar suara seseorang yang cukup keras, mereka pun mencari di mana asal suara. Kini mereka lebih terkejut lagi ketika mengetahui kalau Alwi yang sedang di marahi seseorang.
" Alwi.........! Sayang, kamu tidak apa apa Nak.....!. " Tanya Nayla khawatir.
Ia berlari memeluk Alwi, dan memastikan bahwa anak nya tidak apa apa.
" Alwi takut Ma, Alwi takut sama orang itu. Dia galak, dia suka marah marah......!. " Ucap Alwi menunduk, tidak berani memandang wajah Pria yang baru saja memarahi nya.
" Mas Asrul.....! dasar keterlaluan kamu. Sudah tidak mau mendonorkan darah buat anakMu sekarang kamu malah membuat nya ketakutan. Pria macam apa kamu ini, dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah.......!. "
Nayla sangat kecewa melihat siapa yang baru saja membuat anak nya ketakutan.
" Apa kamu lihat lihat, tidak suka ya......! Dasar, anak sama orang tua nya sama saja. Sama sama tidak tahu aturan. Kamu marah padaKu karena aku pecat dari kerjaan. sekarang kamu gunakan anakMu yang tidak tahu aturan ini untuk membalasKu. Wow..... bagus sekali. " Ucap Asrul sinis.
Readers tahu bagaimana hati Nayla di tuduh seperti itu, oleh seseorang yang pernah berarti dalam hidup kita. Sedangkan bagi Andre, alangkah murka nya Andre mendengar kata kata itu keluar dari mulut Asrul. Pria yang bagi nya tidak bertanggung jawab.
" Nay, bawa pergi Alwi dari sini. Tunggu lah di mobil, aku ingin berbicara sebentar pada orang yang tidak punya pendirian dan juga tidak punya tanggung jawab ini. " Pinta Andre.
Nayla menuruti semua yang di perintahkan Andre padanya. Dengan berderai air mata menahan rasa sakit, mengingat masa masa di mana Ia harus bersabar menahan setiap sakit hati yang di timbulkan oleh sahabat serta suami nya itu.
❄❄❄
" Apa yang ingin kamu katakan hah, Pria perebut istri orang. Kamu pasti ingin membela nya kan, mau menunjukkan padaku betapa bahagia nya kalian begitu. " Ucap Asrul masih dengan nada sinis.
" Pria bodoh tidak punya pendirian, tidak punya tanggung jawab, tidak tahu malu. Kau memarahi anak kecil yang tidak tahu apa apa, di depan umum. Kalau kau punya masalah denganKu, marah lah padaKu. Jangan kau bawa bawa dia. " Ucap Andre tak kalah sengit.
Ia menyayangkan sikap Pria di depannya yang seperti anak kecil, tidak ada lagi kata kata sopan yang keluar dari mulut Andre pada Asrul.
" Hoh...... Pahlawan kesiangan, kamu tidak Terima kalau anak selingkuhanMu di hina orang lain ya.......! Aku beritahukan sama kamu, seharusnya kamu belajar mulai sekarang, kelak anak itu akan di pandang hina karena lahir dari perselingkuhan orang tua nya. " Ucap Asrul sambil tertawa kecil.
PLAKKKK.........! PLAKKKK.....!
Tamparan keras berkali kali secara tiba tiba mendarat di pipi Asrul, membuat nya terkejut sembari memegang pipi kanan nya yang terasa panas akibat mendapat tamparan keras secara tiba tiba.
" Keterlaluan Mas, aku sudah bersabar selama ini menghadapiMu, berharap suatu saat kamu akan berubah. Tapi nyata nya dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahan, malah lebih parah.......!. "
Nayla melepas cadar yang menutupi wajah nya setelah memberikan hadiah yang cukup keras buat Asrul. Mata nya memerah tubuh nya bahkan berguncang menahan amarah yang seakan akan ingin meledak ledak di dada nya.
Andre yang semula juga ingin melakukan hal yang sama namun keduluan Nayla, kini hanya menjadi penonton. Ia tidak menyangka kalau wanita yang selama ini bersikap lemah lembut ternyata bisa beringas seperti macan betina kalau sedang marah.
" Ayo Mas, tinggalkan dia bersama dengan kebodohannya. Kelak kalau dia punya hati, dia akan menyesalinya. " Ucap Nayla sembari melangkah pergi.
" Menyesal lah dan minta maaflah sebelum terlambat Pria bodoh, karena Anak yang kamu hina tidak punya aturan itu BUKAN ANAKKU tapi ANAKMU.........!. " Bisik Andre pelan tepat di telinga Asrul.
Ia melangkah pergi setelah mengucapkan kata kata itu, meninggalkan Asrul yang bagai robot tidak bernyawa, menerima kabar yang bagaikan petir yang menyambar tubuh nya.
🐰🐰🐰
Hai para readers setia LA, Sudah memasuki komplik terbuka nya satu demi satu rahasia NAYLA, SISKA DAN JUGA NANTI BAPAK BURHAN TERCINTA YA 🙏🙏
Mohon dukungannya ya, biar halu nyaAuthor lancar ketika lihat yang like banyak oke 👌