
Seperti biasa setelah dari ruangan nya dan berbicara dengan foto yang sengaja Ia simpan di atas meja kerja nya, semangat nya kembali hadir.
Hanya itu yang mampu Ia lakukan setiap harinya, dengan menyibukkan diri cara itu mampu membuat nya melupakan rasa bersalah nya sejenak.
Sudah berbulan- bulan lama nya Ia mencari kabar melalui orang suruhan nya, sayang sekali yang di harapkan tidak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Bu Dian memasuki sebuah Cafe yang sebelum nya sudah di janjikan dengan seseorang. Ia duduk di kursi yang sudah di pesan nya terlebih dulu.
Lama Ia menanti hingga akhir nya yang di tunggu pun datang juga. Seorang Pria di masa lalu nya datang dan berjalan menghampiri nya.
" Assalamu'alaikum, maaf lama menunggu ya....? " Sapa nya.
" Waalaikum salam Mas, tidak apa- apa aku juga baru sampai. " Sahut Bu Dian sambil tersenyum ramah.
" Mau makan dulu " Tanya Pak Burhan
Ya, Pria yang bertemu dengan Bu Dian adalah Pak Burhan. Bu Dian sendiri yang meminta bertemu untuk membicarakan masalah penting, berharap Pak Burhan mau membantu nya.
" Tidak Mas, aku baru saja makan di rumah, tapi kalau Mas mau makan, silahkan saja " Jawab Bu Dian.
Mereka akhir nya memilih memesan minuman saja sebagai teman ngobrol.
" Ada apa Dian, apa yang ingin kamu bicarakan denganku " Tanya Pak Burhan
Ia melirik jam di pergelangan tangan nya, sebenar nya Pak Burhan masih punya pekerjaan penting tapi di tinggalkan demi sahabat lama nya itu.
Biar bagaimana pun juga, Pak Burhan tahu Bu Dian adalah orang yang baik. Sahabat nya itu juga pernah berjasa dalam hidup nya.
" Maaf Mas, karena aku mengganggu pekerjaan mu. Aku mengajak ketemuan sebenar nya hanya ingin menanyakan keberadaan Alwi dan juga Nayla. Sekiranya Mas berkenan memberitahukan dimana mereka berada " Ucap Bu Dian hati- hati.
Pak Burhan berpikir keras, beliau tidak kaget karena memang sebelum nya Ia sudah curiga akan hal itu. Pasti sahabat nya itu mengajak nya bertemu ingin menanyakan hal itu.
" Maaf Dian, tapi untuk apa kamu menanyakan mereka. " Tanya Pak Burhan lagi.
" Aku hanya ingin tahu apa mereka baik- baik saja dan juga ini soal anakku Mas, seperti nya dia sudah menyesal dan mulai menyadari perasaan nya. Aku mohon Mas, beri dia kesempatan untuk membuktikan perasaan nya. Maaf bukan nya aku mau ikut campur, aku hanya ingin yang terbaik untuk mereka, selebihnya terserah mereka berdua "
Bu Dian merasa lega bisa mengutarakan maksud nya pada sahabat nya itu, sementara Pak Burhan masih berpikir keras.
Beliau juga membenarkan apa yang dikatakan sahabat nya itu, bukan tanpa alasan. Pak Burhan juga sudah mengetahui semua nya karena sebelum nya Ia sudah memberikan tugas untuk Pengacara Reihan untuk menyelidiki nya.
" Maaf Dian, tapi untuk sekarang aku tidak bisa memberitahukan dimana mereka. Aku sengaja mengirim kedua Putriku untuk mengenyam pendidikan mereka yang tertunda agar kelak mereka siap untuk menjadi pemimpin. " Jawab Pak Burhan
Bu Dian menarik nafas panjang, Ia gagal mengetahui dimana keberadaan menantu serta cucu nya itu.
" Baiklah kalau begitu, maafkan aku Mas karena sudah mengganggu waktu Mas, Terima kasih atas waktu nya, kalau begitu aku pamit pulang dulu. Assalamu'alaikum......! " Pamit Bu Dian pada akhir nya.
Ia tahu sejak tadi sudah yang ketiga kali nya Pak Burhan melirik jam di pergelangan tangan nya dan untuk itulah Bu Dian memilih pamit lebih dulu.
" Iya, tidak apa apa, waalaikum salam " Jawab Pak Burhan.
Beliau juga ikuteninggalkan tempat itu setelah usai melunasi semua nya, awal nya Bu Dian yang ingin melunasi nya tapi Pria itu menolak menikmati traktiran dari seorang wanita.
" Maafkan aku Dian, aku tahu kamu sangat menyayangi anak ku, tapi untuk saat ini aku punya harapan yang besar untuk nya. Biarkan dia yang memilih apa pun nanti kedepan nya, aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan memaksakan sesuatu yang bukan pilihan nya. " Batin Pak Burhan.
Bu Dian bersama sang supir pun akhir nya meninggalkan tempat itu.
" Bu, apa kita mau ketempat lain atau kita pulang saja " Tanya Supir
" Ke panti asuhan Kasih Bunda saja dulu Mang, sudah lama aku tidak pernah mengunjungi tempat itu lagi " Pinta Bu Dian
Mang Supir melajukan mobil ke tempat yang di sebut majikan nya yang kebetulan tidak jauh dari sana.
Bu Dian melangkah ketika tiba di halaman Panti Asuhan Kasih Bunda, panti yang diri nya juga sebagai Donatur tetap namun jarang sekali Bu Dian kesana. Uang hanya di transfer melalui rekening saja.
" Waalaikum salam........! " Jawab suara dari dalam.
Seorang wanita keluar dan membukakan Pintu pagar untuk Bu Dian.
" Eh Ibu..... mari masuk Bu, Bu Donna ada di dalam "
" Terima kasih " Ucap Bu Dian sambil tersenyum manis.
" Assalamu'alaikum..........! "
Bu Dian memberi salam ketika sudah tiba di dalam rumah melihat wanita pengurus panti yang sedang berbincang dengan beberapa anak panti.
" Waalaikum salam..... " Jawab Bu Donna.
Beliau terkejut akan kedatangan Bu Dian.
" Bu Dian......! mari masuk Bu, duduk dulu " Pinta Bu Donna.
Bu Dian mengikuti ajakan Bu Donna dan duduk di kursi yang ada di sana, Bu Donna memerintahkan wanita lain nya untuk membawakan minuman serta cemilan untuk tamu nya.
" Sudah lama ya sejak terakhir aku kemari, maaf Bu belakangan ini banyak sekali pekerjaan hingga aku tidak dapat berkunjung kemari " Ucap Bu Dian.
" Tidak apa- apa Bu, Terima kasih untuk semua Donasi nya untuk anak-anak disini, semoga keluarga Ibu selalu di limpahi keberkahan, begitu juga rezeki nya semoga selalu lancar. "
Mereka berdua mengobrol bersama sambil menikmati minuman ala kadarnya yang di bawakan seorang wanita yang juga sudah lama mengabdikan hidup nya di sana.
" Oh ya, ini kenapa nampak sepi, kemana yang lain nya " Tanya Bu Dian.
" Mereka masih belajar di ruangan sebelah, yang lain nya masih belum pulang dari seberang mengambil kiriman dari Pak Burhan " Jawab Bu Donna.
" Pak Burhan, apa Mas Burhan atau yang lain " Batin nya.
" Pak Burhan.....! " Gumam Bu Dian namun masih terdengar oleh Bu Donna.
Bu Donna tersenyum dan juga tertawa kecil.
" Iya Bu, Pak Burhan....! Beliau hanya menggantikan anak nya, biasa nya Putri nya yang membawakan nya langsung kemari, tapi semenjak Putri nya melanjutkan pendidikan di LN jadi sekarang Pak Burhan yang menggantikan nya " Jawab Bu Donna.
" Pak Burhan, Putri nya......! maksud Bu Donna Putri nya itu Nayla.....? " Tanya Bu Dian
Bu Donna mengerutkan kening nya karena Bu Dian mengetahui nama dari Putri Pak Burhan, Donatur tetap sejak lama.
" Iya Bu, maaf apa Ibu mengenal mereka " Tanya Bu Donna lagi.
" Ah iya Bu, Alhamdulillah aku mengenal mereka. Pak Burhan adalah sahabatku sejak dulu, tapi aku tidak tahu kalau mereka juga Donatur disini "
" Bu Nayla adalah Donatur tetap disini dan itu sudah lama sekali, sebelum dia menikah sampai sekarang. "
" Ya Allah, tidak di sangka kamu jadi Donatur disini juga bahkan sebelum menikah padahal Ibu tahu hidupmu sebelum menikah juga masih kekurangan. Kamu memang anak yang baik " Batin Bu Dian.
" Oh ya maaf Bu, kata nya Putri nya Mas Burhan di luar negri, apa Ibu tahu dimana itu " Tanya Bu Dian lagi.
Bu Donna nampak berpikir sejenak
" Kalau tidak salah di Jerman, kalau tempat nya aku tidak tahu persisnya dimana " Jawab Bu Donna mencoba mengingat ingat.
" *Alhamdulillah ada sedikit titik terang, ti*dak apa- apa, paling tidak aku tahu dimana mereka berada. Soal tempat nanti bisa di selidiki lagi kedepan nya. " Batin Bu Dian.
Ia tersenyum senang, akhir nya tidak sia- sia beliau mengunjungi tempat itu.
🎉🎉🎉 🎉🎉🎉