Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Di pandang Hina



🌸🌸🌸


Nayla terburu buru memasuki ruang ganti setelah selesai mencuci wajah dan juga beberapa bagian tubuhnya yang terkena cairan.


Karena terburu buru Ia sampai lupa menutup rapat pintu ruangan itu, sehingga pantulan wajahnya di cermin nampak dengan jelas dari luar.


" Aku harus segera membersihkan diri karena sebentar lagi jam istrahat selesai. " Gumam Nayla.


Ia mulai mengoles wajah nya seadanya pelembab yang selalu Ia bawa di dalam tas ransel milik nya. Tanpa Ia sadari, sejak tadi ada seseorang yang terus menerus memperhatikan nya dengan seksama.


" Nayla..........! Benarkah itu kamu, ternyata selama ini kamu ada di sekitar kami secara diam diam. Aku akan......!


" Tidak, aku tidak bisa melakukan ini. !


Ia menghentikan langkah kakinya, bayangan tentang penghianatan Nayla padanya. Lari bersama Pria lain dan bahkan sekarang mempunyai anak dengan Pria lain membuat sesuatu dalam dirinya bergejolak.


Dengan langkah panjang panjang, Ia meninggalkan tempat itu. Mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahkan hampir saja menabrak beberapa pengemudi yang di laluinya.


Tidak sampai berapa lama mobilnya sudah terparkir di depan kediaman miliknya, Ia keluar sambil membanting pintu mobilnya yang tidak tahu apa apa [ Begitulah kalau sedang marah, barang yang tidak tahu apa apa pun jadi sasaran ].


Sembari masuk Ia melonggarkan dasi miliknya yang terasa menyesakkan pernafasan nya.


" Nak, sudah pulang......! tumben jam segini pulang kerumah. " Sapa Bu Dian heran.


Asrul seolah olah tidak mendengarkan apa pun yang ada di sekitarnya, benaknya hanyalah perselingkuhan Andre dan mantan Istrinya yang menganggu pikirannya.


Bayangan bayangan mereka bahagia, Andre yang menemani Nayla pada masa masa kehamilan sampai melahirkan semakin mengganggu pikiran Asrul.


" Sayang, kamu sudah kembali....? Mandi dulu ya biar aku buatkan minum sebentar." Ucap Siska seraya tangannya membantu Asrul melepaskan kemeja kantornya.


" Cukup......! Biar aku saja, Aku tidak butuh bantuan siapa siapa.....!. " Bentak Asrul


Siska terkejut, selama pacaran sampai menikah Asrul tidak pernah bersikap kasar padanya. Hal itu membuat Siska terkejut dan bingung.


" Mas Asrul kenapa, apa terjadi sesuatu hal di luar sana yang menganggu pikirannya. Atau jangan jangan Mas Asrul sudah mengetahui semua tentangku...... Tidak, itu tidak mungkin....! Batin Siska.


Ia duduk di tempat yang tidak jauh dari tempat Asrul berdiri sambil menundukan wajahnya. Asrul melihat wajah Siska melalui pantulan cermin meja rias. Dengan segera Ia mendekat kearah Siska.


" Maaf sayang, maafkan aku karena membentakmu. "


Asrul mengangkat sedikit wajah Siska hingga menatap nya. Ada bulir bulir di sana yang jatuh membasahi pipi Siska, membuat Asrul merasa bersalah.


Ia sampai tidak dapat mengendalikan diri, alhasil Ia marah pada tempat yang salah.


Siska mulai menatap wajah suaminya itu dan mulai mendapat ide.


" I ya Mas, tapi Mas kenapa datang langsung marah marah. Apa aku punya salah, sehingga kamu datang dan melampiaskan kemarahanmu padaku. " Tanya Siska penuh selidik


" Hmm, kamu tidak salah. Maaf, tadi ada masalah di kantor. Ada seseorang yang sudah menipu, katanya akan kerja sama namun Ia membatalkan nya secara sepihak. Karena hal itu kantor mengalami kerugian banyak. " Jawab Asrul mencari alasan.


Siska menatap wajah Asrul, mencari apakah ada kebohongan di wajah suaminya itu. Namun Ia tidak menemukannya, karena Asrul pandai menyembunyikan raut wajahnya.


" Alhamdulillah kali ini aku aman, aku pikir dia sudah mengetahui semuanya. Selanjutnya aku harus segera mengusir wanita itu dari Resto milikku. Jangan sampai Mas Asrul mengetahui keberadaannya, apalagi sampai menyelidikinya. Bisa bisa tamat riwayatku. " Batin Siska lega.


🌻


🌻


🌻


Pagi hari seperti biasa Nayla berangkat bekerja, rasanya ingin sekali Ia minta ijin beberapa hari ini untuk menemani Alwi di RS, kabar baiknya Alwi sudah siuman tapi masih tetap dalam pantauan intens oleh pihak tenaga medis.


Nayla tiba di Resto tempatnya bekerja, namun kali ini ada yang berbeda. Biasa nya semua rekan rekan kerja nya akan selalu menyambutnya dengan senyum, bahkan mereka menyapa Nayla dengan panggilan Ibu.


Kini semua sudah berubah, setiap yang di lewati Nayla seolah olah mereka menunjukkan rasa jijik pada Nayla.


" Dasar wanita tidak bener, bisa bisa nya Ia lari dengan Pria lain padahal dia masih sah menjadi Istri Pria lain. " Ucap seorang karyawan.


" I ya, penampilannya saja yang alim, dalamnya mah kedondong....... " Ucap yang lainnya sembari bergidik


" Menyesal aku menghormatinya selama di sini, seharusnya dia kita lempari saja dengan sepatu, bikin malu sesama wanita..... " Ucap yang lainnya lagi.


Nayla terus melangkah masuk kedalam, mencoba untuk tidak mengambil pusing ocehan rekan kerja nya itu, yang memandang hina diri nya.


" Putri.....! Kamu di panggil Pak Romi di ruangannya. " Ucap Diana, rekan kerjanya.


" Sudahlah jangan pikirkan mereka, mereka hanya tidak tahu semua tentang kamu. Anggap saja angin lalu semua yang mereka katakan. " Ucap Diana kembali.


Diana adalah satu satu nya yang selalu mendukung Nayla, bahkan sampai semua omongan orang tidak baik pada Nayla, Ia masih percaya pada Nayla, bahwa Nayla bukan lah wanita seperti yang mereka tuduhkan.


" Tuh kan pasti dia akan di pecat, dasar wanita tidak benar. " Ucap yang lain sinis.


Diana menepuk pundak Nayla memberikan dukungan nya, apa pun yang terjadi Ia akan tetap mendukungnya


♈♈♈


Up lagi semoga tidak ada yang bosan, selalu dukung ya. like, rate and kome.