
Di sebuah taman Asrul berteriak meluapkan kekesalannya. Meski Ia pun bingung kesal dalam hal apa. Pada diri nya yang bodoh atau pada takdir.
Aaaaaaaahhhhhhhhhhhhhkk.....!
Berulang kali Ia berteriak untuk menghilangkan kekalutan nya.
Dret ~ dret ~ dret ~ dret~ dret ~ dret ~ !
Berulang kali ponsel milik nya berdering namun sama sekali tidak terdengar oleh Asrul yang duduk di bangku taman sembari memikirkan semua yang baru terjadi.
" Mampukah Siska membohongi aku sampai sejauh ini, tidak....... rasa nya tidak mungkin. Apa perasaanKu, perhatianKu kasih sayangKu padanya selama ini tidak cukup bagi nya. Atau diagnosa itu salah, aku harus mencari jawabannya sendiri. Aku tidak bisa terus seperti ini. I ya....... hanya itu jalan salah satu nya. " Gumam Asrul seorang diri.
Ia bergegas kembali masuk ke mobil milik nya dan bergegas menuju RS, melihat berapa banyak nya panggilan dari Istri nya.
" Kalau memang bukan aku yang mandul, apa benar anak itu adalah anakku. Anak yang aku hina hina itu......! Ah peduli apa aku, semoga benar semua nya. Berarti aku punya Anak dan itu adalah hak aku, aku juga punya hak untuk merawat nya. " Gumam Asrul.
❤ flash back ❤
Asrul mengikuti Dokter Ridwan keruangan nya, dan Dokter Ridwan mulai bertanya kenapa kondisinya seperti itu. Asrul pun menceritakan kalau ada yang mengatakan kalau dia punya anak. Asrul menceritakan semuanya sambil tertawa.
" Lucu kan, masa Pria perebut Istri orang itu mengatakan kalau Aku punya anak, padahal sudah jelas jelas kalau Aku dan juga Siska sudah pernah memeriksakan diri ke Dokter, dan hasil nya Aku yang mandul. " Jelas Asrul sambil tertawa kecil, menertawakan nasib diri nya.
" Mandul...... ? Kamu mandul Rul.....? Apa kamu benar benar tidak membaca surat yang aku berikan. Bukan kamu yang tidak bisa punya anak tapi Siska Istri Mu. Menurut hasil lab, Ibu Siska pernah melakukan aborsi pada seseorang yang bukan Dokter, karena ada luka dalam yang mengakibatkan kalau Ia akan sangat sulit untuk mendapatkan keturunan. Lebih jelasnya lagi, sebaik nya kamu baca surat yang pernah Aku berikan padaMu. "
flas back end.
🐒🐒🐒
Asrul terus mengemudikan mobil milik nya di tengah keramaian kota, sembari pikiran nya melanglang buana.
" Tapi bagaimana kalau Alwi adalah anak dari Pria brengsek itu, dan dia sengaja mengatakan itu untuk membela wanita yang sangat di cintai nya. " Gumam Asrul kemudian.
Ada rasa sakit setiap kali mengingat wanita yang pernah hadir di hidup nya, namun seakan selalu Ingin Ia tepis.
Asrul berusaha memutar memori nya mencoba mengingat dimana Ia terakhir meletakkan surat dari sang Ibu.
" Ish dasar pelupa, ayo dong ingat ingat......!. " Gumam Asrul untuk dirinya sendiri.
Sampai di RS Asrul bergegas masuk ruangan tempat Siska di rawat. Di sana nampak seorang suster tengah membereskan semua alat alat milik nya.
" Sayang........! Akhir nya kamu datang juga. Aku sudah menunggu lama, kenapa aku di bawa kemari. Aku kan tidak sakit, yuk kita pulang. " Pinta Siska manja.
" Tidak sakit......! "
"Tidak, aku tidak boleh menanyakan sekarang pada nya. Bagaimana kalau semua nya tidak benar, pasti dia akan marah. Aku harus mencari bukti tentang kebenarannya dulu, baru bertindak. "
" Sayang......! kenapa melamun, aku ingin pulang. Aku bosan di sini......!. " Rengek Siska manja.
" Ya sudah, tapi kita periksa dulu. Aku tanya Dokter dulu apa tidak ada yang serius, apa kamu boleh pulang atau lebih baik di rawat di sini saja dulu sampai sembuh. " Ucap Asrul.
" Tidak usah sayang, tadi Aku sudah bertanya pada Dokter nya dan kata nya aku baik baik saja, hanya sakit perut biasa. Yuk kita pulang...!. " Ucap Siska cepat.
" Ya sudah, kamu tunggu di sini sebentar Aku bayar administrasi dulu ya. "
" Tidak usah sayang, sudah aku bayar tadi. " Jawab Siska cepat.
" Kalau Mas Asrul kesana dan tahu penyakit yang aku cerita melalui suster gimana, tidak akan ku ijinkan dia mengetahui nya. Aku akan mengikuti pengobatan diam diam saja, semoga aku segera sembuh. " Batin Siska.
Meskipun Asrul bingung dan merasakan ada kejanggalan dari tingkah Siska namun lagi lagi semua itu selalu Ia coba tepis.
" Ya sudahlah, Ayo Aku bantu. " Asrul membantu Siska untuk berdiri.
" Aww......! Sial nih perut, kenapa sakit sich. Jangan sampai Mas Asrul melihatku kesakitan seperti ini. Bisa bisa aku di rawat disini dan semua rahasiaKu di ketahui Mas Asrul. Tidak, aku tidak mau kehilangan nya, aku harus kuat dan berobat sendiri. " Batin Siska.
" Kenapa sayang, apa masih sakit ? sebaik nya kamu di rawat di sini saja dulu sampai kondisimu membaik. "