Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Menagih janji


Nayla terkejut ketika memasuki kamar mereka, Ia berpikir hari ini adalah waktu untuk dirinya beristirahat setelah di bekerja keras sepanjang malam, namun sayang dugaannya ternyata salah. Di atas ranjang nampak Asrul yang duduk santai sambil tersenyum senyum menyambut kedatangannya.


" Mas...... ! Mas masih disini, maksudnya apa Mas tidak berangkat kerja " Tanya Nayla gagap.


Ia bingung harus bertanya apa, bukan berarti dirinya memaksakan suaminya harus bekerja setiap hari, tapi hari ini ingin rasanya Ia menyendiri dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Namun sayang harapannya sepertinya tidak akan terwujud.


" Tidak sayang, entah kenapa hari ini aku ingin di rumah saja menemanimu. Jangan pikirkan soal pekerjaan sayang, karena pekerjaan sudah ada yang menanganinya dan orang itu bisa di andalkan. Lebih baik aku menemani istriku yang cantik ini di rumah, lagi pula kita bisa mengerjakan apa saja berdua, atau bisa juga kita melanjutkan aktifitas yang sempat tertunda tadi. Hm kalau tidak salah rasanya tadi ada yang berjanji padaku akan di sambung nanti "


Nayla hanya bisa menarik nafas berat karena memang tubuhnya masih terasa lelah, belum lagi bagian sensitif miliknya yang masih terasa perih karena gempuran sang suami yang seolah olah tidak pernah puas menggagahi barang sensitif miliknya itu.


" Ya sudah kalau begitu biar aku saja yang pergi kerja Mas, lagi pula hari ingin aku ada pekerjaan penting " Ucap Nayla putus asa


Baru saja Ia ingin membuka lemari guna mengambil seragam kerjanya, terdengar suara suaminya berbicara dengan seseorang.


" Hallo Mil, gimana jadi tidak hati ini "


" Jadi dong Mas, semua urusan nanti aku yang bereskan. Mas dan kak Nayla santai santai saja di rumah, jangan pikirkan masalah kerjaan "


Asrul sengaja menggunakan pembesar suara agar Nayla mendengarkan percakapannya dengan Kamila.


..." Ish Mila, punya adik bukannya bantuin kakaknya eh malah membuat kakaknya menderita. Nayla, matilah kau kali ini, makanya jangan suka berjanji, itukan suamimu akhirnya menagih janji itu " Batin Nayla....


" Sini sayang " Panggil Asrul dengan menepuk nepuk kasur di sampingnya.


" Ayolah sayang, kalau tidak mau di kasur duduk sini juga boleh, lebih nyaman lagi " Asrul menepuk nepuk paha nya sendiri.


Nayla tidak bisa berbuat apa apa saat Asrul menggendong tubuhnya dan meletakkannya di atas ranjang mereka dan menguncinya di bawah


" Mas ahh....... ! " Karena terkejut tanpa sadar suaranya mendesah membuat Asrul semakin ingin memangsanya hidup hidup.


" Lagi sayang, aku suka ******* mu. Lama lama kamu bisa membuatku gila sayang "


Satu persatu miliknya tidak luput dari absenan sang suami, bahkan kali ini semakin beringas.


" Sayang, kamu membuatku tergila gila. "


Asrul kembali menyentuh setiap inci inci yang sensitif di tubuhnya, membuatnya tak bisa berbuat apa apa dan terbuai dalam gelora yang tidak bisa Ia kendalikan.


" Ouhhh..... pelan Mas " Desahnya tertahan, namun tangan nya menjambak jambak rambut suaminya.


Berulang kali Ia menggelinjang akibat ulah suaminya yang terus merangsang titik titik sensitif miliknya.


" Mas....... !


eehmmm........! .... oushhh.... ! yes.... !


Asrul juga merasakan hal yang sama saat dirinya meminta Istrinya melakukan hal yang sama pada pusaka miliknya, bahkan bibirnya meracau merasakan kenikmatan yang tiada tara.


Alat pengatur suhu yang terdapat di dalam ruangan itu seakan tidak berpungsi karena gelora keduanya yang selalu ingin di puaskan.


Bunyi bagian sensitif di bagian bawah tubuh mereka seperti irama yang semakin menambah gelora dan keintiman keduanya.


" Sayang......! Ouuhh...... ! "


Entah sudah berapa lama keduanya mengarungi lautan dan hutan belantara hingga akhirnya tiba di tempat tujuan.


Erangan panjang dan ******* keduanya mengantarkan mereka pada puncaknya, hingga Asrul tidak dapat lagi menopang tubuhnya sendiri dan tumbang di atas tubuh Istrinya.


Kedutan kedutan yang di timbulkan oleh kenikmatan istrinya membuatnya ingin berlama lama disana