
Andre bangun lebih awal, Ia begitu bahagia melihat ada orang lain di sampingnya. Apalagi setelah menyadari siapa orang lain itu sebenarnya, bibirnya langsung menyunggingkan senyum ketika mengingat malam panas yang telah mereka lewati bersama.
Rena membuka matanya pelan, Ia terkejut ketika tiba-tiba di depan matanya ada seorang Pria yang juga menatap ke arahnya.
" Astagfirullahalazim "
Andre langsung memeluk Rena dan menariknya masuk ke dalam pelukan nya.
" Kenapa sayang, kaget ya " Tanya Andre.
Ia mencium kepala Istrinya berulang kali, Rena mengangguk pelan seraya berusaha menetralisir rasa kagetnya.
" Maafkan Mas Sayang, Mas tidak nyangka kalau kamu akan terkejut seperti ini "
Rena makin merona malu ketika Andre menatapnya, apalagi tanpa sungkan suaminya mengungkit malam panjang yang membawa keduanya pada sesuatu yang baru mereka rasakan berdua.
" Makasih untuk malam tadi "
Rena hanya mengangguk, Ia sangat malu mengingat kejadian itu. Bagaimana Ia juga begitu menikmatinya, sentuhan Andre mampu membuatnya merasa nyaman dan seakan terbang ke nirwana.
" Tapi sayang, kamu masih Virgin. Bukankah dulu kamu ~~
Rena menutup bibir suaminya, Ia tidak ingin menceritakan masa lalu yang pernah membuatnya kecewa.
" Sudah Mas, jangan di bahas soal itu lagi. Yang penting sekarang Mas adalah yang pertama, dan semua yang Mas pikirkan tentang aku selama ini tidaklah benar "
Mengingat semua yang dulu memang menyakitkan, Ia dengan kejamnya menuduh Istrinya itu menjual diri tanpa mau mendengar penjelasan nya waktu itu.
" Sekarang kita mandi dan sholat "
Andre mengangguk, tak lupa Ia menepuk pipinya pelan. Rena yang melihat itu mendadak bingung, apa maksud dari suaminya itu.
" Cium dulu " Suaranya manja.
Rena malu malu, Ia belum terbiasa melakukan nya.
Cup, Cup, Cup ~~~
Ciuman bertubi-tubi bukan dari Rena melainkan dari Andre, Ia begitu gemas melihat sikap malu malu Istrinya.
" Sudah Mas, aku tidak bisa nafas. "
Rena mencari alasan, Ia takut kalau hal ini tidak di akhiri maka akan berlanjut pada sesuatu yang lebih serius.
" Ah maaf sayang, ayo kita bangun "
Andre sudah berdiri dengan handuk melingkar di pinggangnya, Ia heran melihat Istrinya yang nampak meringis kesakitan.
" Kamu kenapa sayang, ada yang sakit. Mana ~ mana yang sakit " Tanya Andre panik.
Ia melangkah memutari ranjang, membantu Rena untuk berdiri. Rena sampai bingung melihat reaksi Andre, apa Dia tidak tahu mana yang sakit, bukankah ini semua karena ulahnya.
" Sakit Mas, di bawah " Air mata jatuh di sudut matanya.
Andre segera meminta Rena untuk duduk, Ia baru menyadari situasi saat ini.
" Sayang, apa ini sakit sekali. Coba Mas lihat "
Rena langsung menggeleng, tentu tidak akan Ia ijinkan suaminya itu melihat bentuk miliknya yang mungkin saat ini entah apa bentuknya, seperti yang Ia rasakan.
" Sudah Mas, tidak apa apa kok. Ini hanya sakit sedikit, nanti juga hilang dengan sendirinya "
Andre menggeleng cepat, Ia tidak terima alasan yang di katakan Istrinya itu.
" Tidak sayang, kalau sakit itu pasti luka dan pasti tidak nyaman. Sayang, kalau tidak di obati takut kenapa kenapa "
Andre yang panik tanpa pikir panjang mengambil ponselnya dan mengetik beberapa kata, Ia mengirimkan nya pada seseorang.
" Kamu tunggu disini sayang, jangan kemana mana "
Andre segera masuk kedalam kamar mandi, Ia membersihkan diri terlebih dulu. Tak perlu waktu lama Ia keluar dengan handuk melilit di pinggangnya.
Rambut basah dan beberapa tetes air jatuh mengenai sela sela roti sobeknya membuatnya terlihat lebih mempesona.
" Ahhk oshh ahh " Rintih Rena
Andre segera berlari membantu Rena, Ia membantu Istrinya itu duduk kembali.
" Sayang, kan Mas sudah bilang kamu duduk saja jangan kemana mana "
Andre menghela nafas berat
" Sayang, kamu bukannya nggak bisa jadi Istri yang baik. Kamu sudah melakukan yang terbaik untuk ku bahkan ini melebihi dari harapan ku. Sekarang ini kamu lagi sakit sayang, duduklah dulu, biar aku merawat mu sampai sembuh. Ini semua juga karena perbuatan ku, aku mohon sayang "
Rena akhirnya duduk di pinggir ranjang, Ia hanya memandang suaminya yang mencari pakaian nya sendiri.
Ia memperhatikan Andre yang keluar masuk kamar mandi, sampai Ia keluar dan menggendong dirinya.
" Ayo sayang, kamu mandi dulu sebelum nanti obat yang aku pesan datang "
" Obat Mas, buat apa "
Andre menggendong tubuh Rena ke kamar mandi dan mendudukkan nya kedalam bathup yang sudah berisi air hangat.
" Aku bisa sendiri Mas " Meskipun rasanya perih namun Ia coba tahan.
Rena merasa malu karena tubuhnya yang polos di lihat sang suami.
" Sudah sayang, biar Mas yang merawat mu. Tidak usah malu, Mas sudah melihat semuanya tadi malam, bahkan Mas sudah menikmati rasanya yang luar biasa itu"
Rena menepuk lengan Andre pelan, Ia semakin malu mendengar ucapan Andre yang tanpa di saring.
" Kamu tambah cantik kalau malu malu begitu, jadi ingin mengulang yang semalam "
Andre tertawa kecil melihat wajah Rena yang memucat karena ketakutan mendengar ucapannya.
" Tenang sayang, aku memang akan selalu menginginkan mu karena dirimu sudah jadi candu bagiku, tapi aku sadar sekarang bukan waktunya. Kita sembuhkan dulu baru kita lanjutkan lagi, karena kita harus sering-sering membuatnya. Siapa tahu kita segera di beri berkah "
Rena akhirnya bisa bernafas lega, dan benar saja Andre membuktikan ucapannya. Ia membantu Rena untuk mandi tanpa iseng sama sekali.
Ia segera menggendongnya kembali ke ranjang, mengambilkan pakaian untuk Istrinya.
" Ih lama sekali, kemana sih Dia. Apa beli nya ke luar negeri " Gerutu Andre.
Ia segera mengirim pesan kembali.
" Ada apa sih Mas, kok wajahnya jutek gitu "
Tidak lama terdengar pintu kamar di ketuk, Andre bergegas membuka pintu. Nampak seorang Pria berdiri disana dengan sebuah kantong plastik di tangannya.
" Kamu dari mana saja sih, di suruh beli ini saja hampir menghabiskan waktu satu jam. Apa kamu belinya di luar negeri "
Pria itu diam, dari penampilannya sangat terlihat bahwa Pria itu sedang menahan ngantuk.
" Mas, kok marah marah sih. Ada siapa, kenapa nggak di suruh masuk "
Andre yang mendengar suara Istrinya langsung masuk.
" Sudah, kamu boleh pulang "
Rena menatap Pria yang berbicara dengan suaminya.
" Mas, siapa Dia. Kenapa Mas marah marah padanya "
Rena tersenyum dan mengucapkan terima kasih tepat setelah Pria itu berbalik.
" Makasih ya Mas, maafkan suami saya ya ! "
Pria itu mengangguk dan berlalu pergi.
" Sudah sayang, tidak perlu sampai segitunya juga " Protes Andre, Ia merasa cemburu pada sang Istri.
Rena melihat benda apa yang di keluarkan oleh suaminya itu dari dalam kantong plastik berwarna hitam.
" Ayo sayang, rebahan dan buka kakinya "
" Mas apa itu ? Apa itu~ Astagfirullah Mas, Mas meminta Pria tadi mencari ini di pagi buta. Mas bahkan memarahinya tanpa ingin tahu bagaimana susahnya orang itu mendapatkan ini. Ini pagi buta Mas, bahkan apotek belum ada yang buka dimana mana. Bukan hanya itu, apa Mas tidak malu memesan ini padanya dan dia tahu kalau ~ "
Rena tidak habis pikir dengan pemikiran suaminya, bagaimana bisa Ia melakukan itu semua. Kepanikannya membuatnya nampak terlihat seperti orang bodoh.
🌻🌻🌻
Hai hai, sambungan dari Gol
Jangan lupa komentarnya ya makasih 🙏