
🙏🙏🙏
Alex berangkat ke kampus sembari bersiul gembira, tidak bisa di lukiskan bagaimana bahagia nya mendapatkan jajan di pagi hari dari sang Tante yang tentu saja tidak sedikit. Biasanya kalau jajan di kirim oleh Ibunya hanya separuh dari yang dikirimkan Bu Dian sekarang.
..." Sayang, aku datang. Hari ini kita akan bersenang- senang, kamu pasti mau kan pergi denganku, ah bahagianya "...
Ia mengendarai motor besar milik nya menuju kampus dengan hati yang berbunga bunga, setibanya disana Ia memarkirkan motor nya di tempat yang aman.
Dia kembali bersiul menuju ke kelasnya, namun setelah sekian lama menunggu sampai jam masuk tiba Nayla tak kunjung datang.
..." Astaghfirullah, bukankah dia hari ini tidak ada kelas. Ah kenapa aku lupa..... Ya gagal deh, apa aku harus ke rumahnya saja dan mengajaknya jalan "...
" Alex..... ! Dosen mata pelajaran yang Ia ikuti memanggilnya namun tidak di dengar oleh nya.
Ia baru sadar ketika mendengar tawa ramai di ruangan itu dan memandang wajah sang Dosen yang menakutkan.
" Alex, kalau memamg kamu tidak ingin ikut pelajaran saya, kamu bisa keluar sekarang "
..." Hidupku benar benar dalam masalah, sudah tahu Dosennya galak lah napa juga cari masalah "...
" Maaf Bu saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi " Alex bersungguh-sungguh menyesali perbuatannya.
Sepulang dari kampus Alex langsung menyambangi kediaman Nayla berharap bisa membawa wanita pujaan nya untuk jalan jalan, menikmati rezekinya hari ini.
Setelah tiba disana Ia memarkirkan motor milik nya dan memberanikan diri mengetuk pintu.
tok tok tok " bunyi pintu di ketuk
" Assalamu'alaikum "
Berulang kali ia mengetuk pintu dan mengucapkan salam akhirnya pintu pun pun terbuka. Nampak Bibi yang kebingungan melihat Pria yang berdiri di depan pintu.
" Iya, waalaikum salam. Maaf cari siapa ya " Tanya Bibi memastikan
" Aku mencari Nayla....Bi, Ya mencari Nayla. Apa Nayla nya ada " Tanya Alex.
Bibi memandangi wajah dan penampilan Alex takut Pria itu bukan Pria baik baik.
" Aku teman nya Bi "
..."Sepertinya dia orang baik " Batin Bibi...
" Maaf Mas, tapi Neng Nayla dan yang lain nya barusan pergi bersama Mas Andre " Jawab Bibi jujur
..."Pergi, Mas Andre. Itukan nama seorang Pria, apa Nayla sudah punya kekasih. Ah.... peduli apa dia punya kekasih atau tidak, selama janur kuning belum melengkung, aku masih bisa punya kesempatan mendekatinya "...
" Oh Ya Bibi, apa Bibi tahu dimana mereka pergi " Tanyanya lagi.
" Maaf Mas, soal itu Bibi tidak tahu "
Alex sedikit kecewa mendengar jawaban Bibi, Ia berharap bisa mengajak Nayla jalan jalan, namun apalah daya
..." Semangat Alex, masih ada lain waktu "...
" Baiklah Bibi, kalau begitu aku pamit dulu. Nanti lain kali aku kemari lagi. Assalamu'alaikum..... "
" Waalaikum salam "
Alex kembali melajukan motor milik nya membelah jalanan kota yang padat merayap.
..." Siapa Pria itu, Ah ternyata dia selangkah lebih cepat dariku. Aku harus berusaha lebih keras lagi mendapatkan perhatian Nayla, masa aku kalah dari Pria yang namanya Andre. Alex gitu lho "...
" Semangat Alex, wajahmu juga lumayan ganteng masih bisa bersaing. Kita lihat saja nanti "
***
Rumah Sakit ~
Hari ini adalah jadwal Siska untuk menjalani Operasi pertamanya. Ia sudah di bawa keruang khusus dan juga beberapa Dokter sudah siap dengan pakaian lengkapnya.
Bu Dewi baru saja mengunjungi Putri nya setelah beberapa hari, Ia duduk di ruang tunggu setelah mendengar kabar hari ini adalah Operasi pertama putrinya.
Sementara Bu Dian yang tadi pamit sebentar keluar sudah sangat khawatir
" Lebih cepat lagi Mang biar cepat tiba disana, aku sangat khawatir " Pinta Bu Dian
Mang Supir pun mengikuti perintah Bu dian, Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera tiba di tempat tujuan.
Bu Dian segera berlari setelah tiba disana, Ia baru bisa tenang dan mengambil jalan santai ketika melihat Bu Dewi yang sudah le ih dulu duduk di ruang tunggu
" Assalamu'alaikum Bu, maaf aku terlambat. Apa sudah ada kabar di dalam Bu tentang Siska " Tanya Bu Dian.
" Aku tidak tahu, terlambat juga tidak apa apa. Lagi pula tidak ada yang penting juga kan " Jawab Bu judes
Bu Dian bingung mendengar jawaban Bu Dewi.
" Maksudnya tidak ada yang penting itu bagaimana Bu. " Tanya Bu Dian
Bu Dewi mendengus kesal karena Bu Dian yang terus saja mengoceh dan tidak bisa diam.
" Munafik......! tidak usah pura- pura khawatir, bukankah seharusnya kamu itu senang. "
" Senang....! senang bagaimana maksudnya Bu, apa Operasinya sudah selesai dan berjalan lancar ? "
Bu Dewi semakin kesal dan gusar pada Bu Dian
" Senang karena ini kan yang kalian inginkan, kalian sangat jahat dan licik. Pura- pura baik menolong Siska tapi ternyata kalian punya rencana lain, dasar Ibu dan anak sama saja, sama sama jahat "
Bu Dian makin bertambah bingung karena sungguh tidak mengerti kemana arah maksud perkataan wanita di sampingnya itu.
" Aku tidak mengerti dengan apa yang Bu Dewi katakan, kenapa Ibu menyebut aku dan juga anakku orang jahat, apa yang sudah kami lakukan pada kalian. Bukankah selama ini kalian yang jahat pada kami, rela melakukan segala cara demi tujuan kalian " Kali ini Bu Dian tidak Terima begitu saja dengan tuduhan Bu Dewi.
" Putriku melakukan ini semua karena dia sangat mencintai Putramu itu, tapi lihat apa yang di lakukan Putramu, dia pura- pura baik dengan menjadi penolong menawarkan kesembuhan untuk Siska dengan cara Operasi pengangkatan rahim. Apa Ibu tahu kalau Putra Ibu itu sudah melayangkan talak pada Siska, dan setelah Operasi ini selesai maka mereka akan menjalani sidang perceraian mereka di pengadilan. Coba pikirkan apa itu namanya bukan orang jahat, Putramu membuang Putriku setelah dirasa tidak berguna. "
Bu Dewi menjelaskan dengan berapi api, kemarahan dihatinya seakan ingin meledak.
Bu Dian diam membisu, jujur dia belum tahu mengenai kabar ini. Tapi walaupun benar Bu Dian tidak bisa berbuat apa-apa, dirinya sudah berjanji setelah Operasi ini dia tidak ingin mencampuri urusan Asrul Putranya.
Itulah syarat yang di ajukan Asrul mengenai hubungan nya dengan Siska, Bu Dian menyetujuinya waktu itu karena baginya yang terpenting adalah kesehatan Siska. Ia berharap Siska bisa sembuh dari penyakitnya dan menjalani hari harinya seperti biasa, serta bisa memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.
" Kenapa Bu Dian diam, jangan bilang kalau Bu Dian tidak tahu menahu soal masalah ini " Bu Dewi masih saja sinis.
" Maaf Bu Dewi, untuk masalah ini memang aku tidak tahu sama sekali. Tapi untuk masalah Asrul dan juga Siska aku tidak bisa turut campur lagi, aku menyerahkan semua keputusan pada Asrul bagaimana kedepannya hubungan nya mau Ia bawa kemana. Karena itu adalah syarat yang sudah aku sepakati sebelumnya agar Asrul setuju Siska bisa keluar dari penjara dan menjalani Operasi agar kelak dia bisa hidup normal dan bisa punya kesempatan membaiki diri agar menjadi lebih baik lagi " Jawab Bu Dian santai.
Bu Dewi semakin kesal mendengar penjelasan Bu Dian.
" Heleh tidak usah jadi orang yang sok bener deh, jangan bilang kalau Siska adalah orang jahat. Semua masalah ini bermula karena Bu Dian sendiri, punya anak saling mencintai tidak bersyukur malah di jodohkan dengan orang lain "
[ Owalah ribet banget ya otak Bu Dewi ]
Bersambung 🙏🙏
Jangan Lupa bagi dukungan nya ya
Baca
Like
Rate
Fav ya
Untuk yang lainnya seikhlas hati Readers semua, semoga kita semua selalu bahagia, terhindar dari wabah yang meresahkan banyak umat. Jalani semua dengan ikhlas dan selalu berfikir positif.
Love you All
Salam Author imut
" Nayla Aisyah "