
Hendrik dan juga sang anak mendadak bingung, sejak di RS Erik hanya mencurigai satu nama yang menjadi dalang dari menghilangnya Alya begitu juga dengan Hendrik yang mendapat kabar langsung dari Erik melalui panggilan telpon, Ia juga hanya memikirkan Ibunya sebagai dalang dari semuanya, namun kini yang mereka pikirkan sepertinya tidak benar.
" Ya Tuhan, kalau bukan Ibu lalu siapa, dimana anakku itu sekarang berada " Hendrik mulai panik.
Ia benar benar menyesal karena tidak menyadari keberadaan anaknya selama ini, padahal anak yang di cari selama ini selalu ada di dekatnya.
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalan Ibukota, Erik sangat khawatir mengenai keadaan Alya.
..." Kamu dimana sih, aku tahu kamu pasti ketakutan disana " Gumam Erik....
Ia menghentikan mobilnya di sebuah rumah dan parkir sembarang saja, sedikit berlari Ia memasuki rumah itu, kemudian membukanya dengan kasar.
..." Anggun...... ! keluar kau " Teriak Erik menggemparkan seisi rumah. ...
Erik yang memang tidak begitu dekat dengan Ibu tirinya itu apalagi umurnya yang masih sangat mudah membuatnya hanya memanggil namanya saja, apalagi wanita itu yang tidak bisa menempatkan diri sebagai Ibu sambung bagi anak dari suaminya membuat Erik tidak respek dengannya.
..." Hei apa apaan ini. Kamu ! dasar anak tidak berguna, berani beraninya membuat kekacauan di rumahku, apa kau sudah bosan hidup bebas ha..... " Bentak Anggun tidak terima....
Ia begitu meradang melihat siapa yang sudah membuat keributan di rumahnya itu, sementara Erik hanya menatapnya dengan tatapan sinis.
..." Rumahmu, hahaha.... mimpi ya, rumah ini bahkan sudah atas nama kami, jadi bersiap siaplah untuk angkat kaki dari rumah ini. Tapi sebelum itu terjadi, cepat katakan dimana kau sembunyikan Alya, aku tahu kalau kau yang sudah membawanya pergi "...
Anggun terkejut mendengar penuturan Erik bukan karena masalah anak yang hilang tapi rumah yang Ia tempati saat ini.
" Alya, hilang. Eh dengar ya Erik, kalau dia hilang ngapain kamu mencarinya kemari, lagi pula untuk apa aku menculik anak yang tidak ada gunanya untukku. Memangnya dia bisa menjadikan aku kaya mendadak begitu "
Erik menatap manik manik wanita itu, antara percaya dan tidak percaya. Bukankah wanita itu memang licik, dia bahkan mampu memerankan sandiwara yang lebih keji dengan apik sebelumnya.
..." Sudahlah jangan buang waktuku mengurus yang tidak penting, cepat pergi dari sini, aku muak melihatmu ada disini "...
Erik tersenyum sinis
..." Silahkan kau bersenang-senang sebelum nanti kau meninggalkan kenyamanan ini WANITA LICIK "...
Ia berlalu dari sana meninggalkan Anggun yang sedang dilanda emosi yang tinggi.
..." Sial.....! Bagaimana bisa rumah ini menjadi atas nama mereka, bukannya Mas Hendrik sudah memberikan nya untukku bahkan atas namaku. " Geram Anggun, amarahnya bahkan rasanya hampir memecahkan dadanya....
..." Mas Hendra " Gumamnya membaca nama yang tertera di benda pipih nya itu....
" Mas gawat Mas " Anggun langsung menceritakan apa yang baru saja berlaku.
" Iya Mas, bahkan katanya rumah ini sudah atas nama mereka, bagaimana ini Mas. "
Lama Ia terdiam mendengar kan apa yang lawan bicaranya katakan.
..." Untuk apa Mas melakukan itu, sekarang anak itu sedang di cari cari oleh mereka, bagaimana bisa Mas berbuat sejauh itu, Mas membahayakan rencana kita selama ini "...
Tanpa Ia sadari sejak tadi gerak geriknya bahkan ucapannya sudah di lihat dan di dengar orang lain, bahkan orang lain itu sudah bertindak lebih cepat dari yang Ia tahu.
..." Mom Lau, Mom ada disini, kapan Mom sampainya, kenapa nggak ngabarin Anggun kalau Mom mau datang, kan Anggun bisa siap siap membuat sesuatu untuk Mom " Tanya Anggun gugup....
Wajahnya sudah pucat seperti tidak ada darah disana, terkejut bukan kepalang ketiak berbalik Ia melihat wanita sepuh yang selama ini menjadi mertuanya sudah berdiri di dekatnya dengan wajah tidak bersahabat.
..." Kau.... jadi kau yang sudah melakukan itu dan menculik cucuku ha "...
Meski sudah sepuh tapi suara wanita itu benar-benar mengerikan.
" Mom Lau, cucu siapa. Maksud Mom cucu Mom Erik, bukankah dia baru dari sini, bagaimana mungkin dia di culik "
Sebisa mungkin Anggun mencari alasan dan menyembunyikan kegugupan nya.
..." Hahaha Anggun Anggun, kamu bahkan tidak bisa menyembunyikan kebohongan mu padaku. Dari raut wajahmu sudah bisa di pastikan kamu menyembunyikan sesuatu yang serius. Sayang sekali sebentar lagi Erik akan sampai kesana, dan kamu serta orang yang kamu sembunyikan identitasnya itu akan ketahuan. Ingat Anggun, jika terbukti kamu dalang dari semua ini, kamu akan menerima akibat dari semua perbuatan kalian " Ancam Oma Laurent, Ia bergegas keluar dari rumah itu....
Di depan kehadirannya sudah di tunggu oleh sang sopir pribadi.
" Ke jalan Handayani Pak, nanti detail nya kita tunggu kabar Erik, pokoknya jalan saja dulu " Titahnya ketika sudah duduk di dalam mobil miliknya.
Sang sopir yang sudah lama bekerja untuk Oma Laurent langsung faham, Ia mengangguk dan kemudian membawa mobil melaju ke alamat yang di sebutkan.
Sementara Anggun juga tidak tinggal diam, Ia juga berlari keluar memasuki mobil miliknya dengan cepat menuju ke tempat yang di beritahukan oleh seseorang melalui panggilan telpon.
..." Siapa dia yang menjadi teman bicaranya Anggun, dia memanggilnya Mas, apa itu kamu " Batin Oma Laurent....