
🆗🆗🆗
Setelah merasa apa yang dipikirkan nya adalah yang terbaik, Bu Dian akhirnya menyampaikan maksud nya pada Asrul tentang keputusan akan masa depan serta keinginan Bu Dewi besan bar- bar nya itu.
" Nak, bagaimana kalau kita mengajukan agar Siska bisa bebas sementara untuk menjalani pengobatan " Ibu Dian sebenarnya masih ragu.
" Bagaimana mungkin Bu, kepolisian tidak akan mengabulkan nya "
" Polisi memang tidak akan mengijinkan nya kalau kita hanya memintanya begitu saja "
" Maksud Ibu " Asrul bertanya karena kurang mengerti dengan maksud dari Ibu nya.
" Kita mengajukan surat pengunduran penahanan sampai Siska benar- benar pulih, tentu saja harus ada yang jadi jaminan kalau selama dalam masa pengobatan dia tidak akan kabur " Bu Dian menjelaskan.
" Entahlah Bu, tapi apa Ibu yakin kalau dia tidak akan berulah pada saat dia berada di luar tahanan. Lagi pula siapa yang mau menjamin mengenai hal itu "
Bu Dian nampak berpikir, bagaimana pun naluri sebagai seorang Ibu sangatlah kuat.
" Ibu yang akan menjamin kalau dia tidak akan kabur, kamu hanya perlu mengusulkan serta meminta surat keterangan sakit dari Dokter bahwa dia memang membutuhkan perawatan, semoga saja mereka mengabulkan " Usul Bu Dian.
*
*
*
Skip ya......
Setelah melalui beberapa prosedur akhir nya Kepolisian mengabulkan permohonan pihak Asrul untuk ijin menjalani pengobatan. Bermodal dari surat keterangan Dokter tentang penyakit yang di derita tersangka, maka dia di ijinkan bebas bersyarat. Namun dia tetap akan di kawal dan di awasi oleh beberapa petugas keamanan untuk berjaga- jaga kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
" Silahkan Bu Siska, anda bisa keluar untuk hari ini " Ucap Seorang polisi wanita
Siska terkejut tidak percaya dengan perkataan polisi wanita di depan nya.
" Di luar ada yang ingin bertemu dengan Ibu, mereka lah yang sudah membuat Ibu bisa keluar dari tempat ini "
" Eh kalau aku sudah bisa bebas, lalu kenapa borgol ini tidak di buka juga " Tanya Siska bingung
" Maaf Bu, anda keluarlah lebih dulu, saya hanya di perintahkan menjemput Ibu. Untuk lebih jelas lagi nanti mereka yang akan menjelaskan nya pada Ibu "
Siska melangkah keluar dengan perasaan senang, dia akan menemui dan tentu saja berterima kasih pada orang yang sudah membuat nya mendapatkan angin segar.
" Pasti Ibu yang sudah membebaskan aku dari sini, Ibu memang bisa di andalkan " Gumam Siska
Langkahnya terhenti setelah melihat beberapa orang yang sudah menunggunya di ruang tunggu.
..."Ibu, Mas Asrul, Ibu Dian juga. Kenapa mereka juga ada disini, untuk apa coba. Apa mereka yang sudah mengeluarkan aku dari sini, ah bodo amat, siapa pun yang sudah membantuku aku juga tidak peduli, yang terpenting aku bisa keluar dan bebas menikmati udara segar lagi " Batin Siska....
" Siska....... kamu sudah bebas Nak, kamu bebas. Sini sayang, duduk dulu " Seru Bu Dewi bahagia.
" Ibu, kenapa borgol ditangan Putri saya masih belum di lepas juga, ayo cepat dilepas bukannya dia sudah bebas, bukan tahanan lagi " Perintah Bu Dewi pada polisi wanita yang berdiri tidak jauh dari sana.
Bu Dian dan Asrul saling pandang, bersamaan dengan itu ponsel Asrul berdering dan Ia pun segera menyambungkan panggilan telpon itu.
" Iya hallo......! "
" Baik, sekarang juga " Jawab Asrul langsung mematikan panggilan telpon nya.
" Bu, tolong bawa dia " Perintah Asrul pada petugas kepolisian yang tadi mengawal Siska
Siska dan Bu Dewi sontak bingung karena Siska kembali di giring keluar dengan tangan yang masih terborgol di depan.
Di depan halaman kantor polisi malah lebih bingung lagi karena ada mobil ambulans polisi yang terparkir disana, polisi yang menggiring nya pun mengarahkan nya ke mobil ambulans membuat Siska bertambah bingung.
" Bawa ke rumah sakit Raharja ya Pak "
..." Rumah sakit Raharja, apa maksud Mas Asrul. Kenapa aku malah dibawa ke rumah sakit bukan nya di bawa pulang ke rumah. "...
Siska memandang Ibunya meminta penjelasan setelah mereka berada di dalam mobil, sementara Asrul dan yang lain nya menggunakan mobil sendiri.
" Ibu, apa Ibu yang mengatakan semua ini ke Mas Asrul kalau aku sedang sakit makanya aku di bebaskan bersyarat hanya untuk menjalani pengobatan saja " Selidik Siska.
Bu Dewi mendadak hilang akal, jujur bukan hal seperti ini yang beliau harapkan. Ia berharap dengan mengatakan penyakit Siska, Bu Dian dan juga anak nya itu akan merasa tidak tega kemudian mebebaskan Siska dari penjara itu selama nya. Namun kenyataan nya sekarang adalah Siska keluar hanya untuk menjalankan pengobatan, itupun masih di kawal oleh pihak berwajib.
" Bukan, mana Ibu berani mengatakan itu pada mereka, kalau Ibu yang mengatakan itu ke mereka, bukankah itu sama saja bunuh diri. Eh apa mungkin si Asrul itu tahu sendiri, kamu sendiri yang mengatakan kalau dia menyelidiki semua tentang kita, jadi ada kemungkinan kalau dia mengetahui semuanya dari orang-orang suruhan nya itu " Bu Dewi mencari alasan yang tepat agar dirinya aman dari amarah Putrinya
......" Apa iya ya, Mas Asrul sudah mengetahui semuanya. Aduh, bagaimana nasibku nanti, Percuma aku keluar dari sini, percuma juga aku sembuh kalau ujung- ujungnya aku harus kehilangan tambang berharga ku. Aku tidak bisa lagi hidup enak, aku juga harus bekerja lagi banting tulang kalau ingin berbelanja barang mewah atau pun hanya untuk makan sendiri. Apa yang harus aku lakukan " ......
Mobil yang membawa mereka pun tiba di rumah sakit yang di tuju, polisi kembali membawanya turun dari sana. Masih dengan tangan terborgol, Siska mengikuti kemana mereka membawanya. Hingga tiba di depan sebuah ruangan dan ada beberapa Dokter yang sudah siap siaga, sepertinya mereka sudah mengetahui semua nya.
" Mari masuk Bu " Seorang Suster menggantikan tugas polisi menggiring Siska untuk masuk ke dalam ruangan itu.
" Kami akan berjaga- jaga di luar, silahkan Ibu dan juga Pak Asrul bisa ikut masuk kedalam " Ucap Polisi itu ramah.
[ Polisi itu juga bisa ramah pada orang yang baik, sedikit cerita Author paling takut sama polisi, dalam pikiran Author polisi itu beringas. Salah benar kalau sudah berurusan dengan kepolisian tamatlah riwayat kita. Tapi ternyata waktu berada di kantor polisi, eh orang nya baik, karena kita tidak bersalah. Love you polisi Indonesia, jalankan tugas dengan baik ya 🙏 ]
Asrul serta Bu Dian pun ikut masuk ke dalam ruangan, mereka juga ingin mengetahui separah apa penyakit yang di derita Siska secara langsung
" Assalamu'alaikum........! "
" Waalaikum salam " Jawab mereka yang ada di ruangan itu.
" Mari silahkan duduk Bu, Pak.....! "
Bu Dian dan juga Asrul duduk di kursi yang berhadapan dengan Dokter sementara Siska sedang menjalani pemeriksaan di dalam ruangan