Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Jangan Tinggalkan Mas


Erik mengemudikan mobilnya melaju menuju suatu tempat yang belum pernah di datangi Alya sama sekali, tempatnya agak jauh dari perkotaan. Alya hanya memandang keluar menikmati pemandangan, ingin bertanya namun tak sampai hati.


Setelah melewati waktu tiga puluh menit akhirnya mobil parkir di sebuah tempat, awalnya Alya ragu untuk turun namun lagi lagi wajah suram Erik mampu membuat dirinya tidak tega.


" I..... Ini di mana Mas, tempat apa ini " Alya memandang Villa yang berdiri kokoh di depannya, halamannya yang sangat luas dan pemandangan di sekitarnya yang merupakan hamparan hijau membuatnya indah di pandang mata.


" Ini punya Papa dan tempat ini sengaja di desain sedemikian rupa dan juga akan di berikan untuk seorang wanita yang menjadi adikku nanti "


Wajahnya menatap bangunan itu lalu


kemudian menunduk sedih, Alya tersenyum. Saat ini yang mampu Ia lakukan hanyalah membuat Pria di sampingnya itu merasa senang dan kembali ceria, meskipun dirinya pun sesungguhnya juga tidak baik baik saja.


" Ah... lihatlah Mas, coba lihat di sana. Di sana sangat indah, aku mau kesana Mas !" Seru Alya.


Alya menunjuk sebuah tempat, tempat yang mungkin sengaja di sediakan untuk tempat istrahat. Di sana ada sebuah pohon rindang yang nampak adem untuk berteduh.


Erik menatap wajah Alya yang begitu sangat bahagia, matanya sampai berbinar menunjuk tempat tersebut.


" Ayo " Keduanya melangkah sembari bergandengan tangan.


" Ah beneran nyaman ternyata Mas, aku suka tempat ini " Senyum tak pernah pudar dari bibirnya.


Sejenak Erik mampu melupakan kemelut hidupnya ketika melihat senyum Alya.


..." Kenapa bukan kamu saja yang menjadi adikku Al, aku berharap yang hilang itu adalah kamu bukan orang lain "...


Alya mengamati wajah Erik, senyum bahagia di wajahnya langsung hilang, Ia merasa bersalah. Seharusnya keberadaan nya disana untuk menghibur Pria itu, tapi nyatanya dia malah asyik menikmati ke indahan tempat itu sendiri.


" Ah maaf Mas, aku..... aku tidak bermaksud !


" Tidak apa apa Alya, Mas juga senang kok. Lebih tepatnya Mas selalu senang kalau selalu di dekatmu " Ucap Erik jujur.


..." Mas bohong " Wajahnya di buat sedemikian rupa membuat Erik merasa lucu....


..." Bohong, mana pernah Mas bohong padamu. Coba katakan Mas bohong apa hm.... ! "...


Erik menaik turunkan alisnya dengan senyum khasnya yang mampu meneduhkan hati.


..." Buktinya sekarang Mas tidak senang, wajahnya di tekuk mulu. Sebenarnya ada apa sih, bukannya harusnya Mas itu sekarang senang, happy gitu karena Mas akhirnya akan punya Adik. Adik sungguhan bukan Adik nggak jelas kaya Aku. "...


Alya berdiri mematung ketika Erik tiba-tiba saja memeluknya.


..." Jangan pernah katakan itu Alya, bagiku kamu adalah Adikku. Aku tidak peduli dari mana asal usulmu, meskipun gadis itu memiliki semua bukti yang membuat keluarga menganggap dia Adik Mas yang hilang itu tapi bagi Mas kamu adalah Adik Mas, tidak akan ada yang bisa melarang Mas untuk hal itu. Jadi Mas mohon, tolong jangan bicara yang tidak tidak, dan Mas mohon kamu jangan tinggalkan Mas apapun yang terjadi kedepannya, kalau sampai kamu lakukan hal itu, untuk apa Mas hidup lagi. Lebih baik Mas juga menghilang dari muka bumi ini biar masalah yang mereka timbulkan itu tidak lagi terasa sakit di hati Mas "...


Erik sampai menangis seraya memeluk Alya, sungguh Ia takut kehilangan. Hati kecilnya merasa gadis yang sedang di peluknya itu memiliki hubungan darah dengannya.


..." Mas, kamu harus kuat dan kamu juga harus bisa menerima kalau dia adalah adikmu. Adik yang harus mendapatkan perhatian dan kasih sayangmu. Tapi di luar dari itu semua, aku janji akan selalu ada untukmu kalau memang itu di butuhkan "...


Batin Alya, dirinya pun tidak akan tega meninggalkan Pria yang sudah begitu sangat baik padanya selama ini terluka begitu saja.


" Baik Mas, aku janji. Tapi Mas harus janji juga kalau Mas nggak akan sedih meski masalah yang akan Mas hadapi kedepannya sangat berat "


Hati Erik merasa lega, Ia yakin mampu melalui semuanya kalau gadis itu selalu ada di dekatnya. Mereka berkeliling menikmati tempat itu, hingga akhirnya mereka kembali ke kota.


Di perjalanan Erik menyadari satu hal, ya..... ! dia harus melakukan sesuatu untuk membuktikan rasa penasaran nya selama ini.


..." Aku harus melakukannya, tidak ada salahnya kan. Meskipun apapun hasilnya nanti tidak akan merubah apapun, paling tidak aku punya alasan cukup untuk menerima semuanya " Gumam Erik. ...


Ia tersenyum ke arah Alya dan Alya juga melakukan hal yang sama, keduanya sangat bahagia. Ya setidaknya saat mereka sedang bersama.