
Seminggu berlalu
Di sebuah cafe Nayla berada. Sesaat sebelum nya Ia mendapat pesan dari seseorang dari nomor tidak di kenal namun orang yang sangat Ia kenal.
Dengan langkah anggun Nayla memasuki cafe itu. Dari jauh Ia melihat satu dari tiga orang yang Ia kenal tengah melambaikan tangan nya, Ia pun melangkah mendekat.
" Assalamu'alaikum, maaf lama menunggu. "
" Wa'alaikum salam.....!. " Jawab ketiga nya serempak
Nayla duduk dengan anggun, tanpa banyak basa- basi seperti biasa nya.
" Ada perihal apa sampai saya di panggil kemari Tuan Asrul Yabintang. " Tanya Nayla dengan panggilan lengkap.
Tidak ada lagi panggilan yang melekat dulu menggunakan kata Mas Asrul.
" Nak, nanti saja dulu kita bicara nya. Bagaimana kalau kita pesan makanan dulu, setelah itu baru kita lanjutkan pembicaraan kita. " Tawar Bu Dian, salah satu yang ikut di antara mereka.
" Ish.... buat apa sich Bu harus makan dulu, langsung saja ke pokok permasalahan nya biar cepat beres dan kita bisa pulang. "
Siska tidak menyukai keberadaan Nayla di tengah- tengah mereka.
" Cukup Siska. " Tegur Bu Dian pada menantu nya itu karena kata- kata nya terdengar sinis.
Siska akhir nya terpaksa menuruti saran dari Ibu mertua nya walau tetap saja Ia menatap dengan tatapan sinis.
Mereka kemudian mengutarakan maksud mereka mengundang Nayla di cafe tersebut.
*
*
*
*
" Baiklah sekarang semua sudah selesai, aku sudah beberapa kali meminta mu untuk rujuk kembali demi anak kita, tapi seperti nya keputusan mu sudah bulat. Maka sesuai dengan keputusan sidang, hak asuh Alwi jatuh di tangan aku dan aku minta kamu tidak keberatan kalau kami mengambil nya kapan saja kami mau. Dan aku sebagai Ayah nya yang mempunyai hak asuh sepenuh nya, meminta setelah dari sini aku akan mengambil Alwi dan membawa nya ke rumah yang seharus nya ia tempati. "
Asrul memulai percakapan, namun hati nya terasa ada yang aneh. Entah ada kata- kata yang Ia ucapkan terasa berat bagi nya dan bertolak belakang dengan hati nurani nya.
Di pandangi nya wajah Nayla berulang kali dan itu membuat Siska semakin tidak suka kepada Nayla.
" Mas, jangan terlalu di pandangi, nanti dia tidak akan memberikan Alwi pada kita. " Bisik Siska.
Sebenar nya bukan itu yang Ia ingin katakan, tapi Ia tahu hanya itu alasan yang tepat agar suami nya itu bisa tunduk pada nya.
" Siapa pun yang mau mendonorkan darah nya untuk kesembuhan Alwi maka apa pun yang Ia minta akan aku kabulkan.
Klien kami baru mengetahui kalau itu adalah anak nya setelah menjadi pendonor untuk anak itu "
Kata-kata itu terus terngiang di benak Nayla membuat nya tetap tenang.
Nayla mengutarakan pendapat nya, takut akan berdampak buruk pada mental anak nya dan akan menyimpan trauma kalau di jemput secara paksa.
" Baiklah Nak, Ibu setuju dengan saran dari mu. Alangkah baik nya seperti itu, bawa lah Alwi kapan saja Ia siap. "
Ketiga manusia yang ada di hadapan nya punya pikiran yang berbeda-beda
" Kamu masih Nayla ku yang dulu Nak, selalu memikirkan perasaan orang lain. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan. " Batin Bu Dian
" Pakai alasan segala, bilang saja hanya ingin menunda waktu saja. Awas saja kalau bohong, akan ku buat hidup mu lebih menderita dari sebelum nya. " Batin Asrul
" Cuih, wanita bermuka dua. Sok manis, kenapa dia dan anak nya itu tidak mati saja, menyusahkan orang lain saja. " Batin Siska.
Nayla kembali kerumah nya dengan perasaan bercampur aduk. Memang benar Ia mulai bisa menerima semua nya, namun masih terasa sakit bagi nya. Ia juga harus memikirkan bagaimana cara Ia membujuk anak semata wayang nya itu agar mau tinggal di rumah Ayah nya.
" Ya Allah, apa aku kuat. Aku tidak boleh terlihat bersedih di depan Alwi. Bagaimana nanti dia di sana, apa Siska akan memperlakukan nya dengan baik. "
Banyak pertanyaan yang muncul di benak Nayla, dan Ia hanya berharap semua nya baik- baik saja.
Tiba di rumah seperti biasa Ia di sambut dengan senyum dan pelukan hangat dari pitera semata wayang nya itu. Hati nya yang gundah gulana bisa terobati hanya dengan melihat senyum dari putra nya itu.
" Maafkan Mama sayang, tapi semua nya sudah terjadi. Mungkin ini adalah jalan terbaik. Mama pernah berjanji kalau ada yang bisa mengembalikan mu dari kematian, maka Mama akan mengabulkan apa pun yang Ia inginkan. Sekarang kamu masih berdiri di depan Mama, semua nya karena Pria itu. Pria itu yang sudah mendonorkan darah nya yang juga adalah Papa kandungmu, Papa yang selama ini kamu cari- cari, yang selalu kamu rindukan. Mama haya takut kamu melupakan Mama, rasa nya Mama tidak sanggup. " Batin Nayla
Di elus nya pipi mulus Putra kesayangan nya itu sembari berusaha tersenyum, walau hati nya terasa tersayat.
" Mama kenapa ?, apa Mama sedih. Mana Ma..... Mana orang nya yang sudah membuat Mama Alwi yang cantik ini bersedih. "
Alwi mengendarkan pandangan nya keluar pintu mencari- cari siapa yang kemungkinan berada di luar.
Secara bersamaan Andre yang baru tiba, melangkah memasuki rumah tersebut.
" Ayah.......!. " Seru Alwi.
" Kenapa Ayah membuat Mama sedih, Ayah jahat..... Alwi tidak mau lagi punya Ayah seperti Om Andre....!. "
Teriakan di sertai dengan tangan di silangkan di dada, wajah cemberut membuat Andre yang baru datang terkejut dan juga bingung. Tidak pernah selama ini Andre melihat tingkah Alwi seperti itu.
Ia pun bertanya pada Nayla dengan kode, dan Nayla menjawab nya dengan senyuman, menandakan kalau semua nya baik- baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.
" Sayang, Mama baik- baik saja. Ayah Andre juga baru datang, Mama malah tidak tahu kalau ada Ayah Andre. Sudah jangan cemberut begitu, nanti ganteng nya hilang. " Bujuk Nayla lembut.
Alwi mandang Mama nya dan juga Andre bergantian, masih dengan wajah yang sulit di artikan.
" Ya sudah Ayah, Alwi minta maaf. Tapi awas kalau sampai Ayah buat Mama menagis, Alwi tidak akan pernah memaafkan Ayah. "
Ancaman yang bagi sang Mama terasa lucu namun tidak bagi Andre, Ia sudah bisa melihat karakter keras dari keponakan nya itu.
🌹🌹🌹
Hapy akhir pekan, masih dengan Ais di sini di karya " L A " Jangan lupa bagi dukungan nya ya, like and rate gratis. Kalau berkenan bagi vote gift seikhlas nya, karena seperti biasa yang ikhlas lebih berkah.
Mampir juga di karya Author yang lain nya ya, makasih. Bahagia selalu 😍😍