Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Kamila si Ratu Ide


🌺🌺🌺


Pulang dari kuliah Kamila dan Nayla langsung bergegas kembali kerumah, mereka tidak berani kemana mana lagi karena satpam mereka kali ini bukanlah Kakak mereka yang dengan senang hati menutupi kesalahan mereka bahkan mereka siap menjadi tameng untuk kedua adik perempuan mereka.


" Hai bidadariku " Sapa sebuah suara yang begitu sangat mereka kenali.


Suara Alex mengejutkan keduanya, mereka sama sama bingung pasalnya kemarin mereka sudah berjanji bahwa hari ini akan pulang bersama Alex tapi sepertinya itu tidak mungkin mereka penuhi.


" Ayo kita pulang sekarang atau mungkin masih ada yang ingin kalian cari lebih dulu "


Kamila memutar otaknya mencari ide bagaimana saranya agar mereka bisa terbebas dari Pria itu.


" Maaf Kak Alex, tapi kita hari ini tidak bisa pulang bersama Kak Alex, lain kali saja ya " Ucap Kamila.


Alex terkejut, sudah sering kali mereka menolak ajakan Alex tapi Alex selalu menerima dengan lapang dada, namun tidak untuk hari ini karena kemarin mereka sudah berjanji akan pulang bersama.


" Tapi kemarin kalian sudah janji akan pulang bersamaku hari ini, apa ada masalah yang serius " Tanya Alex.


Kamila memandang Kakaknya dan terbesit sebuah ide.


" Kakak duluan saja dulu ke mobil ya, nanti aku menyusul "


Nayla mengangguk dan pergi menuju mobil mereka yang terparkir tidak jauh dari sana.


" Nayla......! " Panggil Alex, Ia hendak mengejar namun di tahan okeh Kamila.


" Alex..... stop ! "


Alex menatap Nayla yang sudah berlalu pergi dari hadapan nya, kemudian beralih menatap Kamila kembali.


" Kenapa Mila, kenapa kamu selalu mencoba menghalangi aku dan Kakakmu. Apa ada masalah " Tanya Alex.


" Iya Kak Alex, maaf untuk seminggu ini jangan dulu mengganggu atau pun sekedar mendekati Kak Nayla "


" Tapi kenapa Mila " Tanya Alex penasaran


" Karena...... hm, jadi begini Kak. Kami kan cewek dan kuliah jauh dari orang tua makanya Ayah mengirimkan orang bergantian setiap sebulan sekali untuk menjaga kami, kebetulan minggu ini yang dapat giliran adalah Mas Reihan orang kepercayaan Ayah. Dia selalu punya mata mata dimana mana, dan sedikit saja dari tingkah kami yang salah atau mencurigakan pasti akan langsung di laporkan ke Ayah. Kakak tahu apa akibatnya kalau Ayah mendengar kami disini tidak aman karena sering diganggu, apalagi kalau sampai Ayah tahu yang mengganggu kami adalah seorang Pria, mungkin aku sama kak Nayla akan langsung di bawa kembali ke Tanah Air. Sungguh malang nasib kami berdua, padahal kami masih ingin menyelesaikan kuliah kami disini sampai akhir "


Kamila mulai berakting sedemikian rupa agar menuai simpati dari Alex padanya serta mempercayai semua ucapan nya.


Dret~ dret ~dret


Sebuah notif pesan masuk, Kamila pun mendapat ide.


Alex ikut bingung melihat reaksi Kamila seakan akan ada masalah serius.


" Ada apa Mila " Tanya Alex


" Maaf Kak Alex, tapi kami harus cepat pulang sekarang sama supir karena Mas Reihan sudah menanyakan kami berada dimana sekarang. Sudah ya Kak Alex aku panit dulu ya, da... da....! Assalamu'alaikum " Seru Kamila


Kamila berlalu pergi sembari melambaikan tangan nya pada Alex yang masih berdiri mematung melihat kepergian Kamila.


" Ayo Mang, kita berangkat sekarang " Pinta Kamila ketika sudah duduk didalam mobil.


Nayla penasaran apa yang sedang dibicarakan adiknya itu sehingga bisa terbebas dari Pria yang sering mengganggu mereka beberapa bulan belakangan ini.


" Mulai tuh jiwa kepo nya, pasti Kakak ingin tahu ya apa yang sudah aku katakan pada penggemar setia Kakak itu. Tenang saja Kak, semua aman. Untuk seminggu kedepan kita akan aman karena dia tidak akan mengejar ngejar Kakak lagi. " Ucap Kamila bangga.


Nayla hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Adik kesayangan nya itu, rasanya hidupnya tidak akan ada masalah kalau adiknya itu ada di sampingnya. Si Ratu Ide yang selalu membantunya setiap kali mendapatkan kesulitan.


*


*


*


Asrul sudah mempersiapkan semuanya, sebentar lagi pesawat yang membawanya ke Negeri Jerman akan lepas landas, Ia berharap misi nya kali ini tidak sia sia. Ia sangat berharap harapan nya datang ke Negara itu bisa tercapai.


" Ayo Asrul semangat, kamu pasti bisa " Asrul menyemangati dirinya sendiri agar tidak ragu dengan semua usahanya.


Pesawat yang di tumpangi nya berhasil lepas landas meninggalkan kota asal menuju ke Negara di benua lain. Asrul memikirkan apa yang harus Ia katakan kalau nanti bertemu dengan anaknya itu, bagaimana cara Ia memulai semuanya. Meminta maaf atas semua kesalahan yang sudah Ia perbuat sebelum nya.


Meskipun hatinya sangsi akan hal itu, namun Ia tetap meyakinkan dirinya sendiri bahwa tidak ada salahnya berusaha. Semoga usahanya berbuah manis itulah yang menjadi harapan terbesarnya.


Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan akhirnya Asrul tiba di tempat yang di tuju. Satu-satunya yang menjadi tujuan nya selepas keluar dari bandara adalah mencari sebuah penginapan { Author }dan Apartemen { Bagi orang kaya }yang strategis agar memudahkan untuknya menjangkau banyak tempat yang mungkin akan Ia kunjungi.


Karena lelah perjalanan Asrul memutuskan untuk istrahat lebih dulu, setelah cukup istrahat baru nanti Ia pikirkan apa yang selanjutnya Ia lakukan.


Di kota Asal.


Pak Danu tetap setia menunggu anak satu satunya yang Ia miliki melewati setiap waktu, Ia merasa sedih hanya dengan melihat tubuh Siska di penuhi dengan alat alat medis. Hidupnya semua tergantung selang infus yang melekat di tubuhnya, nafasnya tergantung dari oksigen yang di pasangkan tenaga medis untuk nya.


Tapi Pak Danu masih punya harapan besar padanya, semoga Ia bisa melewati semuanya dengan baik.


" Ya Allah, sekiranya hamba boleh meminta, berikanlah kesembuhan untuknya. Ijinkan untuknya kesempatan berbuat baik sekali lagi, hamba tidak meminta apa pun lagi, hanya hamba memohon kesembuhan untuk Putri hamba. Ijinkan dia bisa belajar berbuat baik kelak sehingga menjadi orang yang benar dan selalu Istiqomah di jalanMu " Harapan seorang Ayah untuk anak perempuan nya.