Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Penuh dengan teka teki


💍💍💍


Andre berlari memeluk Nayla dari belakang, melepaskan pecahan yang ada di tangan Nayla, untung Ia datang tepat waktu. Ketika mendengar bunyi sesuatu yang pecah, Andre langsung masuk ke kamar yang di tempati Nayla.


" Lepaskan aku, kenapa kamu menghalangiku. Tidak ada guna nya tubuh ini, bunuh saja aku sekalian..........!. " Teriak Nayla dengan mata terpejam.


" Tenang, tenang Nay........ tenang. Ini aku Mas Andre, Mas Andre........ tenang. Kamu tidak apa apa, tidak ada yang terjadi apa apa dengan Mu. Dengarkan aku, lepaskan pecahan ini sebelum pecahan ini benar benar melukai Mu. Ingat Mas Andre, ingat Kamila, ingat Alwi...... kami sangat sangat menyayangi Mu. " Ucap Andre tepat di telinga Nayla.


Nayla membuka mata nya pelan ketika mendengar suara yang begitu di kenali nya, di palingkan nya wajah nya memastikan kalau benar ada nya.


" Aku Mas Andre, aku ada di sini. Kamu baik baik saja......!. " Ucap Andre meyakin kan.


" Mas Andre..........!. " Jerit Nayla di sertai isak tangis nya.


" Mas, aku..... Pria itu.....! . " Ucap Nayla seraya menatap Andre mencari jawaban.


" Tidak apa apa Nay, Pria itu sudah di serahkan ke pihak berwajib. Dan kamu, kamu tidak apa apa. " Jawab Andre lagi.


" Benarkah.....! Mas yakin ?. "


" I ya Nayla...... kamu tidak apa apa. Abang Ilham yang sudah menyelamatkan Mu, Abang menyerahkan kamu padaku karena Abang juga harus membawa seseorang yang terluka parah. " Jelas Andre.


Nayla mengingat wajah Pria yang sudah menyelamatkan nya, dan juga wajah wanita yang juga ada di sana waktu itu.


" Mas......! wanita yang di sana bagaimana kabar nya, apa beliau baik baik saja ?. "


" Wanita.......! Ah mungkin maksud nya adalah Ibu. "


" Beliau baik baik saja, hanya sedang menemani Abang menjaga seseorang yang terluka parah di RS. " Jawab Andre.


" Terluka parah ?. " Bolehkah Mas antarkan aku ke sana, sekalian aku ingin mengucap kan Terima kasih pada Ibu itu. Boleh ya Mas......!. " Pinta Nayla memohon.


🍏🍏🍏


Nayla dan juga Andre tiba di RS, Bu Rossa langsung berdiri ketika melihat kedatangan Nayla. Rasa bersalah pun kembali muncul di hati nya.


" Nayla...... kamu tidak apa apa Nak, maafkan Ibu, maaf.....! Karena Ibu kamu jadi melewati ini semua. "


Bu Rossa serta merta memeluk Nayla dan memohon maaf, hal itu membuat Nayla bingung. Kenapa Ibu itu meminta maaf pada nya padahal tidak ada salah, dan juga mereka baru saja bertemu.


" Ya Allah, anak ini ternyata sangat baik dan juga cantik. Ya Allah berikan kebahagiaan untuk nya, semoga dia tidak membenci ku kelak dan mau menganggap Ku sebagai Ibu nya walau nanti dia mengetahui kenyataan yang sebenar nya. " Batin Bu Rossa.


Mereka akhir nya mengobrol bersama di ruang tunggu. Nayla juga mengucapkan terima kasih atas pertolongan Ilham pada nya. Hingga akhir nya Nayla teringat akan sesuatu hal.


" Mas.... bukan nya tadi Mas mengatakan kalau Ibu sama Mas Ilham sedang menunggu seseorang yang terluka, bagaimana keadaan nya. Apa kah kita boleh menjenguk nya sekarang ?. " Tanya Nayla.


" Hmmm..........


Tiba tiba pintu ruangan terbuka dan keluarlah Dokter Pandu dan juga Dokter Rendra dari dalam ruangan tersebut.


" Dokter...... bagaimana dengan kondisi suami saya ? Tanya Bu Rossa


" Alhamdulillah operasi Pak Burhan berjalan lancar, walau masih dalam tahap pemantauan. Kalau dalam beberapa jam kedepan, kondisi nya stabil makan kami akan memindahkan beliau ke ruang rawat agar keluarga pasien bisa menjenguk nya. "


" Baiklah Dok, Terima kasih atas pertolongan nya. "


" Sama sama, maaf saya harus segera pergi karena masih ada jadwal operasi yang lain. " Pamit Dokter Rendra.


" Pak Burhan ? tapi kenapa beliau sampai terluka dan harus menjalani operasi. Apa beliau ikut ke sana, tapi untuk apa. Belum lagi Ibu ini, Mas Andre dan Mas Ilham yang sudah hampir saja mengorbankan nyawa nya demi menyelamatkan aku. Ada apa ini, kenapa mereka semua tiba tiba ada di dalam hidup ku. Banyak teka teki yang rumit sulit untuk ku mengerti, atau apa ini hanya sebuah kebetulan.


Nayla mencoba menghalau pikiran nya agar tidak berfikir yang tidak tidak.


" Mas Andre, boleh kita bicara sebentar ! . "


Andre mengiya kan permintaan Nayla, Ia mengajak nya sedikit menjauh dari tempat semula.


" Jelaskan padaku Mas, kenapa Pak Burhan sampai ada di sana dan terluka. Apa Pak Burhan mengetahui kalau aku tidak....... Astaga ! pasti Pak Burhan tahu kalau aku tidak datang bekerja. Oh I ya apa setelah ini aku akan di pecat lagi, apalagi karena aku Pak Burhan sampai terluka......!. " Ucap Nayla sedih.


"Bagaimana Ayah akan memecatMu, sedang kamu adalah anak yang selama ini Ayah cari. Aku yakin Ayah akan sangat bahagia kalau tahu kamu baik baik saja. Justru Ayah akan sedih kalau tidak bisa menolong kamu adikku. " Batin Andre.


" I ya, kebetulan aku ingin menjemput kamu. Di tengah jalan aku menemukan motor kamu yang terparkir di luar toko, maka nya aku mencarimu ke tempat kerja. Karena kamu tidak ada di sana jadi kami mencarimu, berkat informasi dari Ibu di toko tempat kamu belanja, akhir nya kami bisa menemukan kamu di sana. " Jelas Andre.


Nayla masih bingung mendengar penjelasan Andre yang masih begitu susah di cerna otak nya.


" Sudahlah, bukan kah selama ini Mas Andre memang selalu saja ada untukku. Bagaimana pun sulit nya Ia pasti akan selalu ada untukku. Seharus nya aku bersyukur karena mempunyai sahabat seperti saudara sendiri. " Batin Nayla.


Ia tersenyum memandang Pria di hadapan nya itu, Pria yang sudah bagai pahlawan bagi nya.