
Lanjut ke bab berikutnya, bagi yang suka boleh tinggalkan jejak nya ya, biar Author semakin semangat untuk up bab selanjutnya.
✍️✍️ LEPASKAN AKU 68 ✍️✍️
───※ ·❆· ※─── ───※ ·❆· ※───
🍊🍊🍊
Andre memilih kembali ke rumah miliknya, karena kehadirannya yang tidak di inginkan oleh Ibu nya sendiri.
" Maafkan aku Mas, tapi aku tidak bisa tinggal di sini. Mas lihat sendiri, bagaimana reaksi Ibu padaku. Aku tidak mau Ibu sakit hanya karena melihat aku ada di rumah ini. " Ucap Andre
" Andre......! Kamu sudah tahu bagaimana Ibu kita. Beliau tidak akan marah andai kamu menuruti semua yang Ibu inginkan. Sekarang katakan pada Mas, siapa wanita yang kamu nikahi itu dan kamu pun sudah mendapatkan seorang Putra darinya. "
Pertanyaan Ilham membuat Andre terkejut dan bingung, dari mana Mas Ilham mengetahui semuanya.
" Kalau sampai Mas Ilham dan juga Ibu tahu semua kebenarannya, nyawa ketiganya berada dalam bahaya. Aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi. " Batin Andre.
" Dia teman aku waktu pertama kali aku keluar dari rumah ini, dia yang sering membantu aku Mas. Jadi demi membalas kebaikannya maka aku nikahi saja sekalian. " Jawab Andre asal.
" Terpaksa menikahinya, karena dia sudah banyak membantumu begitu. Dengan kata lain kamu tidak mencintainya ? Kasihan sekali dia, di nikahi hanya karena balas budi bukan karena cinta......! Hm, boleh juga. Kalau kamu sudah bosan, aku juga mau nanti menampungnya. Hatiku juga masih kosong, jangan lupa kenalin ya nanti sama Mas Mu ini......!. " Goda Ilham
Bukh !
Sebuah pukulan mendarat di perut Ilham secara spontan oleh Andre, sudah sejak tadi tangannya mengepal menahan amarah, mendengar ocehan yang keluar dari mulut kakaknya itu.
" Aduh......! Kenapa kamu memukulku ?. "
" Andre....... Andre......! Hanya aku yang tahu dengan jelas bagaimana sifatmu. Kamu sangat mencintainya, bahkan sampai tidak rela dia di miliki oleh siapa pun. Bahkan denganku, kakak kamu sendiri......
Ilham menjeda ucapannya dan duduk di samping Andre, adik kesayangannya.
" Tapi aku serius Ndre, aku tahu wanita pilihanmu selalu wanita yang hebat. Kalau kamu tidak cocok dengannya, kenalkan padaku ya. Aku siap menggantikanmu menjaganya. " Ucap Andre serius.
" Sudahlah Mas, kalau sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, aku mau pamit pulang, masih ada janji dengan orang lain hari ini. " Ucap Andre dan di jawab anggukan sebagai tanda persetujuan.
Walau pun terasa berat bagi Ilham, namun Ia tidak bisa memaksakan kehendaknya pada adik nya itu.
" Hati hati di jalan Ndre. Kalau perlu sesuatu, jangan sungkan untuk minta bantuan Mas ya....! Sebisa mungkin Mas akan bantu. "
Ilham mengantar adik nya tersebut sampai ke pintu gerbang. Kemudian Ia pun berlari menuju mobil miliknya, karena jam kerja sudah di mulai. Sejak tadi ponsel Ilham tidak henti hentinya bergetar, menandakan ada panggilan penting, namun selalu di abaikan oleh oleh Ilham.
" Bagaimana mungkin Aku atau kamu mencintainya Mas, dia bukan orang yang tepat untuk kita cintai. Kita memang harus menjaganya secara bergantian, melindunginya bersama sama. Tapi hanya sebagai adik, bukan sebagai Istri.
" Ya Allah......! Kenapa semua ini semakin kesini semakin rumit. Bagaimana kalau Mas Ilham bertemu dan benar benar jatuh hati padanya, masalahku semakin bertambah banyak saja. Belum selesai yang satu, muncul lagi yang lain....!. "
" Ya Allah......! Beri hamba petunjuk, jangan biarkan masalah ini berlarut larut. Jangan biarkan ada yang tersakiti......! Rintih Andre.
Andre menarik nafas panjang dan mengeluarkannya kembali. Berulang kali hal itu di lakukannya, untuk mengurangi beban di hatinya yang terasa menyesakkan dada.
" Apa yang sedang dia sembunyikan, seharusnya aku tadi pura pura mendukungnya saja. Agar aku bisa mengorek informasi darinya, aku tahu anak itu pasti menyembunyikan sesuatu yang sangat besar. " Gumam Bu Rossa.
Beliau sejak tadi mengintip perbincangan kedua Putranya hingga mereka berpamitan untuk kembali beraktifitas seperti semula