
🌻🌻🌻
Karena waktu berkunjung sudah habis, Bu Dian dan juga Asrul harus kembali karena Siska juga harus di masukkan kedalam kamar tahanan lagi.
Sepanjang perjalanan Asrul menyetir sambil otak nya berputar memikirkan banyak hal.
" Kamu kenapa Nak, apa yang kamu pikirkan. Oh ya Nak, bagaimana kalau kita cari pengacara handal yang bisa membantu mengeluarkan Siska dari sana. Kasihan dia Nak, lihat lah tubuh nya agak kurusan, mungkin makan nya tidak teratur atau mungkin dia strees karena tidur di tempat seperti itu "
Asrul seakan tidak mendengar ucapan Bu Dian, pikiran nya berpetualang di tempat lain.
" Kemana dia pergi tiga hari yang lalu, luar kota mana yang mereka tuju. Apa aku tanya pada Pak Burhan saja, tapi itu tidak mungkin. Aku tidak mungkin bertanya pada beliau, sama saja mengantar nyawa " Batin Asrul.
" Nak...... apa yang kamu pikirkan, sejak tadi Ibu bertanya tapi seperti nya kamu tidak mendengarkan "
Asrul tersenyum menghilangkan ke gundahan nya.
" Tidak ada Bu, aku hanya sedang konsentrasi menyetir jadi tidak terlalu mendengar apa yang Ibu katakan. Memang nya Ibu mengatakan apa " Tanya Asrul.
" Ibu hanya bilang kita sewa Pengacara handal untuk membantu kita mengeluarkan Siska dari sana. Ibu sangat kasihan pada nya "
Entah kenapa rasa nya Asrul bahkan tidak ingin memikirkan hal itu, ada atau pun tidak ada bagi nya sama saja.
" Terserah Ibu saja, lakukan apa yang menurut Ibu Baik. Masalah ini biar Ibu saja yang urus karena aku masih ada proyek keluar kota minggu ini. Soal biaya nya tidak usah Ibu pikirkan " Jawab Asrul.
Bu Dian akhir nya memilih diam dan memandang lurus kedepan. Setelah mengantarkan sang Ibu pulang kerumah, Asrul berpamitan kembali ke kantor. Bu Dian senang karena akhir nya Putra nya itu kembali bekerja setelah dua hari ini mengurung diri di kamar.
Sesampai di kantor milik nya Ia langsung memanggil Romi untuk masuk ke ruangan nya. Romi seperti biasa akan langsung menemui sahabat nya itu ketika di perlukan.
" Akhir nya Boos ku masuk juga ke kantor, aku pikir akan memperpanjang ijin bekerja " Goda Romi.
" Aih kamu ini, bukan nya senang teman masuk kantor malah di ledekin. Senang ya bekerja sendiri "
Romi tertawa dalam hati, Ia sangat bersyukur karena sahabat nya itu mau keluar kamar.
" Apa ada pekerjaan yang penting untukku kali ini " Tanya Romi lagi.
Karena memang sudah biasa setiap masuk bekerja sehabis cuti, pasti akan selalu ada pekerjaan penting bagi nya.
" Ada, kamu tahu saja kalau aku ada pekerjaan penting " Asrul tersenyum kecil.
" Apa itu, apa ini soal Siska " Tanya Romi.
Asrul mendengus kesal, Tiba-tiba saja mood nya menjadi tidak baik ketika mendengar nama itu.
" Lalu masalah apa yang begitu penting bagimu " Tanya Romi bingung.
" Ini soal Nayla "
Romi terkejut dan bingung mengapa sahabat nya menyebut nama wanita masa lalu nya, dan heran mengapa hal itu menjadi sesuatu yang sangat penting saat ini.
" Nayla, ada apa dengan ya. Apa yang harus kerjakan untuk membantumu "
" Aku tadi sama Ibu ke rumah nya karena Ibu ingin mengunjungi Alwi, tapi setelah sampai di sana mereka tidak ada yang ada hanya seorang wanita yang di tugaskan Pak Burhan untuk menjaga rumah itu selama Nayla dan yang lain nya pergi ke luar kota. Wanita juga mengatakan bahwaereka pergi tiga hari yang lalu " Ucap Asrul menjelaskan.
" Tiga hari yang lalu, bukan kah itu jadwal sidang kalian. Apa mereka pergi setelah itu " Giliran Romi yang bertanya.
" Seperti nya Iya Romi. Untuk itulah aku suruh kamu cari tahu luar kota mana yang di tuju Nayla dan juga yang lain nya "
Romi duduk sambil memikirkan dimana kira kira tempat yang paling memungkinkan untuk Nayla bepergian.
" Apa mereka pergi ke kampung " Gumam Romi namun masih di dengar Asrul.
" Rasa nya tidak mungkin kalau mereka ke kampung, kalau mereka ke kampung pasti Mang Dadang sudah menghubungi aku atau Ibu "
Kedua Pria itu mendiskusikan tempat yang kira- kira di datangi Nayla.
" Begini saja, kamu perintahkan orang- orang kepercayaan mu untuk mencari tahu di mana kemungkinan mereka berada. Negara mana kemungkinan mereka berada " Titah Asrul.
🌻🌻🌻
Sudah berhari- hari orang suruhan Romi mencari namun tidak ada kabar juga, rasa nya pencarian mereka menemui jalan buntu.
Sementara di ruang tahanan terjadi kegaduhan, beberapa orang wanita sedang memukuli Siska karena mereka sering tersinggung dengan ucapan wanita itu.
" Heh...... Sama-sama wanita tidak benar mau sombong disini, kamu pikir kami takut ya sama kamu " Teriak seseorang yang berwajah sangar.
" Heh..... jaga ucapan kalian, aku ini wanita dengan derajat tinggi, Istri dari seorang pengusaha, orang terpandang di kota ini. Sedangkan kalian hanyalah wanita tidak jelas, nggk jelas asal usul nya "
Siska tertawa di akhir ucapan nya, membuat ketiga wanita yang satu sel dengan nya merasa tidak Terima. Mereka mulai mencakar wajah, menarik rambut bahkan ada yang memukul bagian perut nya.
" Dasar wanita bar- bar, bisa- bisa nya kalian main keroyokan "
Siska berteriak melawan semampunya di sisa tenaga nya, hingga akhir nya Ia pun tumbang karena tubuh lemah nya tidak mampu lagi melawan. Para polisi wanita yang mendengar kegaduhan itu segera berlari ke kamar tahanan dan memberikan bantuan