Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Menghindari Andre


Benar tebakan Erik, Andre yang melihat kedekatan Alya dan Erik dari kejauhan benar benar tak mampu menahan emosi.


..." Sialan ! apa dia memang sengaja memanasi aku. Bukannya menjaga jarak dengan Alya dia malah semakin mesra, Ah......... ! Andre benar-benar frustasi...


Esok harinya Alya sudah bangun pagi pagi, melakukan rutinitasnya seperti biasa, hari ini giliran dirinya untuk pergi ke pasar. Mengendarai motor milik sang empunya rumah, motor yang memang di khususkan untuk para pelayan kalau hendak keluar rumah.


..." Bismillah, semoga lancar " Batin Alya....


Ia memberikan senyum ramah pada satpam rumah yang membukakan pintu untuknya. Alya mengendarai motor dengan kecepatan sedang, tidak mau terburu-buru.


Tanpa sepengetahuan Alya sebuah mobil mewah mengikuti nya dari arah belakang. Pengemudi nya mungkin adalah orang yang kurang kerjaan atau bisa juga orang yang sangat begitu terobsesi dengan sesuatu hal.


Alya memarkirkan motornya di tempat parkir yang menurutnya aman, setelah merasa aman Ia pun segera memasuki pasar. Karena Alya memang sejak kecil berada di keluarga sederhana tentu lebih memudahkan baginya untuk berbelanja di pasar biasa yang harganya tentu lebih terjangkau di banding di swalayan atau supermarket yang mungkin nampak higienis.


..." Semangat Alya, aku hari ini harus memasak sup ayam buat Pak Hendrik, sepertinya beliau menyukai sup ayam. Ah semoga masakan ku tidak mengecewakan "...


Alya mengingat beberapa hari sebelumnya majikannya itu sangat begitu menikmati sup buatan Bibi, untuk itulah Alya berinisiatif untuk membuat sup ayam khusus untuk majikannya itu.


......" Ah, masakan ku juga tidak buruk buruk amat, Pak Hendrik pasti menyukainya " Gumam Alya, Ia begitu antusias dengan rencananya. ......


Ketika hendak pulang Alya terkejut mencari motor miliknya yang tidak di temukan di area parkiran, Ia bahkan sudah bertanya pada penjaga parkiran tapi Ia kecewa karena mendapatkan jawaban yang mengecewakan.


..." Ya Allah ! bagaimana ini, aku sudah menghilangkan motor milik Pak Hendrik. Bagaimana caranya aku menjelaskan nya " Gumam Alya bingung....


Tiba-tiba Ia di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang begitu sangat di kenalinya.


..." Kamu........ ! " Mata Alya melotot hampir keluar dari tempatnya....


Ia mencoba menghindar dari orang itu, membawa barang belanjaan nya yang begitu berat. Baginya selalu tak ada yang baik jika bertemu dengan orang itu, sementara Andre yang terkejut dengan reaksi Alya terus mengejarnya.


..." Tunggu Alya, aku antarkan kamu pulang ya. " Andre menawarkan diri....


" Tidak perlu Tuan, aku bisa pulang sendiri " Jawab Alya berusaha sabar.


Namun tekad Andre membuat kesabarannya menipis.


......" Bisa tidak Tuan sekali saja tidak menggangguku, pergilah kalau ingin pulang, kenapa harus ngajak ajak " ......


Baru saja Alya hendak memanggil paman becak namun ucapan Andre menahan niatnya.


......"Apa kamu tidak ingin mengambil motor majikan mu, bukankah tadi kamu kemari pakai motor, lalu di manakah motor itu. Apa sudah kamu jual untuk memenuhi kebutuhan yang lain ha.....! memalukan " ......


^^^..." Apa Tuan yang sudah menyembunyikan motor saya, hehehe..... sungguh saya tidak menyangka kalau itu memang benar. Ternyata Tuan besar dari keluarga terpandang ini bisa juga mencuri. Apa koleksi di rumah Tuan masih begitu kurang sehingga masih sempat sempat nya kepikiran mengambil punya orang lain "...^^^


Alya tidak ingin kalah dari Pria itu, Pria yang sudah memporak-porandakan hatinya. Pria yang menawarkan cinta tulus namun juga memberikan luka yang teramat pedih dengan hinaan yang tidak beralasan.


Andre hanya menggaruk garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, Ia tidak menyangka rencananya akan gagal dan Alya tetap memilih kembali ke rumah tanpa motor dari majikannya.


" Ah sial "


Buru buru Andre merogoh ponselnya menghubungi seseorang.


..." Antar motor butut itu segera, nanti aku kirim alamatnya "...


..." Aku tidak mungkin membuatnya dalam masalah lagi dengan kembali tanpa motor itu, ah sudahlah Ndre, nanti di coba lagi " Ia memilih pergi dari sana....


Berada di tempat ini Ia sudah mengorbankan banyak hal tapi tidak ada hasilnya sama sekali.


..." Ini semua karena si brengsek itu, Ia yang membawa pergi Alya dari tempat Ia bekerja sebelumnya. Awas saja kalau ketemu, akan ku buat perhitungan denganmu " Gumam Andre kesal....


***


Alya menumpangi becak, karena pasar yang tidak terlalu jauh memang banyak Ibu Ibu yang pergi ke pasar menggunakan jasa becak itu.


" Bagaimana ini, apa yang harus aku katakan pada Pak Hendrik atau pada Mas Erik kalau nanti mereka bertanya kenapa aku pulang tanpa memakai motor. Dimana motor mereka, ya Allah..... apa yang harus aku lakukan "


Alya turun dari becak dan membayarnya, tak lupa Ia mengucapkan terimakasih.


" Eh Non Alya, Alhamdulillah akhirnya Non pulang juga, biar Mang dadang yang bawa belanjaannya, cepatlah masuk karena Pak Hendrik dan juga Mas Erik sudah menunggu Non Alya "


Jantung Alya berdetak kencang, sungguh Ia tidak tahu harus berbuat apa.


" Astagfirullah...... ! kok motornya ada disini " Alya terkejut.


..." Mang, tadi siapa yang bawa motor ini " Tanya Alya....


" Oh itu tadi katanya teman Non, tadi bilangnya motornya Ia pinjam, dan sudah ijin Non karena Non lebih memilih naik becak "


Alya semakin merasa heran mendengar penuturan Mang Dadang.