Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Tidak ingin marah


Andre keluar dan memakai baju yang sudah di sediakan oleh sang Istri diatas ranjang, tidak lama setelah Ia selesai berpakaian pintu kamar pun terbuka. Tampak Rena membawa nampan berisi secangkir kopi dan juga cemilan sebagai pelengkap nya.


" Wah ! sudah selesai ya Mas. Ini dia kopinya, ayo mari Mas duduk disini "


Rena meletakkan nampan di atas meja kecil di samping sofa, Andre mendekat ke arah Istrinya dan duduk tepat di sampingnya.


Dengan senyum khas Andre meneguk kopi buatan Istrinya itu.


" Enak sekali rasanya, manis nya pas "


Rena tersenyum mendengar penilaian suaminya.


" Sini Mas, coba kakinya di luruskan dulu, biar mijitnya enak "


Andre menuruti perintah Rena dengan meluruskan kedua kakinya, Rena mulai memijat tubuh suaminya di mulai dari kaki hingga ke tubuh yang lain.


" Bagaimana tadi di kantor Mas, apa semuanya lancar atau ada kendala " Tanya Rena di sela sela aktivitas nya.


Andre nampak berpikir hingga membuatnya lama menjawab.


" Hm ~~ lumayan sayang. Pagi tadi sih ada sedikit kendala tapi alhamdulillah, semuanya bisa teratasi dengan baik. Eh, kamu tau nggak sayang, semua itu karena apa "


Rena mengangkat bahunya pelan seraya menggeleng karena memang Ia tidak tahu apa apa mengenai keseharian suaminya itu.


" Itu semua karena kamu sayang, semua bisa teratasi karena mengingat senyuman Istriku tercinta "


Andre meraih dagu Istrinya dan mencubit nya gemes.


" Oh masa sih Mas " Rena sedikit ragu


Andre mengangguk mengiyakan


" Ya iyalah, padahal hari ini aku sangat lelah, tapi seperti yang kamu lihat, aku sangat baik ketika tiba di rumah "


Rena melanjutkan aktivitas nya memberikan pijatan lembut di kaki dan punggung suaminya


" Apa hari ini Mas bertemu dengan rekan bisnis di luar kantor lagi " Tanya Rena pelan.


Andre menggeleng pelan karena memang hari ini Ia tidak ada pertemuan di luar kantor.


" Nggak sayang, hari ini dari pagi sampai pulang aku nggak keluar dari kantor, bahkan makan siang juga Prans yang membawakan nya untuk Mas. Memangnya ada apa sayang "


Andre balik badan menatap Istrinya dan nampak Rena menggeleng di sertai senyuman.


" Tidak apa apa Mas, hm ini sudah selesai, sekarang Mas mau apa. Mau makan atau nanti bareng yang lain "


Meskipun ada rasa tak nyaman karena melihat noda lipstik di kemeja suaminya namun Rena mencoba untuk tenang, Ia tidak ingin marah marah tidak jelas sebelum mendapatkan bukti yang sebenarnya.


Andre menarik tubuh Rena ke atas ranjang, Rena mulai meriang ketika Andre memeluk tubuhnya erat, Ia bahkan menelusupkan tangannya kedalam baju Rena mencari sesuatu yang sangat Ia sukai. Ia ******* ***** benda kenyal itu membuat Rena hampir tak mampu menguasai dirinya.


Andre memeluk semakin erat Ia menempelkan wajahnya di tengkuk istrinya.


" Sttttt biarkan seperti ini dulu sayang "


Rena akhirnya diam, meskipun Ia harus menahan panas dingin tubuhnya karena ulah Andre.


" Siapa dia Mas, apa benar Mas sudah menghianati cinta kita " Batin Rena.


Tak bisa di pungkiri bahwa cintanya yang dulu kini bersemi kembali, namun saat ini Ia ragu dengan hubungan mereka.Lebih tepatnya ragu akan cinta suaminya. P


" Apakah Mas akan kembali menghianati ku lagi, ketika aku ingin membuka hati untuk mu " Batin Rena.


***


Rena bangun seperti biasa, meskipun tubuhnya terasa remuk karena pergulatan mereka beberapa jam lalu tapi Ia tidak bisa bermalas malasan. Seperti biasa Ia membantu menyiapkan sarapan serta menyiapkan kebutuhan sang suami.


" Mas. "


Rena memainkan jari jemarinya di dagu suaminya sambil memanggil manggil suaminya agar bangun. Dengan mata yang masih terpejam, Andre langsung menggenggam tangan Rena dan menciumnya berulang kali, Ia meremas pelan tangan wanita yang sangat di cintainya itu.


" Mas, ayo dong, ini sudah siang "


Perlahan Andre membuka mata, Ia tersenyum sangat manis pada Rena.


" Ayo bangun, sudah siang ini " Rena mengulang ucapannya.


" Peluk "


Andre merengek seperti anak kecil minta di belikan mainan, Rena menggelengkan kepalanya namun tetap mengikuti permintaan suaminya.


Niatnya membangunkan eh malah berakhir semuanya bangun yang akhirnya membuat Rena harus mandi basah untuk yang kedua kali.


" Hati hati di jalan ya Mas, semangat kerjanya "


Rena mengantar suaminya sampai ke mobil setelah usai sarapan, Ia mencium punggung tangan suaminya, begitu juga sebaliknya.


Mobil mulai menghilang di tikungan jalan, Rena bergegas masuk ke dalam rumah. Ia berlari ke kamar mengambil tas ponsel dan juga kunci mobil.


" Bibi, tolong jaga rumah sebentar ya, Rena ada keperluan di luar "


Ia berlari kecil menuju garasi dimana mobilnya berada, satpam yang melihat mobil Nyonyanya keluar segera membuka pintu gerbang.


" Titip rumah ya Pak "


Pak satpam mengangguk dan tersenyum.