Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Rindu Ibu dan Anak


🌟🌟🌟


Wajah Bu Dian semakin tidak bisa di jelaskan dan Asrul memilih pamit untuk membersihkan diri dan beristirahat sebentar, tubuhnya benar benar lelah.


Selepas kepergian Asrul Bu Dian malah tertawa mengingat penjelasan Asrul mengenai pekerjaan samping nya seminggu ini.


" Anak pintar, rupanya dia sudah bisa berpikir dengan baik. Berani mengambil hati Pria gila itu, pasti ini kerjaan Burhan aku tahu itu. Sudahlah Dian, semoga saja Pria gila itu menghargai usaha Asrul selama ini " Gumam Bu Dian.


*


*


*


Sore ini seperti biasa Nayla, Kamila dan juga Alwi pergi mengunjungi kediaman Burhan, sudah menjadi rutinitas mereka setiap akhir pekan mengunjungi rumah orang tuanya.


Nayla heran ketika berada di taman belakang Ia melihat Mang Udin yang sedang bekerja.


" Kenapa Mang Udin yang mengulang kerjaan teman Buba itu, sudah Nayla duga pasti dia tukang kebun abal abal kan. Buba sich kenapa pekerjakan dia, kan kasihan Mang Udin juga yang harus menyelesaikan nya "


Mang Udin tidak berani bersuara


" Sudahlah Nak, biarkan saja. Kan kasihan juga teman Buba itu, dia ingin membantu Buba masa Buba harus menolaknya, apalagi kan gratisan. "


" Teman Buba, teman siapa Kak " Tanya Kamila tiba tiba.


Semuanya menoleh ke asal suara.


" Oh kamu Mil, ini Buba mempekerjakan teman nya buat mencangkul, tapi coba kamu lihat ini, masa begini kerjanya tidak beres. Kan harus Mang Udin yang melanjutkan menyelesaikan nya juga. Kamu rasa aneh tidak, orang itu pasti tidak pernah berkebun tapi sok sokan pingin berkebun "


..." Teman, tidak pernah berkebun. Kok rasa nya aneh, benar kata Kak Nayla, aneh banget. Jangan jangan Ayah sedang mengerjai seseorang, apa itu Mas Asrul " Batin Kamila seraya memandang wajah Buba nya yang nampak gelisah....


" Sudahlah Kak biarkan saja, yang penting kan Mang Udin nggak komplen. Orang itu juga kan kerjanya gratisan nggak minta bayaran, jadi masih aman. Oh, ya ngomong ngomong dimana orang nya " Tanya Kamila.


" Iya Nak, sudahlah lupakan saja. Dia sudah pulang Nak kemarin katanya ada pekerjaan mendadak "


Mereka kembali mengobrol bersama sambil menikmati cemilan buatan tangan mereka sendiri.


" Mila ingin bicara berdua dengan Buba sebentar apa boleh "


" Bicara apa Nak " Tanya Pak Burhan.


" Apa Buba mengerjai Mas Asrul, Mila yakin kalau tukang kebun dadakan itu adalah Mas Asrul "


Pak Burhan ingin mengelak tapi percuma, Putri nya itu pasti akan mencari cara agar Ia mengatakan yang sebenar nya.


" Iya Mil, tapi dia sendiri yang minta. Katanya Dia ingin membuktikan kalau dia sudah berubah dan ingin menjadi lebih baik. Ya sudah, sekalian saja Buba suruh dia berkebun, sanggup apa nggak " Jawab Pak Burhan.


Kamila sebenarnya kasihan namun Ia juga merasa senang.


*


*


*


Setelah kepergian Bu Dewi yang entah kemana rimba nya, beberapa bulan ini Pak Danu selalu mengunjungi sel tahanan tempat wanita yang pernah hadir dalam hidupnya itu mendekam untuk beberapa bulan belakangan ini dan entah sampai kapan.


Berkat nasihat Pak Danu, Shinta banyak berubah. Ia menjadi pribadi yang jauh lebih baik, bahkan sholat lima waktu pun tidak pernah terlewatkan.


Shinta berharap bisa bertemu sang Putri dan meminta maaf padanya atas semua yang sudah Ia lakukan selama ini, tapi Ia tidak berani mengungkapkan. Rasa itu hanya Ia simpan dalam hati, Ia tidak mampu membayangkan kalau Putri nya itu akan menolak dirinya karena semua yang sudah Ia lakukan sangatlah keterlaluan.


Bisa di katakan Shinta mampu berprilaku baik selama beberapa bulan terakhir ini. Di tempat lain Kamila juga merasakan hal yang sama, Ia juga begitu merindukan sang Ibu.


*


*


*


Sebuah langkah kaki mengalihkan perhatian Bu Shinta, Ia memperhatikan langkah kaki itu yang berjalan ke arahnya. Alangkah terkejutnya melihat siapa pemilik langkah kaki itu.


..." Mila..... Mila anakku. Kamu disini sayang " Jerit Bu Shinta....


Hati nya bercampur aduk antara senang dan juga ragu. Setelah semua yang sudah di lakukan nya, Ia tidak punya keberanian untuk menghadapi Putri nya itu.


" Assalamu'alaikum Ibu......! Ap... Apa kabar Bu "


Kamila ingin sekali memeluk wanita yang berada di depan nya itu, meskipun kesalahan nya sangatlah besar dan fatal, namun Kamila tak sampai hati kalau harus membenci wanita yang sudah mengorbankan nyawanya demi menghadirkan dirinya ke dunia yang fana ini.


" Wa' alaikum salam Nak, Ibu.... Ibu Alhamdulillah baik baik saja " Jawab Shinta tidak berani menatap mata Putri nya itu.


..." Alhamdulillah ya Allah " Batin Kamila. ...


" Alhamdulillah Bu, maaf kalau selama ini Kamila tidak pernah mengunjungi Ibu disini. Tapi Alhamdulillah juga Ibu Baik baik saja "


Kedua Ibu dan anak itu saling mengobrol meluapkan kerinduan mereka berdua.


" Maaf Bu, tapi jam berkunjung sudah habis. "


Kamila tersenyum dan mengangguk, Ia pun berpamitan pada Bu Shinta.


" Mila pamit dulu ya Bu, Ibu Baik baik disini ya. Oh ya Mila lupa, ini ada makanan buat Ibu, tadi Mila beli sebelum kemari, jangan lupa di makan ya Bu. "


Shinta menatap penjaga sel itu karena tidak mungkin makanan itu bisa masuk kalau kunci sel nya tidak di buka.